Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Biar aku saja


__ADS_3

Area dewasa.


***


"Ra, tunggu!!" teriak Darren.


Dira tidak menyahuti teriakan Darren. Dira tetap melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Darren berlari kecil mengejar Dira dan segera meraih tangan Dira.


"Jangan ngambek dong," ucap Darren sembari merangkul pundak Dira dan mencium pipi Dira gemas.


"Iiihh ... apaan sih!" sebal Dira sembari menyingkirkan wajah Darren dari pipinya.


Darren tertawa kecil, karena gemas melihat Dira yang terlihat sangat kesal terhadapnya. Cindy yang melihat kebucinan Darren dan Dira ikut tersenyum senang, lantaran dirinya tau kalau Darren paling anti yang namanya bucin.


"Ternyata bisa bucin juga, bang Darren," gumam Cindy yang terus memperhatikan Darren dan Dira yang kini sedang naik tangga menuju kamarnya.


Dira dan Darren tiba di kamar. Darren menarik pinggang Dira yang akan melangkah ke arah kamar mandi.


"Lepas!" pinta Dira.


Akan tetapi Darren semakin mengeratkan rengkuhan pinggang Dira. Dira mendengus, karena Darren tidak melepaskan rengkuhannya.


"Lepas, aku mau pipis," kata Dira berusaha melepaskan lilitan tangan Darren.


Darren langsung menggendong Dira dan membawanya ke kamar mandi. Darren menurunkan Dira di dekat closet. Dira mengadahkan pandangannya menatap Darren yang masih berdiri di depannya.


"Ngapain masih di sini?" tanya Dira.


"Nungguin kamulah," jawab Darren cuek.

__ADS_1


"Ngapain di tungguin! memangnya aku anak kecil!" tukas Dira sedikit ketus.


"Kamu mau pipis atau mau ngajak aku ngobrol."


"Mau pipis lah! tapi kamu keluar," cetus Dira mengusir Darren.


Darren menggeleng dan tetap berdiam diri di sana. Dira mendengus dan terpaksa Dira buang air kecil di tungguin oleh Darren.


Selesai buang air kecil, Darren mengangkat tubuh Dira dan di dudukan di meja westafel. Darren mengambil sikat gigi dan juga pasta gigi, kemudian Darren menuangkan pasta gigi ke sikat gigi dan menyerahkan kepada Dira, begitupun juga dengan dirinya. Keduanya sama-sama menggosok gigi dan juga membersihkan wajah.


Darren akan mengangkat tubuh Dira, tapi Dira menolaknya. "Aku mau jalan saja," ucap Dira yang masih duduk di atas meja westafel.


"Baiklah."


Dira turun dan melangkah keluar dari kamar mandi yang juga di ikuti oleh Darren.


"Ra...."


"Kayaknya anakku minta di kunjungi," Kata Darren saat Dira akan naik ke atas ranjang.


Dira menatap Darren dengan memicingkan matanya, setelah itu Dira mendekati Darren.Dira sudah berdiri di depan Darren dan menatap Darren datar.


Darren memiringkan wajahnya akan mencium bibir Dira, tapi Dira menahan bibir Darren.


"Tunggu," tahan Dira.


"Kenapa?"


Dira memutarkan tubuhnya dan mengangkat rambutnya. Tanpa di mintai, Darren langsung membuka resleting gaun Dira. Dira membalikkan badannya, tangannya bergerak membuka gaun yang melekat ditubuhnya, hingga terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Dira menarik kerah baju Darren dan langsung menyambar bibirnya Darren yang langsung disambut riang oleh Darren.


Sambil terus mencium bibir Darren, tangan Dira bergerak membuka jas Darren, setelah itu jemari Dira membuka kancing baju Darren. Dira juga membuka kancing celana dan menurunkan resleting celana Darren.


Darren melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Dira sesaat hanya untuk membuka celananya, setelah itu Darren mengangkat tubuh Dira dan membawanya ke ranjang.


Dira bangun dan mendorong tubuh Darren sampai punggung polosnya menempel di atas ranjang. Dira naik ke atas tubuh Darren dan membungkuk untuk mencium dada bidang Darren.


"Malam ini biar aku yang memegang kendalinya," bisik Dira di telinga Darren.


Darren hanya tersenyum, setelah itu Dira meraup bibir tebal Darren dan saling menyesap satu sama lain juga saling membelit lidah.


Tangan Dira bergerak turun ke bawah perut Darren dan menggenggamnya naik turun.


"Aah... Ra...." desah Darren merasakan jemari Dira merayu si burung kisutnya lembut.


Wajah Dira turun ke leher Darren dan memberi tanda merah bukti cintanya serta memberi kecupan-kecupan kecil di leher Darren.


Jemari Dira terus bekerja memberi kepuasan untuk sang suami tercinta sebelum dirinya menenggelamkan wajahnya di bawah perut Darren.


Darren meraup rambut Dira menjadi satu, setelah itu Dira mulai melancarkan aksinya di benda pusaka yang sudah menantangnya itu.


Darren tak kuasa menahan desa hannya saat Dira menyiksanya di bawah sana. Keduanya saling beradu pandang dan keduanya sudah tertutup kabut asmara yang menggebu-gebu.


Dira menarik diri dari bawah sana dan mencium bibir Darren sesaat.


"Bersiaplah, aku akan membuatmu gelisah nikmat di atas ranjang," ucap Dira seraya menggoda Darren.


__________***________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like untuk memberi semangat buat othor.


__ADS_2