Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
PENGANTIN PENGGANTI


__ADS_3

Seluruh tamu undangan yang hadir tertegun melihat kedatangan pihak keluarga pengantian pria yang datang tanpa calon pengantin prianya.


Yang ada, justru kini kedua orang tua Alan telah bersimbah airmata. Mereka segera menuju mimbar akad untuk menjelaskan semuanya pada Ririn.


" Paman, Bibi. Ada apa ini? Kemana Alan? Kenapa kalian datang hanya berdua? A-apa yang telah terjadi?"


Kedua orang tersebut langsung dihujani oleh banyak pertanyaan dari Ririn. Gadis itupun merasa cemas dan was-was sebab dari kemarin Alan masih terlihat baik-baik saja.


" Rin, maafkan Bibi. Alan..Alan telah kabur dari rumah. " ungkap wanita itu disela isak tangisnya.


Alangkah terkejutnya Ririn, begitu juga dengan seluruh tamu undangan yang hadir disana. Mereka tak menyangka Alan yang terlihat baik dan ramah bisa sampai kabur dihari pernikahannya.


Orang tua Alan mulai menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Mereka mengatakan bahwa memang sebelumnya Alan telah meminta agar pernikahannya dibatalkan lantaran Ririn tidak mencintainya. Ia tak ingin memaksakan perasaannya pada gadis tersebut.


Namun, kedua orang tua Alan seketika menentang keinginan putranya. Tentu saja, undangan telah disebar dan hari pernikahan hanya tinggal sehari lagi. Ririnpun menerima pernikahan ini. Dan mereka berpikir, jika cinta bisa datang belakangan.


Mulanya mereka mengira jika Alan akan menurut seperti biasanya. Namun, mereka begitu terkejut saat tadi pagi pemuda itu sudah tidak berada dikamarnya. Ia hanya meninggalkan dua pucuk surat. Satu untuk kedua orang tuanya dan satu lagi, ia titipkan untuk Ririn.


Orang tua Alan memberikan sepucuk surat pemberian putranya kepada Ririn. Dengan perasaan bimbang, gadis itu menerima dan membaca surat tersebut.


*Dear Ririn...


Mungkin saat membaca surat ini, aku sudah pergi dari sisimu..


Maaf, aku pergi disaat hari pernikahan kita. Namun kurasa inilah jalan terbaik. Aku tahu hatimu bukan untukku, akupun tahu kau telah mencintai pria lain yaitu Tomy.


Malam itu, ketika aku menjemputmu di pantai, tanpa sengaja aku melihat kalian berdua ditengah guyuran hujan. Tadinya aku ingin langsung menghampiri kalian berdua, tetapi hatiku begitu sesak saat melihat kalian berciuman disana.


Perlahan aku memberanikan diri untuk mendekat tanpa sepengetahuan kalian. Dadaku semakin sakit mendengar kenyataan bahwa kau mencintai pria itu sejak pertama kalian bertemu.


Awalnya,ingin kutepis perasaan sesak itu. Hatiku egois lantaran ingin mempertahankanmu disisiku. Namun, hati ini kembali luluh saat melihat cairan bening yang terus mengalir dimatamu. Aku tak sanggup Rin, aku hanya ingin kau bahagia meskipun itu bukan denganku.


Kau tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku pasti akan kembali jika keadaan sudah membaik nanti. Berbahagialah Rin, raihlah cintamu. Akupun pasti ikut bahagia jika melihatmu bahagia.


Dari yang selalu menyayangimu,


Alan*.


Bulir airmata Ririn kembali mengalir saat membaca surat yang Alan tulus untuknya. Dirinya tak menyangka, Alan begitu tulus kepadanya. Jika saja hati mampu berpaling, namun dalam hatinya telah terpatri nama Tomy disana.


Bu Dian memeluk putrinya untuk menenangkan. Kedua orang tua Alan kembali meminta maaf, kemudian berlalu dari sana.

__ADS_1


Seluruh tamu undangan dan penghulu merasa kebingungan. Apakah pernikahan ini harus diteruskan atau diakhiri sampai disini?


Mereka hampir saja membubarkan diri, namun Andreas bergegas menahan kepergian mereka.


" Tolong tunggu sebentar. Kemungkinan pernikahan ini akan tetap diteruskan." cegah Andreas.


Para tamupun akhirnya kembali duduk. Andreas menemui Ririn dan bermaksud melamar gadis tersebut untuk sahabatnya.


" Rin, maaf sebelumnya. Jika memang Alan sudah merelakanmu untuk Tomy, aku harap kau mau menerima sahabatku itu sebagai pengantin pengganti disini. Aku, mewakili orang tua Tomy yang saat ini berada di luar negeri, berniat memintamu untuk menjadi istri daru Tomi Rahardian. Apa kau bersedia? " ucap Andreas mewakili sahabatnya.


Ririn masih bimbang saat ini, bahkan Tomy sendiri belum mengetahui apa yang sedang terjadi sekarang.


