Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
KEBAHAGIAAN ANDREAS DAN STEVIA


__ADS_3

Keluarga Dirgantara kini telah digemparkan oleh berita menghilangnya Stefan dari rumah sakit jiwa. Tadi pagi pihak rumah sakit menghubungi Pak Wildan dan menjelaskan bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi.


Pak Wildan benar-benar tidak habis pikir, Stefan memang telah kehilangan akal sehatnya. Ia khawatir Stefan malah bertindak bodoh dan mencelakakan dirinya sendiri.


Bu Renata tak kalah cemas, sejak tadi wanita tersebut mondar-mandir karena perasaan gelisah yang melandanya saat ini.


" Pa?! Apa tidak sebaiknya kita menyampaikan kabar ini pada Andreas? Ia pasti bisa membantu kita untuk menemukan Stefan kembali. Mama takut Stefan bertindak diluar nalar dan melukai dirinya sendiri maupun orang lain." usulnya pada Papa Wildan.


Papa Wildan nampak berpikir, memang apa yang disampaikan sang istri ada benarnya juga. Akan tetapi, ia tak tega mengganggu Andreas dan Stevia yang baru sehari berbulan madu.


" Papa tidak enak, Ma. Andreas dan Stevia baru berangkat kemarin. Biarkan mereka menikmati bulan madunya terlebih dahulu. Papa akan coba menghubungi Raihan, biar dia yang mengurusi masalah ini. " beliau memberikan solusi.


Bu Renata akhirnya menyetujui saran dari Papa Wildan. Mereka sepakat untuk meminta Raihan dan anak buahnya yang lain untuk mencari keberadaan Stefan.


***


Andreas dan Stevia benar-benar menikmati perjalanan mereka hari ini. Dimulai dari mengunjungi beberapa situs di Bali, membeli souvenir, mengunjungi tempat perbelanjaan disana dan yang menjadi tujuan terakhir mereka adalah ke pantai Kuta.


Mereka berenang, berselancar serta bermain speedboat disana. Setelah puas, keduanya memilih untuk berjalan menyusuri pasir putih di tepi pantai tersebut.


Stevia merasa cukup lelah, wanita itu mengajak sang suami untuk duduk diatas pasir.


" Huh,, melelahkan juga. Tapi aku sangat senang, karena aku selalu bersamamu. " ucapnya sembari menggenggam tangan sang suami.


Keduanya saling melempar senyum. Tak berselang lama, Andreas beranjak dan mengambil sebuah ranting kayu yang berada tak jauh dari mereka dan kembali menghampiri istrinya.

__ADS_1


" Jangan bilang kau akan menuliskan kata cinta diatas pasir. Aku sudah sering mendengarkan gombalan seperti itu. " ejek Stevia pada sang suami.


Andreas tertawa renyah, ternyata sang istri bisa menebak jalan pikirannya.


" Kau ini. Sama sekali tidak bisa diajak romantis. Memangnya kenapa? Dari pada kita hanya duduk berdiam diatas sini. " ketus Andreas tak terima.


Wanita itu tersenyum, memang tak ada salahnya juga menulis diatas pasir putih. Toh, jika itu dilakukan bersama pasangan sendiri, mungkin rasanya akan berbeda.


" Baiklah Tuan. Sekarang cepat katakan. Apa yang mau kau tulis, heum?"


Andreas menyeringai senang, ia mulai mengukir sebuah bentuk love berukuran besar dengan mereka berdua di dalamnya. Kemudian, ia mengukir huruf demi huruf bertuliskan..


" YOU ARE MY QUEEN, STEVIA "


Wajah Stevia merona saat Andreas menatap penuh damba kepadanya.


Andreas mendekat, lalu memeluk erat pinggang istrinya. Keduanya saling bersitatap penuh cinta,


" Kita akan bersama selamanya, Sayang." ungkap Andreas diiringi anggukan lembut dari istrinya.


Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya. Stevia terkejut saat suaminya mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari dalam sakunya. Saat dibuka, ternyata isinya adalah sebuah cincin bertahtakan berlian bermata biru yang begitu cantik dan mahal tentunya.


" Ini? Bukankah kau telah memberiku cincin kawin, sayang?" tanyanya heran.


" Lepaskanlah cincin lamamu itu. Aku ingin kau memakai cincin ini. Ini adalah cincin tanda cintaku padamu Stevia. Dulu sewaktu menikah, aku belum menaruh perasaan kepadamu. Tetapi sekarang, kau adalah hal paling berharga dalam hidupku. " ungkap Andreas tulus.

__ADS_1


Netra Stevia berkaca-kaca mendengar ucapan Andreas yang begitu tulus kepadanya. Ia membiarkan lelaki itu melepas cincin lamanya dan menukarnya dengan yang baru.


" Terima kasih, Sayang. "


Keduanya saling memeluk, lalu mendekatkan wajah mereka. Sebuah kecupan dibibir Andreas hadiahkan untuk istrinya.


" Kenapa hanya sebuah kecupan? Biasanya kau, selalu memberikan sebuah ciuman lama padaku." ejek sang istri sambil tersenyum.


Andreas menyeringai, Stevia tak tahu akal bulusnya kali ini.


" Kau pikir berlian yang sangat mahal itu bisa ditebus hanya dengan sebuah kecupan, heum?" sahut Andreas.


" Maksudnya?"


Stevia paham, tetapi saat ini mereka sedang di tempat Ririn dan kamar itu terlalu sempit bagi mereka.


" Kita akan menginap dihotel dekat sini. Biarkan Tomy dan Ririn menyelesaikan urusan mereka. Dan kau? Kau tahu apa yang harus dilakukan bukan?" seringai Andreas kembali.


Wanita itu lagi-lagi merona mendengar ucapan sang suami. Tanpa ia sadari, Andreas tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan membawanya berputar bersama.


Keduanya saling tertawa lepas dan berbahagia bersama.


Dari kejauhan, Stefan telah mengintai mereka. Ia begitu kesal melihat senyuman lepas Andreas dan Stevia. Dirinya menatap foto Cecile yang ada ditangannya, netranyapun berkaca-kaca karena kepedihan.


" Cecile, aku tak akan membiarkan mereka bahagia. Kau tenang saja, sebentar lagi aku akan memberikan sahabat untukmu diatas sana." ucapnya penuh duka.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n votr seikhlasnya buat karya ketigaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗


__ADS_2