Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Dira vs Clarissa


__ADS_3

Dira tengah menghabiskan hot dessert-nya dengan begitu lahapnya. Kenikmatan yang ada pada hot puding membuatnya tidak berhenti mengunyah.


Clarissa yang sejak tadi diam dan selalu memperhatikan Anin merasa ada yang janggal, karena setiap kali Dira bertanya kepada Anin hanya di jawab anggukan dan gelengan kepala. Bahkan Clarissa belum dengar kalau Anin berbicara sepatah katapun.


Clarissa yang penasaran mencoba bertanya kepada Anin.


" E'eehmm...." Clarissa berdehem terlebih dulu.


"Anin...."


Anin pun mengangkat kepalanya dan menengok ke arah Clarissa dan Anin menunggu Clarissa melanjutkan perkataannya.


"Kamu sudah berapa lama menikah dengan Teo?" Tanya Clarissa.


Anin mengangkat tiga jarinya ke udara dengan senyum manisnya.


Clarissa mengernyitkan dahinya karena Anin hanya menjawab dengan tiga jarinya.


"Tiga? Tiga bulan atau tiga Minggu?" Tanya Clarissa lagi yang semakin penasaran dengan Anin.


"Tiga bulan," sahut Dira.


" Kenapa kamu yang jawab, aku kan nanya-nya sama Anin bukan sama kamu," protes Clarissa.

__ADS_1


"Kenapa memangnya kalau aku yang jawab, toh sama saja jawabannya dengan Anin," tukas Dira melirik Clarissa.


Clarissa mendengus kesal, tapi Clarissa berusaha tetap bersikap biasa saja.


"Apa kamu tahu, kalau aku ini mantan tunangannya Teo," lanjut Clarissa yang kini mencondongkan tubuhnya hanya ingin mendengar Anin berbicara.


Anin diam, di tatapnya Clarissa yang sangat cantik malam itu yang berbalut dress ketat sepaha menampilkan lekuk tubuhnya yang sintal dan seksi. Berbanding terbalik dengan dirinya yang hanya mengenakan celana kulot dan kemeja. Kemudian Anin menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.


"Apa kamu tidak bisa bicara? Setiap kali aku bertanya hanya gerakan kepala sebagai jawabannya." Clarissa semakin kesal karena lagi-lagi Anin menjawab dengan gerakan bukan bersuara.


Air muka Anin meredup, bagaimana cara menyampaikannya kalau dirinya memang tidak bisa berbicara.


Clarissa menatap Anin semakin lekat, sungguh dirinya sangat penasaran dengan istri dari mantan tunangannya itu di tambah lagi di dasar hatinya masih menyimpan rasa cinta untuk Mateo.


Anin menghela nafasnya pelan dan setelah itu Anin mengangguk kecil.


"Cih... Aku nggak nyangka. Ternyata selera Teo semakin menurun dan parahnya lagi dia itu gagu," cibir Clarissa seraya tersenyum mengejek Anin.


"Eh! Jaga mulut kamu itu!" Sergah Dira yang tak terima Anin di ejek oleh Clarissa.


"Kenapa memangnya? Salah!" Jawab Clarissa sinis.


"Walaupun Anin tidak bisa bicara, tapi dia memiliki hati yang tulus mencintai kang Teo nggak kayak kamu!" Ketus Dira.

__ADS_1


Anin menyentuh tangan Dira dan menggelengkan kepalanya agar Dira tidak melanjutkan debatnya dengan Clarissa.


"Tapi Nin, dia sudah menghina kamu dan aku sebagai teman kamu nggak akan membiarkan kamu di hina sama wanita yang tidak pernah lulus sekolah dalam berkata. Bisanya hanya menghina dan merendahkan orang lain!" Kesal Dira.


"Kenapa kamu yang sewot! Lagian apa yang aku katakan tadi memang benar kalau dia itu gagu. Apa jangan-jangan Teo di guna-guna lagi sama si cewek gagu ini," tuding Clarissa melirik tajam Anin.


"Eh, hati-hati kalau ngomong! Jangan asal nuduh kamu," sentak Dira. Anin berusaha melerai Dira agar tidak semakin terpancing emosinya.


Anin berkali-kali menggelengkan kepalanya dengan tatapan memohon kepada Dira untuk menyudahi perdebatan ini. Dira mengatur nafasnya karena emosi mulai menguasai hatinya dan berusaha meredam emosinya.


"Kalau nggak di guna-guna, mana mungkin Teo suka model cewek kayak gini. Gue tau Teo itu orangnya kayak apa soal selera cewek yang di sukainya. Sedangkan dia... Heh! Ga-gu juga standar! jauh di bawah aku yang sudah terlahir sempurna dan juga cantik. Dan... Sebentar lagi nih cewek bakal di tendang sama Teo dan saat itu gue bakal rebut kembali Teo dari cewek gagu ini." Cecar Clarissa yang semakin merendahkan Anin.


Dira yang sudah merendam emosinya kembali naik saat mendengar Clarissa semakin menghina Anin dan kembali mematik api kemarahan Dira.


Dira mencomot cumi goreng rica-rica, dengan emosi yang kembali tersulut, Dira menarik rambut Clarissa.


"Aaaww...." Jerit Clarissa dan saat itulah Dira menyumpali mulut Clarissa dengan cumi goreng rica-rica.


____***____


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘πŸ‘


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2