Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Uring-uringan


__ADS_3

Keesokan harinya, Darren bangun kesiangan. Darren melirik jam di dinding seraya mengusap wajahnya. Biasanya Dira selalu membangunkan dirinya, tapi kali ini Dira tidak membangunkannya. Kalau sudah seperti ini, Darren harus berjuang merayu Dira agar tidak marah.


Darren turun dari kasur dan Darren harus cepat-cepat membersihkan diri. Sekitar sepuluh menit, Darren mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Darren langsung mencari keberadaan Dira.


"Bik... Lihat Dira nggak?" Tanya Darren kepada bik Tatik.


"Kalau nggak salah... Tadi saya lihat ada di taman belakang, menemani nyonya Oma," jawab bik Tatik.


"Oh, di taman belakang. Terima kasih, bik."


"Iya, sama-sama, tuan muda."


Darren bergegas menuju taman belakang. Darren tersenyum lebar, saat melihat pemandangan dimana Dira, mami Yuli dan Oma Ros tengah tertawa bersama di gazebo. Darren segera mendekati ketiganya.


"Ehem... Lagi pada ngomongin apa? Kayaknya seru banget," ujar Darren dengan wajah cerianya, lalu Darren duduk di samping Dira sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dira dan mencium pipi Dira.


"Maaf...." Bisik Darren di telinga Dira.


Dira diam. Aura dingin kini terpancar di wajah Dira dan Darren merasakan hal itu, tapi Darren berusaha bersikap biasa saja.


"Semalam kamu pulang jam berapa?" Tanya mami Yuli.


Mampus! gue harus jawab apa? Mana mungkin kalau gue pulang jam setengah dua dan dalam keadaan mabuk. Batin Darren.


Darren menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Mami Yuli menautkan kedua alisnya, menanti jawaban Darren.


"Mmm... Pulang jam...."


Tiba-tiba Dira bangun dan mengalihkan perhatian Mami Yuli dari Darren.


"Dira, masuk ke dalam dulu mi, Oma. Dira harus mengajak Darren sarapan," kata Dira.


"Oh iya...." Jawab mami Yuli, menganggukkan kepalanya.


"Ayo, kita sarapan," ajak Dira menarik tangan Darren.


Dira tersenyum kepada mami Yuli dan Oma Ros, setelah itu Dira dan Darren pergi dari sana. Tiba di dalam rumah, Dira melepaskan tangannya yang sejak tadi menarik tangan Darren.


"Ra... Maafin aku," bujuk Darren sembari mengikuti langkah Dira.

__ADS_1


"Lebih baik kamu makan dulu," kata Dira cuek.


"Ra...."


"Bik...! Tolong siapkan sarapan untuk tuan muda."


Dira mengabaikan permintaan maaf Darren. Darren menghela nafas panjang dan melirik Dira yang terlihat sangat dingin terhadapnya.


*


*


*


Di kamar Darren tengah uring-uringan, lantaran seharian ini Dira mendiaminya. Setiap kali di dekati, Dira selalu menghindar.


Darren mengacak rambutnya, dirinya frustasi karena susah mendapatkan maaf dari Dira. Darren menghela nafas panjang, Darren terus berpikir bagaimana caranya agar sang istri mau memaafkannya.


"Susah sekali sih... Dapat maaf dari Dira," gumam Darren sembari mengacak rambutnya.


Ceklek


Darren memeluk Dira dari belakang.


"Sayang... Please maafin aku...." bujuk Darren.


"Aku tahu aku salah karena aku pulang dalam keadaan mabuk." Darren semakin mengeratkan pelukannya, " Ra, aku mohon jangan mendiami aku. Aku nggak sanggup kalau sikap kamu dingin sama aku. Sayang... Ngomong dong, jangan diam saja," mohon Darren.


Dira tetap diam dan memilih meminum obat hamilnya. Selesai meminum obat, Dira tetap diam dan kini Dira berusaha melepaskan belitan tangan Darren, tapi yang ada Darren semakin erat membelit tubuh Dira.


"Sayang...." Rengek Darren. Dira menghela nafasnya.


"Lepas! Kalau nggak aku nggak mau bicara sama kamu," ancam Dira.


"Nggak mau. Nanti kamu pergi lagi," ucap Darren dengan nada merajuk.


"Aku nggak akan pergi," balas Dira kesal.


"Janji...!" Tegas Darren.

__ADS_1


"Iya...."


Darren melepaskan pelukannya dan Dira melangkah ke tempat tidur untuk duduk. Darren mengikuti langkah Dira, dan berlutut di depan Dira. Darren menatap Dira dengan tatapan memelas.


"Kamu tahu... Aku nggak suka kalau kamu mabuk-mabukan."


"Aku tahu," potong Darren cepat.


"Kalau tahu kenapa kamu mabuk?" ketus Dira.


"Maaf, aku janji nggak akan mengulangi lagi. Aku akan tolak ajakan teman-temanku untuk pergi ke club dan minum-minuman."


"Kamu pergi ke club malam?" Tanya Dira terkejut dengan pengakuan Darren.


"I-ii-ya," jawab Darren.


Dira langsung menjewer telinga Darren. Dira yang tadinya kesal dan sekarang mendengar pengakuan dari Darren pergi ke club, membuat hati Dira semakin marah.


"Selain minum-minuman, kamu ngapain aja?!" Geram Dira.


"Nggak ngapa-ngapain, cuman minum aja."


"Bohong! Pasti kamu deketin cewek-cewek seksi!" Ketus Dira yang teramat kesal.


"Nggak, Ra. Aku nggak deketin cewek-cewek! Emang sih mereka semua sangat seksi dan hot." Dira langsung memelototi Darren dan Darren menggigit lidahnya karena keceplosan berbicara mengenai cewek yang menemaninya dan teman-temannya.


Salah ngomong lagi. Ucap Darren dalam hati.


"Ra, sumpah aku nggak deketin cewek-cewek itu. Cuman Regan, very dan Arga saja yang cewek itu dekatin. Sumpah aku nggak bohong." ucap Darren meyakinkan Dira sembari kedua jarinya membentuk huruf V.


"Kalau begitu, besok kamu panggil teman-teman kamu."


"Ngapain nyuruh mereka datang kesini?" Tanya Darren.


"Jangan banyak tanya! Pokoknya suruh teman-teman kamu kesini," tukas Dira.


_________***________


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2