Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Nasihat sederhana


__ADS_3

"Iya... Tapi tenang hukuman kali ini ringan buat kalian. Mungkin kalian bakal suka dengan hukumannya," sambung Dira seraya mengelus perutnya.


"Memangnya apa hukumannya?" Tanya Mateo penasaran.


"Ho'oh... Emang apa, Ra," timpal Arga.


"Tunggu saja dulu. Biarkan Regan istirahat sejenak," jawab Dira.


Sudah sekitar lima belas menit, Regan istirahat dari rebahannya. Dira menghampiri mereka berlima yang tengah bersantai. Mang Ujang juga mendekatinya, karena permintaan Dira.


"Ayo, lanjutkan hukuman kalian semua," perintah Dira.


Mereka berlima segera berdiri dan siap mendengarkan hukuman apa yang akan di suruh Dira. Mang Ujang berdiri di samping Dira dan siap dengan tugas yang di mintai nya.


"Hukuman kali ini... Kalian semua harus melakukan sit-up sebanyak tiga puluh kali dan juga push up sebanyak tiga puluh kali. Bagaimana? Gampang kan."


"Gampang sih! Tapi bisa di kurangin nggak, jadi sit up lima belas kali dan push up juga lima belas kali," nego Regan dan di anggukan juga oleh Very.


"Oh... Baiklah. Jadi sit up dan push up masing-masing menjadi empat puluh kali," tambah Dira.


"Apa! Kenapa jadi nambah, Ra!" Ucap Regan yang tak terima masa hukumannya di tambah.


"Kalau ada yang tidak terima aku tambahin lagi." Dira memberi peringatan keras, jika tidak ada yang menurutinya.


"Cepat laksanakan," perintah Dira tegas.


Dengan terpaksanya, mereka berlima harus menuruti perintah Dira. Mang Ujang yang sejak tadi di samping Dira di beri tugas untuk menghitungnya.

__ADS_1


Awal-awal melakukan sit up, mereka berlima masih sanggup melakukannya. Hingga tiba di hitungan dua puluh, kelimanya mulai kehabisan tenaga.


"Dua puluh dua, dua puluh ...tiga," Mang Ujang terus menghitung dan mulai lambat menghitungnya, karena mereka semua melakukan gerakan sit up nya melambat.


*


Mereka semua berhasil melakukan gerakan sit up sampai selesai, walau dengan susah payah. Kemudian kelimanya lanjut dengan push up. Terlihat jelas kalau kelima lelaki itu sudah tidak sanggup melakukan gerakan push up dan juga tenaga mereka sudah habis terkuras.


Kelima lelaki itu, terus berjuang sampai hitungan terakhir. Sedangkan ibu hamil itu tengah asik menikmati segelas jus naga.


Kelimanya sama-sama ambruk, setelah selesai melaksanakan hukuman terakhirnya. Mereka belum mampu bangun dari tidurannya di atas lantai. Rasa lelah, capek dan pegal-pegal, kini mereka rasakan.


"Capek...." Keluh Arga.


"Iya... Gue kapok ngajak si Darren ke club malam lagi," cetus Regan dengan nafas memburu.


"Bagaimana? Asik kan mendapat hukuman," ejek Dira yang kini sudah berdiri di depan mereka.


Kelima lelaki itu mendengus mendengar perkataan Dira.


"Lumayan," jawab Very.


Mereka berlima langsung duduk dari tidurannya.


"Apa masih mau mendapatkan hukuman lagi," ujar Dira seraya menatap dingin kepada mereka.


"Nggak! Sudah cukup!" Tolak Regan mentah-mentah.

__ADS_1


"Kenapa menolaknya?" Sambung Dira menatap Regan.


"Gue janji nggak akan ngajak Darren ke club malam lagi," jawab Regan.


"Bukan hanya Darren tapi berlaku untuk semuanya," balas Dira tegas.


"Iya...." Jawab Regan.


"Dengar ya, kita ini hidup di dunia hanya sekali dan kita harus bisa memanfaatkan kehidupan kita di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Apa kalian mau, mati dalam keadaan hina. Seperti meninggal dalam keadaan mabuk, judi dan lebih parah lagi mati dalam keadaan sedang berzina. Nauzubillah... Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan seperti itu. Maaf... Jika aku menghukum kalian semua. Aku lakukan ini semua agar kalian kapok dan tidak pergi lagi ke tempat seperti itu lagi. Bukan berarti aku melarang kalian untuk berkumpul, tapi tolonglah jangan pernah datangi tempat maksiat itu. Sekali-kali kalian harus mencoba kegiatan yang baik, seperti membantu fakir miskin, memberi sembako atau memberi makanan kepada orang-orang yang hidupnya susah. Sedekah itu akan menghapus dosa-dosa kita, seperti air yang memadamkan api dan sedekah itu akan melihat gandakan harta kita." Terang Dira panjang kali lebar.


"Sekarang aku mau bertanya kepada Regan , Very dan Arga. Apa kalian mau memiliki istri bekas wanita penghibur? Yang tubuhnya sudah di jemaah oleh lelaki lain?" Tanya Dira memandangi mereka bertiga satu-satu.


"Nggak...." Jawab mereka serempak sembari menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Dira lagi.


"Gue juga mau punya istri baik dan akhlak yang baik," ucap Arga.


"Kalau kalian mau punya istri yang baik, kalian harus bisa mengubah hidup kalian menjadi lebih baik lagi. Kalian itu lelaki dan kelak kalian akan menjadi seorang pemimpin di dalam rumah tangga yang kalian jalani dan kalian harus bisa memberi contoh yang baik untuk anak dan istri kalian kelak. Jadi aku harap kalian harus bisa meninggalkan kebiasaan buruk kalian seperti minum-minuman, datang ke tempat seperti itu, apalagi sampai melakukan hubungan suami istri."


Regan terdiam, merasa tertohok dengan perkataan Dira. Nasihat sederhana tapi mampu menusuk hatinya, karena dirinya yang sering mendatangi club malam dan pastinya pulang membawa wanita penghibur untuk memuaskan kebutuhan biologisnya.


_________***_________


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘πŸ‘


To be continued.....

__ADS_1


__ADS_2