Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
PULANG DARI RUMAH SAKIT


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Andreas akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Meskipun sekarang dirinya terpaksa harus menggunakan tongkat untuk sementara karena kakinya yang masih cidera.


Dengan telaten Stevia merawat Andreas selama dirumah sakit. Pria itu jadi lebih pendiam dibandingkan biasanya. Sebenarnya Stevia bingung dengan perubahan sikap Andreas, tapi ia takut pria itu tersinggung jika ia terlalu banyak bicara.


Saat hendak keluar dari rumah sakit, tiba-tiba Cecile telah berada di depan loby. Stevia terperangah kaget, ia yakin wanita itu ingin membuat keributan dengannya.Huh, malas sekali rasanya, ia heran kenapa ulat bulu itu bisa tahu jika Andreas akan pulang hari ini.


Cecile segera menghampiri Andreas saat melihat kehadiran pria tersebut.


" Andreas, akhirnya kau sembuh juga. Aku merindukanmu. "


Ketika Cecile berniat memeluk Andreas, dengan segera Stevia menghalangi jalannya.


Cecile begitu kesal, ia mencoba melawan Stevia, tapi wanita itu bagaikan benteng kokoh yang sulit untuk diruntuhkan.


" Kau? Berani sekali kau menghalangiku! Kau hanya seorang istri yang tak dianggap. Andreas hanya mencintaiku." ungkapnya kesal.


" Dianggap atau tidak, aku tetap istri sah dari Andreas. Pergi dari sini jika kau masih memiliki urat malu." balas Stevia. Ia menggandeng lengan Andreas kuat-kuat supaya pria itu tidak kabur darinya.


Andreas mendengus kesal, lagi dan lagi dirinya harus menyaksikan pertikaian seperti ini. Ia sudah ingin cepat pulang, beberapa hari berbaring dirumah sakit membuat punggungnya terasa kaku.


" Cecile kau pulanglah terlebih dahulu. Aku sedang tidak ingin mendengar keributan disini. Kuharap kau mau mengerti. " Andreas menatap malas pada Cecile.


" Tapi, Andreas? " wanita itu merasa tak terima sebab Andreas tak mau membelanya.


Stevia menyeringai senang, akhirmya Andreas mau memihak kepadanya.


" Hei, apa kau tak mendengar apa yang dikatakan Andreas barusan?Apa telingamu perlu dibersihkan supaya bisa kembali berfungsi dengan normal? "


Cecile semakin kesal, apalagi ditambah sikap Andreas yang acuh padanya. Dengan perasaan gondok wanita itupun pergi dari sana.


" Awas saja. Aku pasti akan membalasnya nanti. " ancamnya pada Stevia sebelum pergi.


Stevia sangat senang melihat Cecile berlalu dengan perasaan dongkol. Kali ini dirinya menang tipis dari wanita itu. Ia memandang Andreas dengan sumringah.


" Terima kasih, kau sudah mau membelaku. "


Pria itu memalingkan wajah, entah mengapa melihat senyum ceria di wajah Stevia membuat hatinyapun turut bahagia. Namun, ia masih memiliki rasa kecewa pada Stevia. Wanita itu ternyata menikahinya hanya demi uang untuk melunasi hutang. Dan yang jelas, Stevia berusaha mendapatkan Andreas hanya untuk membalaskan sakit hatinya di masa lalu.


Andreas menjawab sambil memalingkan wajahnya.


" Aku bukan membelamu. Aku hanya malu jika kalian ribut ditempat umum seperti ini. " jawabnya dingin.


Jawaban Andreas memang kurang memuaskan bagi Stevia. Namun tak mengapa, yang terpenting ia telah menang dari Cecile. Steviapun kembali menuntun Andreas menuju mobil yang telah menunggu mereka didepan loby.


Saat hendak menapaki turunan, tiba-tiba Andreas menarik tangan Stevia.

__ADS_1


" Awas ! "


Stevia yang sedang menuntunnya jadi terkejut. Wanita itu tanpa sengaja memeluk Andreas begitu erat ketika dirinya hampir kehilangan keseimbangan. Andreaspun mendekap pinggang Stevia agar tak terjatuh.


Manik mata keduanya kini saling bertemu dengan tubuh yang menempel tanpa menyisakan jarank. Jantung Stevia berdegub tak beraturan melihat Andreas menatapnya tanpa berkedip. Sama halnya dengan Andreas, pria itu juga tak mampu mengontrol irama detak jantungnya, matanya seolah terhipnotis oleh bola mata indah milik Stevia. Buru-buru ia mendorong Stevia menjauh darinya sambil memalingkan wajah kembali.


Stevia jadi salah tingkah lantaran malu,


" Eh,, maafkan aku. Tapi, kau benar-benar membuatku kaget barusan. " ujarnya sambil membenahi penampilan untuk menutupi kegugupannya.


" Apa kau tidak lihat? Disitu terpasang tulisan awas licin. " sahut Andreas dingin tanpa memandang lawan bicaranya.


Stevia menoleh kesamping. Benar saja, sepertinya lantai baru saja selesai di pel.


" Oh, iya. Dasar bodoh, aku tidak memperhatikannya barusan. Ya sudah, mari kita pulang." Wanita itu tertawa dibuat-buat untuk menutupi kegugupannya. Ia hendak menuntun Andreas kembali, tapi pria itu menjauhkan diri darinya.


" Aku bisa sendiri. " pria itu melangkah lebih dulu.


Stevia mematung di tempat, ada rasa kecewa dalam hatinya. Andreas seolah ingin menciptakan jarak diantara mereka.


