Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Mengejarnya....


__ADS_3

Sudah seminggu usia Beby Rendi dan hari ini keluarga Dira pulang kembali ke kampung halamannya, setelah kemarin Dira dan Darren mengadakan syukuran atas kelahiran baby Rendi.


Semua keluarga Dira sudah siap untuk meninggalkan kediaman rumah tuan Bagaskara. Sebelum semuanya pergi, sebuah mobil SUV masuk ke halaman rumah tuan Bagaskara.


Mang Ujang tahu siapa pemilik mobil tersebut dan Mang Ujang mendengus begitu melihat pemilik mobil tersebut keluar. Pemilik mobil tersebut tersenyum kepada semuanya. Dia adalah Regan, yang sudah beberapa hari ini begitu gencar melakukan pendekatan dengan Seril. Bukannya mang Ujang tidak suka kalau putrinya di dekati oleh lelaki tapi disini yang mendekati putrinya adalah lelaki yang sering bergonta-ganti pasangan, bahkan mang Ujang tahu seperti apa kelakuan Regan di luar sana.


Jelas mang Ujang menolaknya, karena mang Ujang tidak mau kalau putrinya itu mendapatkan lelaki yang tidak baik dan juga tidak mau kalau masa depan putri kesayangannya itu hancur.


"Selamat pagi...."sapa Regan kepada semuanya. Senyum manis Regan perlihatkan kepada Seril, gadis manis yang sudah menarik perhatiannya dan Seril pun membalas senyuman manis Regan. Malu-malu Seril menatap wajah tampan Regan.


"Pagi juga...." Jawab mami Yuli.


"Tumben elo pagi-pagi sudah kemari, pasti ada sesuatu," curiga Darren memicingkan matanya menatap Regan.


Regan menggaruk kepalanya sembari cengengesan sambil melirik Seril yang tengah malu-malu memandangnya.


"Emm... Anu... Hari ini kan keluarganya Dira mau pada pulang dan maksud kedatangan aku kesini yaitu mau menawarkan diri kalau aku yang mengantarkan keluarganya Dira pulang ke kampung halamannya." Ungkap alasannya datang.


"Nggak usah!" Tolak mang Ujang seraya menatap tajam wajah tampan Regan.


"Kenapa nggak--"

__ADS_1


"Karena saya sendiri yang akan mengantarkan keluarga saya pulang. Ngerti kamu!" Sambar mang Ujang dan menekan ucapan terakhirnya.


"Oh... Begitu ya. Tapi kalau aku maksa gimana mang?"


"Tetap saya tolak!"


"Sudah-sudah, jangan ribut. Nak Regan, terima kasih tawarannya karena sudah berbaik hati mau mengantarkan kami sekeluarga pulang. Tapi maaf, bukannya tidak mau diantar pulang oleh nak Regan, biarkan Ujang yang mengantarkan kami semua pulang," kata uwa Salim menengahi keduanya.


Regan langsung merundukkan tubuhnya. Semangatnya yang tadi berkobar hilang karena penolakan mang Ujang.


"Baiklah, aku mengalah," jawab Regan lesu.


"Darren, tolong jaga Dira. Kalau ada apa-apa segera hubungi Uwa."


"Iya, Uwa...." Darren dan Uwa Salim saling berpelukan.


"Ra, uwa sama bibi pulang dulu," pamit uwa Inah dan Bu Kokom, begitu juga dengan nek Iroh yang menatapnya teduh.


"Nenek pulang. Kamu baik-baik disini dan kamu sangat beruntung memiliki mertua sebaik mereka," ucap nek Iroh seraya melirik mertuanya Dira.


"Iya, nek Iroh juga harus sehat. Semoga saja anak-anak nek Iroh ada yang mau menemani nek Iroh di rumah," jawab Dira.

__ADS_1


Semua keluarga Dira masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Kediaman rumah tuan Bagaskara. Lambaian tangan mengiringi kepergian keluarga Dira.


Regan tetap terlihat lesu karena tidak berhasil mengantar keluarga Dira pulang. Regan terus menatap mobil yang dikendarai oleh mang Ujang sampai hilang di belokan jalan.


Darren menepuk bahu Regan. " Kejar, jika elo serius suka sama Seril dan luluhkan kerasnya hati mang Ujang," kata Darren.


Regan menatap Darren. Ucapan Darren seperti sebuah suntikan yang membuat semangat Regan kembali menyala. Regan tersenyum menatap Darren.


"Elo benar. Thanks ya bro, gue kejar dulu gadis masa depan gue," ucapnya seraya menepuk punggung Darren.


Darren mengangguk dan Regan secepatnya berlari ke arah mobilnya dan mengejar gadis manis yang sudah menarik perhatiannya. Regan segera menyusuli mobil mang Ujang yang sudah melaju lebih dulu. Kali ini Regan memperlihatkan keseriusannya terhadap seorang wanita. Apapun yang terjadi di nanti Regan akan terus berusaha berjuang mendapatkan gadis manisnya itu.


Darren menggelengkan kepalanya melihat Regan.


"Ayo masuk," ajak Darren kepada anak dan istrinya.


________***________


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘πŸ‘


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2