
Dede emas di larang membacanya, karena terdapat adegan yang hareudang.
_________***_________
Darren mengangkat tubuh Dira sembari mencium bibir Dira. Di rebahkannya Dira di atas kasur tanpa melepaskan ciumannya. Darren langsung mengukung Dira dan mencium bibir Dira lembut.
Decapan suara ciuman mereka semakin tak terkendali, saling memagut, saling melu mat, saling membelit lidah. Darren terus mencium bibir Dira yang semakin liar dan berha srat. Tangan Darren juga tidak tinggal diam, tangan Darren terus mere mas dada Dira.
"Eehhngg...." Dira mende sah di sela ciuman yang semakin membara. Bahkan kini lingerie yang di kenakan Dira sudah tersingkap ke paha Dira.
Tangan Darren yang tadinya berada di atas dadanya Dira, kini turun mengelus paha mulus Dira dan kini bergerak ke area kain segitiga yang di kenakan oleh Dira. Darren mengelus kain segitiga Dira, lalu jemarinya Darren bergerak ke tepi atas kain segitiga dan menelusup masuk untuk menyentuh yang selama ini tersembunyi di balik kain segitiga itu.
Ibu jari Darren memutari bagian terkecilnya itu pelan dan lembut, mengelus secara halus dan juga merayu sang pemilik di balik kain segitiga Dira.
"Aahhngg...." desa han Dira terlontar sangat merdu di telinga Darren, sehingga membuat Darren semakin memperdalam ciumannya dan juga jemarinya yang sedang bekerja di balik kain segitiga itu.
Tubuh Dira gelisah saat Darren terus merayu dan memberikan kenikmatan lewat kedua jemari Darren yang sedang bekerja menerobos jalanan lembab dan hangat itu.
Ciuman Darren terlepas dari bibir Dira dan berpindah ke rahang kiri Dira, lalu ke dagu kemudian ke rahang kanan Dira dan meninggalkan jejak basah di rahangnya Dira.
Kelopak mata Dira semakin terpejam merasakan bibir Darren yang sedang memanjakan kulit lehernya yang mulus. Menyapu seluruh kulit lehernya dan terlontarlah suara seksi Dira yang terus mende sah.
Darren terus memberi kecupan-kecupan kecil di setiap inci kulit leher Dira, serta memberikan tanda cinta di lehernya yang kini sudah berhias warna merah sebagai bukti nyata kalau malam ini Dira Auliyana akan sah menjadi pemilik seorang Darren Alviansyah.
Dira bergelinjang gelisah, saat jemari Darren yang terus tarik ulur menerobos masuk di tempat yang sebentar lagi jadi hunian si burung kisutnya itu, yang akan mengeluarkan lahar hangatnya.
__ADS_1
"Reen... aaaku... aarrggh...."
Darren mengangkat kepalanya, hanya untuk melihat wajah Dira yang akan menjemput deburan kenikmatannya untuk pertama kalinya Dira rasakan.
Mata Dira semakin terpejam, satu tangan Dira menarik rambut Darren dan satu tangan Dira menggenggam seprai dengan mulut Dira terbuka dan mendongakkan kepalanya saat gelombang kenikmatan itu kini sudah datang menjemputnya keluar dan meninggalkan rasa nikmat yang tak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
"Aarrggh...." Dira meng erang dengan nafas naik turun dan memburu.
Darren tersenyum puas, karena berhasil membuat Dira merasakan deburan cinta yang dia berikan lewat jemarinya yang terus merayu tanpa henti.
Darren mencium kening sang pujaan hatinya, setelah itu tangan Darren melepaskan lingerie yang di kenakan Dira dan mencampakkannya begitu saja di lantai. Kedua mata Darren menyapu seluruh tubuh Dira yang masih mengenakan bra dan kain segitiga yang berwarna merah.
Kedua tangan Darren, bergerak untuk menyentuh si kembar yang masih terbungkus itu dan memberi pijitan lembut. Dira menggigit bibir bawahnya saat kedua tangan Darren merayu si kembar yang masih terbungkus rapi.
"Duduk, Ra," pinta Darren lembut, dan menarik tangan Dira agar duduk di pangkuannya. Darren mencium bibir Dira, sedangkan satu tangannya mengelus punggung halus Dira.
Kedua tangan Dira mengalung di leher Darren, sedangkan satu tangan Darren memijat salah satu si kembar yang kini terbebas dari Kungkungan bra yang membungkusnya.
wajah Darren turun untuk merayu si kembar yang tergantung bebas tanpa penghalang. Di pangutnya salah satu si kembar dengan gerak bibirnya yang terus menerus menggodanya sejak tadi dan memainkannya benda kenyal dan kecil di tengah si kembar.
Darren bergantian memagut si kembar, sehingga membuat Dira semakin terbakar gelora api asmara yang membara. Desa han dan era ngan terus terdengar nyaring dari mulut Dira, karena Darren terus menyentuh dan memanjakan si kembar dengan lembut dan meninggalkan jejak basah.
Dira membusungkan si kembar agar Darren semakin dalam menggodanya, tangan Dira yang berada di belakang kepala Darren menekan seolah meminta lebih dari ini.
"Eengghh...." Dira semakin terpejam, karena satu tangan Darren mengelus jalanan yang nantinya akan di terobos oleh si burung kisutnya. Di tarik ulurkan si jalanan yang sudah basah itu tanpa henti.
__ADS_1
"Ra... lihat aku, pandang aku," pinta Darren parau.
Dira membuka matanya dan menatap kedua bola mata Darren yang berkabut gai rah.
Darren ingin menatap bola mata Dira, disaat Dira kembali menjemput gelombang kenikmatan yang sangat menyesatkan imannya. Di ciumnya bibir Dira sesaat, sedangkan tangannya terus merayu jalanan yang masih sempit itu. Dira menggigit bibir bawahnya karena sesaat lagi akan menjemput deburan hangatnya untuk kedua kalinya. Mulut Dira terbuka dan mengeluarkan rintihan yang semakin membuat Darren terus bergerak cepat.
"Ra... tatap aku," bisik Darren di depan bibir Dira.
Dira membuka matanya menatap Darren, tapi Dira kembali memejamkan matanya saat sesuatu yang akan tumpah di bawah sana. Di dekap kepala Darren saat Dira kembali merasakan nikmatnya Pele Pasan keduanya.
"Uuuhhh...." erang Dira.
Darren membiarkan Dira, merasakan sisa Pele pasannya. Setelah itu Darren merebahkan tubuh Dira, dirinya yang masih mengenakan celana segera melepaskan dan mencampakkannya ke lantai, begitupun kain segitiga Dira.
Kini Dira dan Darren sama-sama polos. Sebelum ke intinya Darren mencium bibir Dira sesaat dan berbisik.
"Bersiaplah karena aku akan mengesahkan kamu menjadi istriku yang sesungguhnya."
Darren mengecup kembali bibir Dira.
Darren mengarahkan si burung kisutnya yang kini bergembira riang, karena sebentar lagi mendapatkan hunian nyaman dan hangat. Hunian yang akan menjadi tempat terfavoritnya.
Di perkenalkan dulu jalanan yang sudah basah itu, agar si burung kisutnya tidak tersesat ke jalan yang lain dan tidak halal. Di biarkan si burung kisutnya untuk mengintip jalanan yang masih gelap dan sempit, karena belum ada yang pernah melewatinya.
_______***______
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like ππ