Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
PURA-PURA


__ADS_3

Andreas, Cecile, Stevia dan Raihan kini duduk saling berhadapan. Keempatnya sedang menunggu santap siang mereka. Andreas menatap dingin pada Raihan hingga membuat pria tersebut jadi tegang karenanya. Keringat dingin mengucur dari kepala Raihan hingga nampak jelas sampai pelipisnya.


" Raihan kau kenapa? Apa kau sakit?"


Stevia yang berada disampingnya segera mengelap peluh lelaki itu dengan tissue. Ia begitu cemas melihat sahabatnya yang nampak tegang. Tanpa ia sadari, seseorang sedang geram sekaligus geregetan dengan apa yang baru saja Stevia lakukan.


Raihan menurunkan pandangan tanpa berani mengangkat kepalanya, ia tahu jika saat ini Andreas pasti ingin menyantapnya hidup-hidup. Ia menyingkirkan perlahan tangan Stevia yang tengah mengusap peluh diwajahnya.


" Makasih Vie. Aku tidak apa-apa, kau tak perlu khawatir." tolaknya halus.


Stevia mendesah, sikap Raihan sangat berbeda dengan tadi. Ia tahu pria itu tengah dilanda ketakutan lantaran keberadaan Andreas di tengah-tengah mereka. Ia melirik sekilas pada Andreas, pria itu menyeringai senang. Andreas sadar, Raihan tak kan mampu berkutik di depannya.


Makanan merekapun telah tiba di meja. Cecile segera menyambar makanan yang ia pesan untuk dirinya dan juga Andreas, ia mengambil piring pria itu lalu menyajikan beberapa macam lauk diatasnya.


" Andreas, makanlah. Aku yakin kau pasti suka steak ini. Rasanya tidak jauh berbeda dengan steak yang dijual di restoran mewah. "


Cecile meminta pria itu membuka mulutnya, dengan senang hati Andreas melahap makanan yang disuapkan oleh Cecile kepadanya.


" Eeummm...ini benar-benar enak. Tahu begini aku dulu akan sering datang kesini untuk makan siang bersamamu. Makasih ya." ucapnya sembari mengunyah makanannya.


Wanita itu tersipu saat Andreas kembali mengelus puncak kepalanya. Diam-diam ia melirik pada Stevia, tampaknya wanita itu iri dengan kemesraan yang ditunjukan olehnya dan Andreas.


Raihan merasa iba pada sahabatnya, sedikit banyak Stevia sudah menceritakan kondisi hubungannya dengan Andreas selama mereka menikah. Jika ia diposisi Stevia, pasti iapun akan marah melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain di depan matanya. Ia jadi ikut kesal pada Andreas, pria itu sangat berbeda dengan Papanya yang selalu sayang dan memanjakan istrinya.


" Vie? Kaupun juga harus mencoba yang ini. Aku tahu kau sangat suka dengan sayuran. Di tempat ini semua sayurnya berbahan organik. Cocok untukmu yang sangat senang dengan makanan sehat. " Raihan tersenyum sambil meletakkan sesendok pak coy di piring Stevia.


Stevia tersenyum senang, " Makasih ya. Kau memang yang selalu mengerti aku dari dulu. " ia langsung menyantap tumis sayur tersebut dengan lahap.


Stevia sangat menikmati sayur itu hingga tak sadar bekas sayur itu menempel di sudut bibirnya. Raihan tanpa ragu lagi segera mengusap bekas sayur itu langsung dengan tangannya. Keduanya saling melempar senyum dan berpandangan cukup lama.


Andreas hampir kesusahan menelan steak yang ada di mulutnya. Ia tak menyangka jika Raihan seolah ingin menantangnya. Ingin sekali ia menghajar pria itu karena telah berani menyentuh wajah istrinya.


