Terbuangnya Tuan Muda Sombong

Terbuangnya Tuan Muda Sombong
Mendapatkan hukuman


__ADS_3

Very, Regan dan Arga sudah datang di rumah Darren. Ketiganya saling pandang dan saling bertanya, kenapa mereka di panggil ke rumah Darren. Sebab Darren tidak menjelaskan alasan meminta mereka datang ke rumah Darren.


Tidak lama Mateo dan Anin tiba di rumah Darren.


"Assalamualaikum...." Salam Mateo.


"Wa'allaikumsalam...." Jawab Very, Regan dan Arga bersamaan.


"Loh! Kok... Kalian ada disini?" Tanya Mateo yang terkejut dengan kehadiran ketiga sahabat somplaknya itu.


"Kita kesini di suruh Darren. Terus elo sendiri ngapain ke sini?" Kata Arga.


"Gue juga di suruh Darren untuk datang ke sini. Kalian tahu kenapa kita di suruh datang ke rumahnya?" tanya Mateo.


Very, Regan dan Arga kompak menggelengkan kepalanya. "Jadi, kalian juga nggak tahu alasan kita di suruh ke sini," ucap Mateo bingung.


"Iya...." jawab Very.


Mateo menarik tangan Anin untuk duduk di sofa. Mereka semua saling diam, sibuk dengan pemikiran masing-masing. Mba Siti datang dengan senampan minuman, lalu mba Siti meletakkan minumannya di depan mereka.


"Silahkan di minum, mas-mas," ujar mba Siti.


"Terima kasih, mba Siti," ucap Arga.


"Iya, sama-sama mas Arga," balas mba Siti sopan, setelah itu mba Siti balik lagi ke dapur.


*


*


*


Saat ini Darren tengah lesu menatap Dira yang tengah duduk di kursi tunggal yang ada di kamarnya. Dira tengah memakan cemilannya yang sejak tadi tidak berhenti mengunyah.


Darren lesu, lantaran semalam Darren tidak mendapatkan jatahnya di tambah lagi Dira menyuruh Darren untuk tidur di luar kamar.


Tok tok tok.


Darren bangkit dari atas kasur dan segera membukakan pintu.

__ADS_1


"Kenapa mba?"


"Itu... Teman-teman tuan muda sudah datang semua," ujar mba Siti.


"Baiklah, aku akan segera turun," ucap Darren.


Mba Siti pun mengangguk dan kembali turun untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Sayang, mereka semua sudah datang," tukas Darren.


"Iya...." jawab Dira, setelah itu Dira meletakkan cemilannya di meja.


Dira bangkit dari duduknya dan mendekati Darren yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Ayo, kita temui mereka," ucap Dira penuh semangat.


Darren dan Dira segera turun dan menemui mereka yang sudah menanti kedatangannya.


"Anin...." Panggil Dira dengan wajah ceria.


Anin tersenyum dan langsung bangun dari duduknya, setelah itu Dira dan Anin saling peluk.


"Baik," jawab Anin tanpa suara.


"Ren! Elo nyuruh kita kumpul disini emangnya mau ada acara apa?" Tanya Regan penasaran.


Darren melirik Dira, karena Dira lah yang meminta teman-temannya datang. Darren menggaruk kepala belakangnya, bingung mau menjawab apa.


"Ren...!" Tegur Regan, menanti jawaban Darren.


"Ra...." Bisik Darren sembari mencolek pinggang Dira.


"Ayo-ayo, ikut aku ke taman belakang," titah Dira kepada semaunya.


Walaupun bingung, tapi mereka semua mengikuti langkah Dira ke taman belakang.


"Kalian duduk dulu di sini," ucap Dira saat semuanya berada di dekat kolam renang dan setelah itu Dira kembali masuk menuju dapur.


"Sebenarnya ada acara apa sih, Ren?" Regan kembali bertanya.

__ADS_1


"Kita lihat aja, apa yang akan di lakukan oleh istriku," jawab Darren, jujur Darren saja tidak tahu apa yang akan di lakukan Dira terhadap teman-temannya.


Dira kembali datang menemui mereka.


"Ra, sebenernya ada apa sih?" Tanya Regan.


"Aku mau tanya sama kalian semua. Siapa yang punya ide pergi ke club malam kemarin, sampai-sampai Darren pulang dalam keadaan mabuk," tanya Dira.


"Regan," jawab Darren, Very, Mateo dan Arga bersamaan seraya menunjuk ke arah Regan.


"Emang kenapa, Ra?" Ucap Regan bingung.


Dira menghela nafasnya saat menatap Regan.


"Kalian tahu, kenapa aku mengumpulkan kalian semua?"


"Nggak!" Jawab semuanya seraya menggelengkan kepalanya, kecuali Darren.


"Jujur... Aku nggak suka kalau suamiku ikut-ikutan mabuk seperti kalian. Karena itu aku akan menghukum kalian semua," tukas Dira menatap semua teman-teman Darren serius.


"Menghukum?!" Cicit Very, mereka semua saling pandang mendengar kata menghukum.


"Terutama untuk Regan. Aku mendouble masa hukuman untuk Regan."


Regan bengong saat Dira memberi hukumannya double, lalu Regan menatap Darren. Darren yang di tatap oleh Regan hanya mengedikan bahunya.


"Sekarang kalian berdiri di depan tiang bendera, lalu kalian semua harus hormat kepada bendera merah putih," kata Dira.


"Oh... Cuma hormat doang. Gampang itu mah," tukas Regan.


"Untuk kang Teo, Very, Arga dan suamiku... Darren. Kalian berempat harus hormat selama satu jam dan untuk Regan harus hormat selama dua jam."


Sedangkan cuaca siang ini lumayan sangat terik. Regan menatap tiang bendera yang tingginya sekitar sepuluh meter dan juga harus berdiri di bawah teriknya matahari.


*Dua jam! gue harus berdiri dan hormat ke bendera merah putih selama itu. Batin Regan lesu.


_______***______


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘πŸ‘*

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2