Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Pengumuman Novel Baru


__ADS_3

Hai, para readers ku.


Kali ini othor mau memberi info soal novel baru othor yang baru dan othor harap kalian mau meramaikan novel baru othor.


Ini dia novel baru othor πŸ‘‡



Cuplikan bab 1.


"Tolong ... Tolong ...." Teriakkan seorang wanita dari dalam kamar.


Brak


Pintu di buka paksa oleh Zevania, gadis cantik berusia tujuh belas tahun. Tatapannya tajam saat melihat seorang lelaki paruh baya tengah berusaha mengoyak pakaian seorang gadis remaja.


Zevania melangkah tergesa dengan mengepalkan tangannya dan bersiap melepaskan tinjunya kepada lelaki itu. Tatapan bengis dan juga jijik, Zevania layangkan kepada lelaki yang akan menodai kesucian gadis remaja itu.


Bugh


Pukulan yang Zevania layangkan tepat di rahang lelaki itu.


"Dasar lelaki bajingan...!" Maki Zevania, lalu Zevania menendang aset lelaki itu.


Bugh


"Argh...." Lelaki itu mengaduh kesakitan sembari memegangi asetnya yang di tendang oleh Zevania.


"Sialan lu...! Awas kamu!" Hardik lelaki itu dengan tatapan bengis menatap Zevania.

__ADS_1


Zevania menarik tangan gadis remaja itu, lalu membawa gadis remaja itu keluar dari kamar tersebut.


"Hei...! Mau dibawa kemana gadis itu!!" Teriak lelaki itu.


Zevania melangkah cepat ke sebuah rumah yang tidak jauh dari kamar tersebut, sembari menggandeng tangan gadis remaja itu. Tiba di depan rumah yang di tujunya, Zevania langsung membuka pintu rumah tersebut dan mendorong keras pintu tersebut ke tembok.


Brakk


Perempuan-perempuan cantik dengan pakaian minim itu terkejut mendengar debaman keras dari pintu. Para perempuan cantik dan seksi itu tidak heran melihat Zevania yang sering datang dan membuat keributan dengan pemilik rumah indehoy.


Zevania, seorang anak pemilik rumah indehoy yang bernama mami Janet. Dia adalah seorang mucikari di tempat tersebut. Orang-orang menyebutnya gang mawar, tempatnya para wanita yang menjajakan tubuhnya kepada lelaki hidung belang.


Zee adalah sapaannya. Zee menatap jijik kepada perempuan-perempuan seksi yang tengah duduk manis menanti kedatangan para tamu yang menginginkan tubuhnya.


Zee melanjutkan langkahnya ke dalam rumah dan naik ke lantai dua dimana ruangan ibunya berada.


"Maaf, Nona Zee. Mami Janet sedang ada tamu." Cegat salah satu bodyguard yang kepalanya plontos.


Zee mendengus dan mencibirnya. Zee tidak peduli dan tetap memaksa masuk ke dalam ruangan itu.


"Maaf, Nona Zee. Anda dilarang masuk dan ini adalah perintah dari mami Janet," ucap bodyguard yang satu lagi seraya memegangi lengan Zee agar tidak masuk ke dalam.


"Apa peduliku!" Sergah Zee. " Aku mau bicara sama perempuan sialan itu," geram Zee dengan tatapan nyalang. Ya... Zee tidak pernah suka dengan pekerjaan ibunya itu, bahkan Zee tidak pernah tinggal satu atap bersama ibunya. Semenjak lulus SMP Zee sudah tidak tinggal bersama ibunya. Berulang kali, Zee sudah memperingati ibunya agar berhenti dari pekerjaan haram ini, akan tetapi ibunya tidak memperdulikan perkataan Zee dan tetap melanjutkan pekerjaan haramnya itu.


Kedua bodyguard itu menahan tubuh Zee yang memberontak. Makian dengan kata-kata kasar juga kata-kata binatang keluar begitu saja dari mulut Zee.


"Lepaskan aku brengsek...!" Hardik Zee dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman kedua bodyguard ibunya. Zee berusaha menendang betis bodyguard ibunya. Walau sakit, kedua bodyguard itu tetap mencengkram kuat kedua tangan Zee dan tidak memperdulikan kakinya di tendang oleh Zee.


Ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka dan menampakkan wanita cantik yang tak lain adalah Mami Janet, ibu dari Zevania.


"Lepaskan dia," pintanya kepada kedua bodyguardnya. Kedua bodyguard itu mengangguk dan melepaskan Zee.


"Ada apa lagi kamu datang ke sini?" Tanya Mami Janet menatap dingin putrinya itu.


"Aku datang kesini mau mengucapkan selamat! Berkat anda, aku di keluarkan lagi dari sekolah, karena satu sekolah tahu siapa ibuku dan apa pekerjaannya. Apa anda puas, sudah membuat anaknya malu dan di hina oleh semua siswa di sekolah!" Geram Zee menatap tajam wajah ibunya itu.


Ini sudah ke dua kalinya Zee di keluarkan dari sekolah dengan kasus yang sama, yaitu mengetahui pekerjaan ibunya itu. Bahkan semua orang tahu, kalau gang mawar adalah tempatnya para wanita malam. Sekolah tempatnya menuntut ilmu, tidak mau tercoreng karena ibunya Zee adalah seorang mucikari.


Mami Janet menghela nafas, lalu menatap Zee yang terlihat sangat emosi.


"Ya sudah... Mau bagaimana lagi? Lebih baik kamu pindah sekolah lagi," jawabnya enteng.


Ucapan ibunya itu membuat hati Zee semakin emosi. Zee menggelengkan kepalanya, sebegitu tak pedulinya ibunya itu terhadap dirinya.


Zee menatap geram kepada ibunya. "Oke, aku akan pindah sekolah lagi. Jika kali ini aku di keluarkan lagi dari sekolah baruku dengan alasan yang sama. Aku bersumpah... akan pergi jauh dari hidup anda dan tak akan lagi mengakui anda sebagai ibuku lagi." Kemudian Zee melangkah meninggalkan ibunya. Sebelum Zee turun, Zee menghentikan langkahnya dan memutarkan badannya.


"Lepas cewek itu. Jangan anda jual cewek itu dan kembalikan cewek itu kepada keluarganya, jika tidak... aku akan bakar rumah ini."


Setelah itu Zee berlalu dari sana. " Antarkan gadis ini ke rumahnya," suruh Mami Janet kepada bodyguardnya.


🌺🌺🌺


Jangan lupa di dukung novel baru othor ya dan terus ikuti ceritanya dan juga, semoga kalian suka dengan alur ceritanya.


Othor tunggu ya....


😘😘

__ADS_1


__ADS_2