Cecile mencoba menyuapi Andreas kembali, tetapi Andreas menahan lantaran mulutnya yang masih penuh oleh makanan. Wanita itu sungguh kesal melihat Andreas yang lebih sibuk memperhatikan dua orang dihadapannya daripada menikmati makan siang bersamanya.


Cecile tak kehabisan akal, kali ini dirinya ingin mencoba sesuatu yang lebih sensual. Wanita itu mendekatkan kursinya pada Andreas dengan sedikit mencondongkan tubuhnya agar bersentuhan dengan tubuh Andreas. Tangannya bermain dibawah, ia mulai mengelus-elus bagian paha pria itu hingga mendekati pangkal paha.


Andreas terkesiap, tubuhnya bereaksi saat merasakan sentuhan Cecile yang begitu dekat dengan area terlarang miliknya. Ia menelan kasar salivanya, dirinya tak habis pikir Cecile malah menggodanya ditempat umum. Diam-diam ia menyingkirkan tangan wanita itu, namun Cecile malah mengulanginya kembali.


Stevia merasa curiga melihat raut wajah Andreas yang berubah tegang secara tiba-tiba. Dengan sengaja ia berpura-pura menjatuhkan sendok ditangannya lalu berusaha mengambil di bawah meja. Betapa terkejut dirinya saat melihat apa yang dilakukan Cecile terhadap suaminya.


" Dasar wanita penggoda. Awas saja, aku pasti membalasmu. " batinnya kesal.

__ADS_1


" Aaa,, Cecile di dekat kakimu ada kecoa! " teriak Stevia berpura-pura ketakutan..


Cecile terperanjat seketika, iapun geli dengan hewan kecil yang identik dengan sesuatu yang kotor dan banyak kuman itu.


" Aa...dimana? dimana? " wanita itu berdiri seketika, tubuhnya melonjak lonjak karena ketakutan. Ia menoleh ke segala arah, barang kali saja hewan kecil itu hinggap di badannya. Wanita itu menggerayangi tubuhnya yang serasa geli karena fobia terhadap hewan itu.


Stevia tertawa lepas, akhirnya ia mampu mengerjai si wanita panggoda. Cecile terdiam seketika, dari tawa Stevia dirinya sadar bahwa wanita itu hanya mengerjainya saja.


" Kau pasti sengaja menakut-nakutiku bukan? " tanyanya kesal.


Stevia mencoba menahan tawanya, namun begitu sulit saat mengingat Cecile yang ketakutan akibat ulahnya. Untuk beberapa saat akhirnya ia mampu mengkondisikan tawanya.


" Maaf,, Maaf. Aku hanya teringat Andreas yang mengerjaiku sewaktu di apartemennya. Aku sangat ketakutan lalu memeluknya sampai Andreas hampir kehabisan nafas. Benarkan Andreas? " godanya pada sang suami.


Ucapan Stevia kembali menyulut emosi Cecile hingga ke ubun-ubun. Ia tak menyangka jika Andreas pernah membawa Stevia ke apartemen lelaki itu. Dengan segera ia menyambar tasnya, nafsu makannya langsung hilang akibat terbakar cemburu dan masih memikirkan hewan menjijikan tadi.


Andreas terkejut melihat Cecile yang pergi dengan keadaan kesal. Ia merutuki Stevia yang selalu saja membuat masalah dengannya. Pria itu segera menyusul kekasihnya untuk menenangkan.


Steviapun segera mengakhiri makan siangnya, ia menarik tangan Raihan dan mengajak pria itu menyusul Andreas dan Cecile. Ia tak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat dua sejoli itu bertengkar akibat ulahnya.


Andreas berhasil menyusul Cecile, ia ingin meminta maaf pada wanita tersebut.


" Cil,, dengarkan penjelasanku dulu. Stevia dan aku ke apartemen hanya untuk mengambil barangku yang ketinggalan disana. Aku tidak melalukan yang lebih dari itu. " jelasnya berbohong.


