
Dira duduk di depan kolam renang dengan perasaan kesal karena Darren tidak memperdulikannya. Dira menatap lurus sambil terus menggerutu kesal dengan sikap Darren.
Sedangkan Darren mencari Dira. Darren pikir Dira tengah berada di kamarnya tapi ternyata Dira tidak ada di kamarnya.
"Dira kemana ya?" gumam Darren sembari menutup pintu kamar. Darren melangkah ke arah balkon dan lagi-lagi dirinya tidak menemukan Dira, tapi saat akan memutarkan tubuhnya. Darren sekilas melihat seseorang tengah duduk di depan kolam renang. Darren melangkah ke pinggir balkon dan memastikan siapa gerangan yang tengah duduk di sana.
"Aku cariin ternyata dia duduk di sana," gumam Darren.
Darren segera meninggalkan balkon dan turun untuk menemui Dira. Darren berdiri di ambang pintu dan melihat Dira tengah berdiri di tepi kolam renang sambil berdecak kesal. Darren mendekati Dira dan langsung memeluk Dira dari belakang.
"Kenapa, hmm?" bisik Darren seraya mencium pipi kiri Dira.
Dira melengoskan wajahnya, rasa kesal masih menguasai hatinya. Apalagi saat mengingat perempuan itu yang bergelayut manja di lengan Darren, membuat hati Dira bertambah kesal.
"Kenapa sayang? apa aku sudah membuat kamu kesal?" tanya Darren, karena dirinya melihat kekesalan Dira.
Dira tak menjawab, tapi Dira melepaskan tangan Darren yang melingkar di pinggangnya. Setelah itu Dira melangkah menghindari Darren, tapi Darren justru menahan tangan Dira.
"Hey! ada apa? kenapa kamu sangat kesal sekali terhadapku?" tanya Darren bingung.
"Aku lagi malas bicara sama kamu!" ketus Dira. " Lebih baik kamu temani saja perempuan yang sejak tadi berada di samping kamu!"
Dira menarik tangannya dari genggaman Darren dan pergi meninggalkan Darren yang masih berdiri di tepi kolam renang sembari mengernyitkan dahinya bingung.
__ADS_1
"Perempuan yang mana?" gumam Darren, "Apa yang dimaksud Dira adalah Cindy?!"
"Kalau yang dimaksud itu Cindy, berarti Dira sudah salah paham."
Darren segera menyusul Dira masuk ke dalam rumah tapi Darren tidak melihat Dira diantara semua tamu.
"Bi, lihat Dira?"
"Oh, non Dira. Tadi saya lihat ada di dapur."
Darren gegas melangkah ke dapur dan ternyata Dira tengah membantu para bibi di dapur.
"Sayang... ngapain disini?"
Dira hanya melirik sekilas dan melanjutkan apa yang sedang di kerjakannya. Darren menggelengkan kepalanya melihat Dira yang tengah cemburu terhadapnya.
Darren sedikit memaksa Dira agar ikut bersamanya dan juga agar Dira tidak salah paham dengan kedekatannya dengan Cindy.
"Ra, sini," panggil mami Yuli seraya mengibaskan tangannya, meminta Dira mendekatinya.
Dira dan Darren mendekati mami Yuli. Dira melirik sinis saat tau ada perempuan yang membuatnya kesal. Darren mengulum senyumnya melihat Dira yang tengah dilanda cemburu.
"Ada apa, mi?"
__ADS_1
"Perkenalkan ini keponakan mami, namanya Cindy," ucap mami Yuli memperkenalkan Dira dengan Cindy. Orang yang sejak tadi membuatnya cemburu dan ternyata orang yang di cemburuinya adalah sepupunya Darren.
"Cindy, ini Dira istrinya Darren."
Cindy mengulurkan tangannya, begitupun Dira yang menyambut uluran tangan Cindy. Dira merasa bersalah karena sudah mencemburui Cindy.
"Maaf, tadi aku tidak menyapamu. Ya ... begitulah kalau kami sudah bertemu suka lupa waktu karena terlalu asik membicarakan apa saja," ungkap Cindy.
"Aku harap kamu tidak cemburu melihat kedekatan aku dan bang Darren," sambung Cindy.
"Nggak kok," jawab Dira yang berusaha menutupi rasa malu karena cemburu terhadapnya.
"Mi, Cin. Kami ke kamar duluan ya. Kasihan Dira kalau terlalu kelelahan," seloroh Darren yang merangkul pundak Dira.
"Iya, Dira harus banyak istirahat dan jangan lupa minum vitaminnya dan juga susu hamilnya," kata mami Yuli mengingatkan Darren.
'Iya, mi."
Dira dan Darren meninggalkan mami Yuli dan Cindy, tapi sebelum itu Darren mengajak Dira menyapa teman-temannya yang belum pulang.
Anin dan Dira berpelukan, setelah itu Anin dan Mateo berpamitan yang juga di ikuti sama temannya yang lain untuk segera pamitan.
"Ayo, kita juga harus segera istirahat. Apalagi kamu sudah memendam rasa kesal karena sudah cemburu terhadap Cindy, pasti sangat melelahkan hati," goda Darren dengan senyum yang terkulum.
__ADS_1
Dira melengoskan wajahnya, dan meninggalkan Darren di sana.
"Ra, tunggu!!" teriak Darren.