
Rapat Direksi akan segera digelar. Seluruh pembesar perusahaan telah hadir dan berkumpul di ruang meeting.
Mereka semua akan membahas peristiwa kecelakaan di proyek pembangunan yang menghilangkan nyawa seseorang dan beberapa korban waktu itu. Mereka mempertanyakan kinerja PT Greenfield yang telah lalai hingga mengakibatkan kecelakaan kerja.
Andreas ikut terbawa-bawa dalam hal ini lantaran dirinyalah yang menunjuk PT Greenfield menggarap proyek besar tersebut. Merekapun meragukan kemampuan Andreas dalam memimpin perusahaan. Ia dinilai kurang jeli dan belum berpengalaman dalam mengelola perusahaan.
Pak Wildan menyerahkan semua keputusan kepada seluruh anggota dewan. Ia pasrah jika putranya terpaksa harus lengser demi kemajuan perusahaan.
Stefan digadang-gadang sebagai pemimpin yang paling tepat untuk menggantikan adiknya. Ia dan seluruh komplotannya telah berhasil menghasut beberapa anggota dewan.
Rapat dimulai, Pak Bagas menjelaskan duduk perkara dan riwayat kejadian yang sebenarnya. Sebelumnya beliau meminta maaf atas peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
Stefan berusaha untuk semakin memojokkan lelaki tersebut. Ia menuduh PT Greenfield telah lalai dalam hal ini dan meminta perusahaan tersebut untuk mundur.
Ia mengusulkan PT Oxford untuk melanjutkan proyek mereka lantaran PT tersebut telah dua tahun ke belakang memegang setiap proyek perusahaan mereka.
Andreas masih menyimak sedari tadi. Ia benar-benar tak menyangka kakaknya selicik itu. Stefan tega menfitnah dan memutar balikkan fakta di depan seluruh anggota dewan.
" Maaf para anggota dewan sekalian. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini. " Andreas mulai membuka suaranya.
__ADS_1
" Kebetulan saya dan Pak Bagas telah menyelidiki kasus ini. Saya sendiri merupakan salah satu korban dan bahkan kemungkinan saat itu sayalah yang meninggal jika saja salah satu pegawai proyek tidak menyelamatkan nyawa saya."
Seluruh anggota dewan mulai menyimak penjelasan Andreas.
" Saya bukan menuduh, entah ini kebetulan atau disengaja. Seluruh CCTV yang dipasang di lokasi mengalami gangguan waktu itu. Namun, tanpa banyak yang tahu Pak Bagas telah menanamkan beberapa cctv khusus yang ditempatkan di beberapa lokasi penting. Kami ingin menunjukkan hasil rekaman cctv tersebut kepada seluruh anggota dewan yang hadir." lanjutnya mulai memutar video.
Stefan terperanjat, ia sama sekali tidak menduga akan hal ini. Pria itu sedikit melonggarkan dasinya untuk mengurangi ketegangan. Ia berharap dirinya tidak nampak dalam rekaman cctv tersebut.
Namun, ketakutannya benar-benar terjadi. Nampak dalam video tersebut mobil Stefan masuk dalam area lokasi proyek. Ia mengobrol bersama dengan beberapa pegawau disana.
Iapun begitu terkejut saat aksinya menjatuhkan material beton agar menimpa Andreas turut terekam dalam video tersebut. Untungnya, ia telah mengganti pakaiannya dan mengenakan masker dan topi untuk menutupi wajahnya.
Pak Wildan tak kalah terkejutnya. Meskipun belum pasti, tetapi hatinya mengatakan bahwa sosok pria bertopi tersebut adalah Stefan. Bagaimanapun dirinya hafal betul putra yang telah ia besarkan sedari kecil.
Pak Wildan tak berani angkat bicara, apalagi ini menyangkut kedua putra yang ia sayangi. Namun, hatinya bergejolak, dalam hati dia bertanya-tanya mengapa putra sulungnya itu tega melukai adiknya sendiri.
" Pak Stefan, bisakah anda menjelaskan untuk apa anda datang ke lokasi proyek? Bukankah anda masih memiliki urusan sendiri di kantor dan masalah peninjauan sama sekali bukan kewenangan anda? " tanya Andreas penuh selidik.
Stefan begitu geram, dalam hati dirinya ingin mengumpati adik yang selalu saja menjadi penyebab kesialan baginya.
__ADS_1
" Saya kesana untuk memastikan sejauh mana proyek berjalan. Saya sebagai kakak merasa ikut bertanggung jawab atas kelancaran proyek sebab dulu ini merupakan kewenangan saya. Bagaimanapun Pak Andreas masih kurang berpengalaman, saya tidak ingin proyek ini sampai gagal demi kemajuan perusahaan. Jadi saya melakukan peninjauan terlebih dahulu sebelum Pak Andreas datang." Stefan mencoba mengelak.
Jawaban Stefan cukup masuk diakal bagi para anggota dewan. Namun, tidak bagi Andreas. Ia mengharap kejujuran dari sang kakak, tetapi pria itu masih saja berusaha menutupi kebusukannya.
" Benarkah seperti itu? Tetapi, kenapa anda tidak terlihat lagi setelah tiba diproyek dan mengobrol bersama beberapa pegawai proyek? Padahal mobil anda hanya sebatas mengantar. Harusnya anda masih disana saat saya tiba. Kemana Pak Stefan setelah itu? " selidik Andreas kembali.
Stefan mulai kesulitan mencari alasan, ia berpikir lebih keras agar tak kembali dicurigai.
" Saya memang sengaja tidak menemui Pak Andreas. Saya hanya ingin mendukung anda dari belakang tanpa sepengetahuan anda. Sebagai kakak, sayapun ingin mendukung keberhasilan anda. " Stefan beralasan.
Andreas tersenyum miris, kakaknya benar-benar pandai bersilat lidah. Mendukung? kata-kata itu bagai lelucon bagi Andreas. Yang ada sang kakak justru ingin menjatuhkan bahkan menghabisi nyawanya dari belakang.
" Begitukah?Bagaimana dengan rekaman yang ini. Apa anda masih bisa mengelak?
Netra Stefan membola seketika, di rekaman kali ini berisi percakapannya dengan Cecile saar berada di apartemen wanita tersebut.
" Bagaimana dia bisa mendapatkan rekaman seperti ini? Apa Cecile telah mengkhianatiku? "
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya untuk karya ketigaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