" Heemm,, kau sudah pintar berbohong sekarang ya, sayang? Bukankah kau membawaku pergi ke apartemenmu karena aku mabuk di club waktu itu. Andreas kau benar-benar tidak melakukan apapun kan?" ejek Stevia setengah menggoda. Sebenarnya dirinya dulu tak begitu yakin Andreas tidak berbuat apa-apa padanya.


Andreas menatap nyalang kepada Stevia,


" Culun, kau diamlah jangan memperkeruh suasana. Jangan membuatku bertindak lebih kepadamu! " bentaknya pada Stevia.


Cecile jadi teringat kejadian saat di club, batinnya ikut bergejolak.


" Jadi waktu itu Andreas pergi membawa Stevia dan meninggalkanku? Apa jangan-jangan Andreas mulai menaruh hati pada wanita itu? Tidak-tidak ini tidak bisa dibiarkan! "


Cecile mendekati Andreas, tiba-tiba saja ia memeluk erat lelaki itu.


" Baiklah. Aku percaya padamu, Andreas." ia tak ingin Stevia merasa diatas angin karena berhasil mengadu domba dirinya.


Stevia tak habis pikir, ternyata Cecile percaya begitu saja pada Andreas. Dan apa ini? Lagi-lagi ia harus disuguhi pemandangan tak mengenakkan dan menyesakkan dadanya.


Stevia segera berbalik, netranya mulai berkaca-kaca menahan api cemburu. Raihan benar-benar tak tega melihat Stevia bersedih seperti ini. Tiba-tiba wanita itu memegangi kepalanya dan tubuhnya langsung terjatuh ke lantai begitu saja.

__ADS_1


" Stevia!" Raihan segera mendekati wanita itu dan berusaha menolongnya.


Andreas terkesiap mendengar teriakan Raihan. Dirinya sangat terperanjat melihat Stevia pingsan. Pria itu seketika melepas pelukan Cecile dengan kasar lalu mendekati istrinya.


" Minggir! "


Buru-buru Andreas mendorong tubuh Raihan menjauh dari istrinya.Lalu menopang kepala Stevia di bahunya.


" Stevia! Stevia bangun! Stevia! " pria itu terlihat ketakutan. Berulang kali ia menepuk pelan pipi sang istri.


Andreas sangat kebingungan, ia takut terjadi apa-apa pada istrinya. Dengan segera ia membopong wanita itu menuju klinik kesehatan di kantornya.


Ia membawa Stevia menuju lift untuk mempercepat penanganan, netranya berkaca-kaca, ia memeluk Stevia yang masih pingsan dalam gendongannya.


Lift telah tertutup, ia menatap wajah istrinya.


" Sayang, kumohon bangunlah. Jangan membuatku takut seperti ini." gumamnya berduka.


" Kenapa kau mengacuhkanku jika kau memang mencintaiku, Andreas? "


Andreas terkesiap, ia melihat Stevia sudah membuka mata dan tersenyum kepadanya. Ternyata wanita itu hanya berpura-pura saja.


" Kau? Jadi kau tadi menipuku?!" ungkap Andreas kesal.


Wanita itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


" Dasar Culun! Aku sangat menyebalkan!" ia langsung melepaskan gendongannya pada Stevia hingga wanita itu terjatuh karenanya.


" Aauuu." Stevia merasakan pinggangnya yang encok.


" Andreas tunggu! " panggilnya kembali.


Andreaa berbalik dan menatap geram kepadanya.


" Culun! Aku pastikan tak akan tertipu lagi olehmu! " umpatnya kesal. Iapun meninggalkan Stevia begitu saja.


Wanita itu memperhatikan suaminya yang mulai menghilang di balik lorong.


" Dasar Andreas sombong, keras kepala! Kalau cinta buat apa ditahan-tahan. Dia sendiri nanti yang akan tersiksa." gerutunya seorang diri.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya ketigaku. Dukungan kalian semangat Author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗---


__ADS_2