" Ayo. Kenapa kau malah diam disitu? Apa kau masih mau tinggal disini! "


Ucapan Andreas membangunkan lamunan Stevia. Ia baru sadar, pria itu kini sedang menunggunya di dalam mobil. Buru-buru iapun ikut masuk kedalam mobil.


...--------...


Andreas merasakan badannya yang lengket akibat tidak mandi berhari-hari dirumah sakit. Ia merasa tubuhnya sangat bau dan tidak mungkin ia bisa beristirahat dengan nyaman dalam kondisi seperti ini.


Pria itu berjalan ke kamar mandi dengan menggunakan tongkatnya. Stevia hanya melirik sekilas, ia takut Andreas akan menolak jika ia berniat membantu.


Dengan tertatih-tatih akhirnya Andreas sampai juga di kamar mandi. Pria itu mulai melepas atasan dan menyisakan celana boxer bawahannya. Dengan susah payah, ia berhasil masuk dan berendam didalam sana.


Pria itu cukup menikmati ritual mandinya. Seketika rasa penat dan kaku mulai berangsur menghilang dari badannya. Setelah berendam selama setengah jam lebih, iapun berniat keluar dari sana.


Andreas mulai mendapatkan kendala kali ini, ia kesulitan untuk mengangkat kaki sebelahnya. Beberapa lama dirinya berusaha, tapi masih saja ia terjerembab di dalam sana.


" Aaarrghh..Sial! " ia menepuk air cukup keras karena kesal.


Pikirannya mulai buntu, hanya ada satu jalan yaitu meminta bantuan siapa lagi kalau bukan Stevia? Dengan berat hati, ia terpaksa memanggil wanita yang ada di luar sana.


" Culun,,Culun. Bisakah kau membantuku? Apa kau mendengarku?"


Stevia yang sedang membereskan kamar buru-buru mendekat saat mendengar teriakan Andreas dari dalam kamar mandi. Ia khawatir lelaki itu terjatuh di dalam sana.


Saat hendak memutar tuas pintu, tiba-tiba saja ia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


" Bagaimana kalau An-dreas sedang tidak berpakaian di dalam. Ahh,, memalukan sekali. " batinnya kebingungan.


" Stevia cepatlah ! Apa kau mendengarku? " teriak Andreas


untuk yang kedua kalinya. Pria itu merasa putus asa, ia kesal sebab Stevia tak kunjung datang.


Stevia menghembuskan nafas kasar, ragu-ragu ia bertanya pada Andreas dari arah luar pintu.


" An-dreas? Apa kau memakai pakaian saat ini? " ucapnya sambil menggigit bibir karena malu.


Andreas mendengus, bisa-bisanya Stevia berpikir jorok saat situasi darurat seperti ini.


" Aku masih memakai pakaian. " teriaknya kembali.


Stevia langsung membuka pintu saat mendengar jawaban Andreas. Namun, netranya membola seketika saat ia melihat dada Andreas yang polos.


" Ahh. Andreas kau membohongikum " teriaknya sambil menutup mata.


Andreas semakin kesal, ia memukul air sekencang-kencangnya hingga terciprat ke badan Stevia.


" Aku masih memakai boxer. "


Perlahan Stevia membuka satu persatu jemarinya. Andreas mulai membuang air didalam bath up dan memperlihatkan celana boxer yang menutupi bagian bawahnya.


" Ayo cepat bantu aku. Aku sulit keluar dari sini. " Andreas mulai pasrah.


Lantaran tak tega, Steviapun mendekat, ia hendak menarik tangan Andreas agar bisa bangun. Namun, pria itu merasakan nyeri di salah satu kakinya. Stevia kebingungan, satu-satunya cara ia harus mengangkat tubuh Andreas dari dalam sana.


" Maaf, aku lancang. " ucapnya pelan.


Perlahan Stevia mendekap dada Andreas. Sesaat ia terbuai oleh tubuh pria itu begitu segar dan bentuk dada Andreas yang bidang membuat ia nyaman berlama-lama disana.


" Stevia, kontrol dirimu! " bisik akal sehatnya.


Ia kembali fokus membantu Andreas, keluar dari sana. Andreas menyeringai, dirinya ingin tertawa saat wanita itu tanpa sadar mencium aroma yang keluar dari dalam tubuhnya.


Iapun mendekap tubuh Stevia untuk berpegangan pada wanita itu. Dengan susah payah, akhirnya Stevia berhasil mengeluarkan pria iti dari dalam sana.


Andreas berdiri dan mulai mengambil tongkatnya, Stevia memperhatikan dengan seksama sang suami dari atas hingga bawah. Andreas memang pria yang sempurna, tubuhnya nampak putih bersih, otot perutnya sempurna dengan ditumbuhi bulu-bulu halus di bagian dada pria itu. Tubuhnya seolah meremang saat bersentuhan dengan pria itu barusan.


Andreas mendekat, dengan sengaja ia menyenggol Stevia hingga membuat wanita itu terkaget dibuatnya.


" Dasar culun mesum. Jangan pernah berpikir untuk menikmati tubuhku ini. " bisiknya di telinga Stevia.


Mulut Stevia terngaga mendengar ucapan Andreas barusan. Ia tak menyangka pria itu menyadari apa yang ada di dalam otaknya saat ini.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment rate lima n vote seikhlasnya untuk karya ketigaku. Maaf ya telat up, author lagi banjir pesanan kue minggu ini. Maklum ya🤗


__ADS_2