
Malam minggu ini Very, Arga, dan Regan mengajak Darren hangout bareng dan kali ini tidak di perbolehkan membawa pasangan, begitupun juga dengan Mateo.
Saat ini Darren tengah bersiap-siap dan sudah berdiri di depan cermin.
"Ra... Jaketku yang warna coklat mana?" Tanya Darren sembari memakai Pomade.
"Ini." Dira mengambil jaket tersebut dan memberikannya kepada Darren.
"Ingat, pulangnya jangan malam-malam," kata Dira mengingatkan Darren.
"Iya, sayang," jawab Darren sembari memakai jaketnya. "Aku berangkat dulu."
"Hmm... Hati-hati bawa mobilnya dan jangan ngebut."
"Iya...." Darren mencium kening Dira terlebih dulu dan juga mengelus perut Dira.
"Baby-nya nendang," pekik Darren tersenyum.
"Baby-nya tahu kalau yang mengelusnya adalah papanya," timpal Dira.
"Ya sudah, aku berangkat." Pamit Darren dan Dira pun mengangguk membiarkan Darren pergi menemui teman-temannya.
*
*
*
Darren tiba di tempat restorannya Mateo, tempat berkumpulnya dengan teman-temannya. Darren segera naik ke rooftop dan ternyata semuanya sudah kumpul.
"Ternyata gue datang paling akhir," seloroh Darren yang langsung bertos dengan Regan juga dengan yang lainnya.
"Pasti susah meminta izin sama ibu negara," ledek Very.
__ADS_1
"Ya... Begitulah," jawab Darren.
Mereka pun menghabiskan malam minggunya dengan bercerita berbagai hal, dari yang tengah viral dan lain sebagainya. Hingga tak terasa mereka semua sudah tiga jam berada di sana. Bahkan makanan mereka pun sudah habis.
"Sudah sekitar tiga jam kita nongkrong di sini. Bagaimana kalau kita pergi ke club malam, sekedar nyari hiburan," saran Regan.
"Sorry, gue nggak ikut," tolak Darren dan Mateo pun menganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang di katakan Darren.
"Ayolah... Kitakan sudah lama nggak pergi ke tempat kayak gitu. Lagian cuma nongkrong doang," paksa Regan.
"Kalau gue sih, ikut-ikut aja," ujar Arga.
"Gimana ya? Gue takut istri gue marah, kalau tahu gue pergi ke club malam," kata Darren ragu.
"Masa elo takut sama bini elo sih," cibir Regan.
Darren dan Mateo saling pandang, "Gimana? Elo ikut nggak?" Tanya Darren ke Mateo.
"Ayolah bro, kapan lagi kita bisa ke sana, mumpung kalian ada waktu," rayu Regan.
"Baiklah kalau begitu, terpaksa gue juga ikut," sahut Darren.
Pada akhirnya, mereka semua pergi ke club malam.
Suara dentuman musik DJ sudah menyambut kedatangan mereka berlima, bahkan bau alkohol sudah tercium dari mereka masuk ke dalam club.
Regan, Arga dan Very menggoyangkan kepalanya mengikuti musik DJ. Mereka memilih duduk di pojok dekat lantai dansa. Beberapa wanita cantik dengan pakaian minim mendekati mereka dan menawarkan diri untuk menemani mereka selama berada di sana.
Regan lelaki casanova, yang memang suka main celup sana dan celup sini, tentu tidak menolak saat ada wanita yang sangat cantik dengan body golnya menawarkan diri menemaninya.
"Kalian mau minum apa?" Tawar Regan setelah semuanya duduk.
"Vodka," sahut Arga.
__ADS_1
"Sama, gue juga Vodka," timpal Very.
"Gue dan Darren pesan bir saja," jawab Mateo.
Setelah itu, Regan berbisik ke wanita itu untuk memesankan minuman yang sudah di pesan sama sahabatnya.
Mereka sangat menikmati suasana di club tersebut, bahkan semakin malam pengunjungnya semakin banyak. Semua yang datang ke sana kebanyakan untuk menghilangkan kepenatan.
Minuman yang mereka pesan sudah datang, mereka bertos sebelum meminumnya.
Hentakan musik DJ membuat kelima lelaki itu terlena, apalagi sudah ada tiga wanita seksi yang menemani mereka.
"Bagaimana kalau kita memainkan botol ini," ucap Very. " Jika botol ini di putar dan berhenti di antara kita, maka kalian harus menghabiskan satu gelas Vodka," lanjut Very.
"Bagaimana? Kalian setuju," kata Very, memandangi satu persatu temannya itu.
"Oke, gue setuju," jawab Regan dan Arga.
"Kalian berdua, bagaimana?" Tanya Very kepada Darren dan Mateo.
"Baiklah," jawab Darren setuju.
Botol tersebut di putar oleh wanita yang duduk di pangkuan Regan, dengan Regan yang menciumi punggungnya yang terekspos.
Putaran pertama berhenti di Mateo. Wanita yang duduk di samping Arga menuangkan satu gelas Vodka dan Mateo menghabiskan dengan satu tegukkan.
"Oke... Lanjut," ucap Darren.
Putaran kedua berhenti di depan Regan. Sama seperti yang dilakukan Mateo, Regan pun menghabiskan satu gelas Vodka dengan sekali tegukkan.
Putaran demi putaran terus dilakukan, dan semakin lama permainan ini semakin membuat kelimanya lupa daratan dan terlena dengan minuman tersebut. Bahkan suara dering handphone Darren terabaikan karena keasyikan memainkan permainan ini dan juga suara musik yang memekakkan telinga, membuat suara dering handphone Darren tak terdengar.
_________****____________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like ππ
To be continued....