Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Extra part ( Almeera Nailal Alviansyah )


__ADS_3

"Aduh...." Ringis Dira menahan tangan Darren


"Kenapa?" Tanya Darren bingung.


"Perutku mules," jawab Dira sembari memegangi perutnya.


"Apa jangan-jangan kamu mau melahirkan?" Ujar Darren yang mulai panik dan tegang.


"Tapi sekarang sudah hilang mulesnya." Dira menegakkan lagi tubuhnya.


"Mumpung kita masih di rumah sakit, lebih baik kamu sekalian di periksa saja. Takutnya yang barusan tanda-tanda melahirkan dan aku nggak mau kejadian itu terulang lagi saat kamu melahirkan Rendi."


Ingatan Darren berputar lagi, ketika Dira melahirkan anak pertamanya yang lahir di mobil tanpa bantuan orang medis dan untung ada Anin yang membantu proses persalinan Dira waktu itu, dan Darren tidak mau itu terjadi lagi, apalagi sekarang hanya dirinya yang berada di samping Dira.


"Baiklah."


Dira menurut saja dengan perkataan Darren, apalagi sekarang perutnya mulai kontraksi lagi. Darren langsung membawa Dira ke ruang OBGYN. Setelah di tangani oleh dokter, Dira di nyatakan sudah pembukaan dua.


Darren segera mengabari orang rumah dan mengatakan kalau Dira sudah kontraksi. Sekitar dua jam lamanya, Dira merasakan perutnya semakin mules dan berasa ingin buang air besar.


"A... Perutku...." Rintih Dira seraya memejamkan matanya, merasakan luar biasa nikmatnya kontraksi.


Darren mengelus punggung Dira yang kini memiringkan tubuhnya ke arah kiri. Darren juga sudah menekan bel agar petugas medis segera datang.


"Sabar, Yang," ucap Darren yang terus mengelus punggung dan perut Dira.

__ADS_1


Tidak lama, petugas medis berdatangan dan mengecek kembali pembukaannya.


"Sudah pembukaan sembilan, Dok," kata bidan yang baru selesai mengeceknya.


"Kalau gitu cepat kita bawa pasien ke ruang bersalin," titah dokter.


"Baik, Dok," jawab sang bidan dan suster.


Dira segera di bawa ke ruang VK, Dira terus meringis menikmati kontraksinya. Dira sudah berada di ruang VK. Dira sudah tidak bisa lagi menahan kontraksi yang teramat nikmat. Setelah pembukaannya sempurna, Dira sudah di beri aba-aba oleh dokter untuk mengeden.


Dira mengangguk dan Dira mulai mengeden dan terus mengeden, mendorong bayinya sekuat tenaga, bahkan nafasnya tersengal-sengal. Keringat bercucuran di sekujur tubuhnya.


Darren terus memberi semangat kepada Dira, yang tengah berjuang melahirkan anak keduanya.


"Ayo, Bu. Dorong sekali lagi, kepalanya sudah terlihat keluar," ucap sang dokter.


Dengan sekuat tenaga Dira kembali mengeden dan semakin kuat mencengkram erat tangan Darren, dan terdengarlah suara tangis sang bayi.


"Oek... Oek... Oek...."


Suara tangisan menggema di ruang bersalin. Dira dan Darren bernafas lega dan tak lupa Darren mendaratkan ciuman di wajah Dira.


"Bayinya perempuan, Bu," kata dokter, lalu bayinya di letakkan di atas perut Dira dan dokter memotong tali pusar bayi. Setelah itu bayinya di berikan ke bidan untuk di bersihkan.


"Terima kasih sayang, sudah berjuang melahirkan anakku yang kedua. I love you...." Ucap Darren penuh haru dan bahagia.

__ADS_1


**


Dira sudah di pindahkan ke ruang rawat dan saat ini Dira sudah di kelilingi oleh keluarga tercintanya. Dira tersenyum bahagia, melihat Oma Ros menggendong bayinya dan di samping Oma Ros ada Mami Yuli yang juga memangku Rendi.


Rendi berkali-kali menciumi sang adik yang anteng di pangkuan Oma Ros.


Terima kasih ya Tuhan, sudah memberi hamba kebahagiaan yang melimpah. Terima kasih juga karena engkau memberi hamba mertua yang sangat menyayangiku. Ibu, Bapak, lihatlah Dira sekarang, Dira dikelilingi oleh orang-orang yang sayang sama Dira dan juga dua malaikat kecil Dira. Semoga Ibu dan Bapak bahagia di surga.


Darren menyentuh tangan Dira dan tersenyum manis.


"Hari ini aku benar-benar sangat bahagia dengan hadirnya dua malaikat kecil kita di antara kita. Terima kasih sudah menjadi istriku dan terima kasih sudah memberi aku dua malaikat kecil yang lucu-lucu. Bagiku kamu adalah separuh nyawaku dan tujuan hidupku. Aku cinta kamu wahai istriku," ungkap Darren penuh cinta.


Dira tersenyum bahagia dan membalas genggaman tangan Darren.


Kini kamar rawat Dira semakin ramai, karena Regan, Seril, Arga dan Very beserta pacarnya datang menjenguk Dira dan sang bayi. Mereka juga menjenguk Anin.


"Uluh-uluh... Cantiknya...." Ujar Seril yang kini tengah menggendong bayinya Dira.


"Siapa namanya?" Tanya Pacar Very yang duduk di sebelah Seril.


"Namanya Almeera Nailal Alviansyah," jawab Dira.


"Halo... Baby Almeera...." Seru Seril sembari mencium pipi Baby Almeera dengan gemas.


Mateo dan Anin datang menjenguk Dira. Dira tersenyum hangat saat Anin mengucapkan kata selamat. Dira tak menyangka kedatangannya menjenguk Anin, malah membuat Dira ikut melahirkan juga.

__ADS_1


Semuanya kini berkumpul di ruang rawat Dira, dan seketika ruangan itu menjadi riuh dengan tangisan dua bayi yang saling bersahutan. Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil Darren dan Dira dengan hadirnya dua buah hatinya.


SELESAI


__ADS_2