Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
RENCANA ANDREAS


__ADS_3

Andreas duduk termenung diatas kursi kerjanya. Pria itu mencoba berpikir keras, ia yakin pasti ada orang lain yang terlibat dalam kecurangan yang dilakukan kakaknya.


Dirinya jadi teringat ucapan Stevia waktu itu, bahwa kak Stefan memberikan gaji yang begitu fantastis kepada Cecile.


" Yah, Cecile pasti tahu sepak terjang kak Stefan. Dia sudah cukup lama menjadi sekertaris pribadi kakakku. Aku harus mengorek informasi darinya." gumam Andreas berbicara seorang diri.


****


Cecile tengah memeriksakan dirinya ke dokter. Ternyata memang benar dugaannya, ia kini sedang hamil dengan usia kandungan berumur lima minggu. Wanita itu meminta tolong pada Dokter untuk membantunya menggugurkan kandungan, tapi sayang Dokter menolaknya lantaran tak ingin melanggar kode etik kedokteran.


Ia pulang dengan langkah lesu, wanita itu menjatuhkan tubuhnya diatas sofa ruang tamunya. Dirinya merutuki nasibnya yang sial lantaran berhubungan dengan Stefan. Jika saja ia tak memaksakan ingin bekerja di perusahaan besar keluarga Dirgantara dan dijebak oleh Stefan waktu itu, mungkin hubungannya dan Andreas tak akan kandas seperti ini.


Dirinya teringat saat pertama kali bekerja diperusahaan Dirgantara's Company. Ia begitu semangat bekerja hingga tak begitu memikirkan tentang masalah asmaranya. Ia sering menolak ketika Andreas ingin berkencan dengannya lantaran sibuk dengan pekerjaan.


Dirinya sama sekali tak menaruh curiga dengan Stefan, pria itu baik dan dirinya telah mengenal pria tersebut dari Andreas cukup lama.


Hingga malam naas itupun tiba, Stefan memasukkan obat tidur kedalam minumannya. Dirinya tak sadarkan diri dan tahu-tahu keesokan harinya, ia sudah tidur satu ranjang dengan lelaki itu dengan tubuh sama-sama polosnya.


Dan setelah peristiwa naas itu, Stefan bersikap begitu baik dan selalu memanjakannya. Memberikan semua yang ia mau, tetapi dirinyapun harus siap dijadikan pelampiasan nafsu kakak kekasihnya.


Mau bagaimana lagi, toh mereka sudah pernah melakukannya. Terkadang ia menolak, tetapi pria itu paling bisa memberikan rangsangan hingga tubuhnya tak mampu berkata tidak. Bahkan, mereka sering melakukan hubungan bejat itu dikamar pribadi ruangan Stefan.


Rasa bersalah pada Andreas selalu menggelayutinya waktu itu. Namun, Stefan berhasil meyakinkan bahwa ia akan bermain aman tanpa sepengetahuan Andreas. Lantaran jarang bertemu dengan Andreas, iapun akhirnya setuju menjadi kekasih gelap kakak kekasihnya tersebut.


Yah, terkadang kita baru akan mengerti arti seseorang dalam hidup kita, jika orang tersebut telah berada jauh dari kita. Entah mengapa disaat-saat seperti ini dirinya begitu merindukan sosok Andreas, pria yang mengisi hatinya selama hampir tujuh tahun lamanya.


" Tidak. Apapun yang terjadi janin ini tidak boleh hidup. Aku tidak sudi mengandung anak Stefan! " teriaknya kesal.


Cecile melempar vas bunga miliknya ke sembarang arah, wanita itu menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya.


Dert...Dert....

__ADS_1


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, raut wajahnya berbinar saat membaca nama Andreas di layar ponselnya.


" An-dreas menelponku? Apa dia berubah pikiran? Apa dia baru sadar kalau dia hanya mencintaiku?" batinnya berharap.


Buru-buru Cecile menghapus airmatanya lalu secepatnya mengangkat panggilan tersebut.


Hatinya begitu berbunga-bunga saat Andreas mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi Cecile.


Wanita itu seolah mendapat harapan kembali. Kali ini ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan. Dirinya harus berhasil menggaet Andreas ke dalam pelukannya.


