Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Pulang telat


__ADS_3

Permainan pun berhenti dan kali ini yang benar-benar sampai mabuk berat adalah Mateo dan Very. Darren dan Regan juga mabuk tapi tidak sampai benar-benar mabuk berat, tidak seperti Mateo dan Very. Satu-satunya yang tidak mabuk yaitu Arga.


Tiga wanita seksi itu, masih menemani mereka. Arga yang melihat ke empat sahabatnya pada mabuk, geleng-geleng kepala dan menghela nafasnya.


Terpaksa gue harus nganterin Mateo dan Very pulang. Batin Arga.


"Hey... Kalian bertiga sana pergi dari sini," usir Arga kepada ketiga wanita seksi yang sejak tadi menemani mereka.


"Jangan," cegah Regan yang mencekal tubuh wanita yang sejak tadi di sampingnya, sedangkan dua wanita yang lainnya pergi meninggalkan Darren dan teman-temannya.


"Jangan bilang kalau elo mau main celup-celupan," sindir Darren seraya menendang betis Regan.


Regan hanya tertawa, sedangkan Darren menggelengkan kepalanya, entah sampai kapan Regan akan berhenti bermain dengan wanita-wanita ja lang.


"Gue pergi dulu," pamit Regan dengan wanita tersebut seraya merangkul pinggangnya mesra.


Setelah kepergian Regan, Arga memanggil security club untuk membantunya memapah Mateo dan Very yang mabuk berat. Bahkan keduanya meracau tak jelas. Darren juga di papah oleh Arga sampai di depan mobilnya Darren.


Mateo dan Very di bawa masuk ke mobil Arga dan tugas Arga yang mengantarkan keduanya pulang.


"Elo nggak ikut mobil gue aja," tawar Arga, karena Darren juga mabuk meski tidak terlalu parah.


"Tenang saja, Ga. Gue masih bisa nyetir mobil. Elo nggak usah khawatir," ucap Darren sembari menepuk pundak Arga.

__ADS_1


"Elo yakin," tukas Arga meragukan Darren menyetir mobil sendiri dalam keadaan mabuk.


"Hmm... Percaya sama gue," jawab Darren meyakinkan Arga.


"Ya sudah, tapi hati-hati bawa mobilnya," imbuh Arga dan Darren hanya mengacungkan jempolnya.


Darren berjalan sempoyongan ke mobilnya. Arga secepatnya masuk ke dalam mobil. Meskipun Darren sudah meyakinkannya kalau dirinya masih sanggup membawa mobil, tapi Arga tetap mengkhawatirkan Darren.


Mobil Darren sudah jalan duluan dan Arga mengikuti mobil Darren dari belakang. Arga membuntuti mobil Darren sampai pintu masuk komplek perumahan Darren.


Arga bernafas lega setelah mobil Darren masuk ke komplek perumahannya dengan selamat, setelah itu Arga harus mengantarkan Mateo dan Very pulang.


*


*


Gelap


Darren menelan Salivanya dan bersiap kena marah Dira. Tapi, di dalam hatinya berharap kalau Dira sudah tidur.


Darren menyeret langkah kakinya ke meja nakas untuk menyalakan lampu tidur.


Lampu tidur pun menyala, juga di ikuti dengan nyalanya lampu utama. Darren terkejut dengan menyalanya lampu utama, lalu Darren memutarkan badannya di mana seorang wanita hamil tengah menatapnya dingin.

__ADS_1


"Ra... be- belum tidur," ucap Darren terbata-bata.


Dira diam tidak menjawab perkataan Darren. Dira melirik jam di dinding yang menunjukkan jam dua kurang lima belas menit. Darren menggaruk kepala belakangnya, sedangkan Dira hanya diam dengan tatapan dinginnya.


" Sayang, a-aku min-ta maaf karena aku pu--" ucapannya terhenti saat Dira mengangkat satu tangannya ke udara.


"Lebih baik segera membersihkan diri, karena kamu bau," ucap Dira masih dengan sikap dinginnya.


" Kalau gitu aku ke kamar mandi dulu," ujar Darren sembari menunjuk arah kamar mandi.


Darren segera melangkah ke kamar mandi. Dira menghela nafas berat, setelah Darren masuk ke dalam kamar mandi. Untuk malam ini Dira enggan berdebat dengan Darren, dan memilih mengistirahatkan tubuhnya. Apalagi ia belum tidur barang sedetik pun karena sejak tadi menghawatirkan suaminya yang belum pulang-pulang.


Kali ini aku membiarkan kamu bernafas lega, tapi jangan harap dengan besok. Batin Dira, lalu Dira segera merebahkan tubuhnya dan segera tidur.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. Darren keluar sembari melirik Dira yang ternyata sudah berada di atas ranjang.


"Syukurlah Dira tidur," lirih Darren seraya mengelus dadanya, setelah itu Darren mengambil pakaiannya lalu mengenakan pakaiannya. Selesai berpakaian Darren langsung bergabung dengan Dira di atas kasur.


_____***____


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2