" Tapi Pak Andreas? Apa Pak Tomy bersedia menikah mendadak seperti ini denganku? Bahkan orang tuanya saja tidak ada disini. " tanya Ririn ragu.


Andreas justru tertawa mendengar pertanyaan Ririn,


" Dia pasti setuju. Dari pada dirinya harus menjomblo seumur hidup. Lebih baik dia dinikahkan mendadak seperti ini. Kau tenang saja, masalah orang tua Tomy itu hal yang mudah. Paman dan Bibi adalah orang yang baik dan tidak pernah membeda-bedakan derajat seseorang. " kelakar Andreas meyakinkan.


Ririnpun akhirnya menerima lamaran tersebut. Dirinya tak menyangka bahwa Tuhan masih berbaik hati untuk menyatukannya dengan pria yang ia cintai.


Andreas memanggil dua orang security gedung. Dirinya memiliki rencana tersendiri untuk menjahilu sahabatnya. Lelaki itu nampak berbisik pada keduanya.


" Baik Pak. Kami mengerti. " jawab kedua security tersebut kemudian berlalu menuju ruangan dimana Tomy berada.


***


Tomy masih terpuruk sendiri dalm kesedihan di ruang tempat Ririn dirias barusan. Pria itu menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi sesak di dadanya.


" Ya Tuhan,, apa sekarang Ririn telah resmi menjadi milik pria lain?Kenapa hatiku sesakit ini. " gumamnya sembari menundukkan kepalanya.


Ia kembali menengadah, Tomy memutuskan untuk pergi dari sana. Rasanya sudah tidak ada artinya ia bertahan, yang ada justru hatinya akan semakin perih saat melihat Ririn bersama suami barunya.


Ketika hendak beranjak, tiba-tiba dua orang security masuk dan menatapnya penuh selidik.


" Apa yang anda lakukan disini? Apa kau mau mencuri?" gertak salah satu security tersebut.


Tomy yang sedang kalut ikut terbakar amarah. Dirinya tak terima, seolah kedua security itu tengah menuduhnya.


" Hai! Jaga ucapanmu. Bahkan aku masih sanggup jika harus membeli seluruh gedung ini beserta isinya! " bentaknya tak terima.


Kedua security bersepakat untuk membawa pria itu menuju pos mereka untuk dilakukan pemeriksaan.

__ADS_1


" Kalau begitu anda kami bawa terlebih dahulu ke pos untuk dilakukan pemeriksaan. "


Keduanya segera menangkap Tomy. Lelaki itu ingin melawan, tetapi dirinya enggan untuk membuat keributan di pesta pernikahan Ririn. Dengan terpaksa dirinya pasrah saat kedua security membawanya keluar dari sana.


Tomy begitu terkejut saat kedua security bukannya membawa dirinya ke pos melainkan ke mimbar akad.


Disana nampak Ririn sedang duduk dengan kursi sebelahnya yang masih kosong.


" Rin? Apa maksud semua ini? Dimana Alan? " tanyanya seketika.


Netra Ririn terlihat berkaca-kaca, rasa sedih dan senang seolah membaur dalam hatinya. Senang lantaran dirinya gagal menikah dengan Alan, tetapi dirinya juga bersedih lantaran telah menyakiti lelaki tersebut.


Tomy masih kebingungan dengan apa yang terjadi. Ia menatap penuh tanya pada Andreas.


Andreas mengerti, pria itupun akhirnya berdiri di kursi samping untuk para saksi.


" Pak Penghulu, ini calon pengantin prianya. Silahkan untuk menikahkan mereka."


Ucapan Andreas membuat Tomy terbelalak seketika.


" Apa maksudmu, Bro? Jadi Ririn belum jadi menikah? " tanyanya penasaran.


Andreas tersenyum merekah, ia yakin Tomy pasti sangat senang mendengar kabar ini.


" Iya, Bro. Alan membatalkan niatnya untuk menikahi Ririn. Dan sekarang, tinggal kau saja mau atau tidak menikah dengannya. " goda Andreas.


Raut wajah Tomy berbinar, ia langsung duduk di samping Ririn dengan penuh semangat.


" Pak Penghulu cepat nikahkan saya. " pintanya tak sabar.


Seluruh tamu ikut tertawa melihat pengantin prianya yang sepertinya sudah kebelet. Tanpa latihan apapun, Tomy bisa melafalkan kalimat ijab qabul dengan satu tarikan nafasnya.


Perasaannya begitu lega saat para saksi dan tamu yang hadir mengucapkan kata " SAH" pada keduanya. Akhirnya, pria itu bisa mendapatkan wanita yang ia cintai walaupun harus berstatus pengantin pengganti.


Andreas dan Stevia ikut berbahagia, mereka senang bisa menyatukan cinta keduanya.


" Semoga Tomy dan Ririn menjadi keluarga sakinah mawadah wa rohmah. Aamiin. "


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kaluan disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya ketigaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗

__ADS_1


__ADS_2