Wajahnya kembali muram saat menyadari bahwa kini dirinya sedang berbadan dua. Mana mungkin Andreas mau kembali kepadanya jika ia tahu dirinya telah hamil anak orang lain?


Sebuah seringai licik tersimpul di wajahnya, sepertinya ia memiliki ide yang cukup brilian untuk menjebak Andreas.


Wanita itu mengelus lembut perutnya yang masih datar,


" Aku tak perlu menggugurkanmu jika nanti Andreas yang akan menjadi ayahmu. Mungkin cara yang Stefan lakukan kini bisa ku pakai untuk menjebak Andreas." ucapnya senang.


***


" Sayang? Apa pekerjaanmu masih banyak? Apa kau butuh bantuan dariku?" sapanya sambil mendudukkan tubuhnya dikursi yang berhadapan dengan Andreas.


Andreas yang sibuk memeriksa file, seketika mengangkat wajahnya setelah mengetahui kedatangan sang istri. Ia melirik jam tangannya, dirinya tak sadar bahwa jam kerja telah lewat.


" Maafkan aku. Aku terlalu banyak pekerjaan hari ini. Oh ya Vie? Maaf tapi hari ini sepertinya kau harus pulang sendiri. Aku masih ada urusan diluar, aku akan menyuruh supir untuk mengantarmu pulang. " ucapnya berbohong.


Andreas tahu Stevia pasti tidak akan menyetujui idenya, ia tak akan pernah sedikitpun memberikan kesempatan padanya untuk bisa bertemu Cecile. Mau bagaimana lagi? Hanya dengan cara seperti itu dirinya bisa mengorek informasi mengenai kecurangan sang kakak.


Stevia nampak kecewa, ia tidak biasa berada di apartemen seorang diri. Pasti akan sangat membosankan tanpa ada siapapun disana.


" Sayang, tidak apa-apa. Aku lebih senang menemanimu saja. Aku bosan di apartemen sendiri. Bolehkan aku ikut disini? Aku berjanji tidak akan mengganggumu. " rayunya pada Andreas.

__ADS_1


Pria itu kebingungan, disatu sisi ia benar-benar tak tega menolak permohonan istrinya, tetapi disisi lain rencananya pasti gagal apabila Stevia selalu ingin bersamanya.


" Sayang, maaf. Aku mohon kali ini saja. Setelah ini, aku ada perlu sebentar untuk bertemu dengan sahabat lama. Kau tidak keberatan bukan?" bujuk Andreas penuh permohonan.


Stevia mendesah pasrah, iapun dengan terpaksa mengikuti keinginan sang suami.


Wanita itupun keluar ruangan, saat tiba diloby kantor dirinya menolak ajakan supir dan meminta supir tersebut untuk tidak memberitahukanya pada Andreas.


Ia bersembunyi disalah satu sudut kantor sambil menunggu Andreas keluar dari sana.


" Maafkan aku sayang. Tetapi, hatiku belum bisa mempercayaimu kali ini." batinnya gelisah.


****


Hampir satu jam Stevia menunggu, akhirnya Andreas keluar juga dari kantor. Pria tersebut seperti sedang menunggu seseorang.


Benar saja, tak berselang lama seorang pria asing turun dari mobil dan menyerahkan sesuatu pada Andreas. Stevia tidak tahu apa yang pria itu berikan lantaran posisinya cukup jauh dari mereka saat ini.


Pria itu segera pergi setelah memberikan bingkisan tersebut pada Andreas. Stevia segera bersembunyi saat Andreas berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Wanita itu bernafas lega saat Andreas tak menyadari keberadaan dirinya. Setelah mobil Andreas perlahan meninggalkan kantor, iapun segera menyetop taksi untul mengikuti kemana suaminya pergi.


Sore ini jalanan ibukota begitu padat sehingga tidak sulit bagi Stevia untuk mengikuti mobil Andreas.


Mobil tersebut berjalan sekitar lima belas menit dan berhenti di salah satu kompleks apartemen mewah di pusat kota.


Stevia segera turun saat Andreas mulai memasuki lingkungan apartemen. Ia menatap gedung yang menjulang tinggi dihadapannya. Hatinya bertanya-tanya,


" Apartemen siapa ini? Siapa sebenarnya orang yang akan ditemui Andreas hingga ia tak mengijinkanku untuk ikut?"


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya ketigaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗


__ADS_2