
Aku juga sangat mencintai kamu, suamiku," balas Dira.
Darren melerai pelukannya, lalu Darren mencium kening Dira penuh kasih sayang. Dira memejamkan matanya, meresapi hangatnya kecupan Darren.
Darren tersenyum menatap sang istri sembari menyeka air mata Dira. "Jangan nangis dong... Nanti make up nya luntur," ujar Darren.
"Iya, aku nggak nangis kok," elak Dira.
"Ayo kita turun dari sini," ajak Darren sembari menggandeng tangan istri tercintanya.
Keduanya turun dari panggung dan melangkah ke meja yang sudah di persiapkan. Darren menarik kursi untuk Dira.
"Silahkan duduk istriku tercinta," ucap Darren mempersilahkan Dira duduk.
"Terima kasih suamiku yang tampan," balas Dira dengan senyum manisnya yang kini terus terukir di bibirnya.
Darren duduk di depan Dira. Mereka berdua diner di tempat yang sangat istimewa dan juga di malam yang hangat akan cinta keduanya.
Selesai makan malam yang spesial ini. Darren menjentikkan jari kepada pelayan, untuk memainkan alunan musik.
Darren bangun dari duduknya dan berdiri di sampingnya Dira sembari menundukkan setengah tubuhnya. Tangan kiri Darren di sembunyikan di belakang pinggang dan tangan kanan mengulurkan ke hadapan Dira.
"Maukah berdansa denganku, Tuan Putri...." Ucap Darren.
Dira tersenyum. "Aku nggak bisa berdansa, tapi kalau Tuan Muda memaksa apa boleh buat. Asalkan Tuan putri ini di ajarkan berdansa," jawab Dira.
"Dengan senang hati Tuan Putri."
Dira menerima uluran tangan Darren dan keduanya kembali naik ke panggung. Darren dan Dira berdansa di iringi lagu dari Jonh legend 'All of me'.
Syahdunya gesekan biola dan piano, membuat Dira semakin terhanyut dengan keromantisan cinta Darren yang menyelimuti seluruh hatinya.
Keduanya saling tatap mesra, lalu wajah Darren mendekat ke wajah Dira dan mendaratkan bibirnya ke bibir Dira. Keduanya terhanyut dalam kemesraan yang keduanya ciptakan. Dira dan Darren saling membalas ciumannya dan tidak pedulikan keberadaan pelayan dan para pemain musik.
Darren menghentikan ciumannya. "Habis dari sini, aku mau mengajak kamu ke suatu tempat," ujar Darren seraya menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik.
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Dira.
"Nanti kamu juga tahu."
Darren dan Dira selesai berdansa, lalu keduanya kembali duduk. Dira mengeluarkan handphonenya dari tasnya, berniat menelpon mami Yuli.
"Mau telpon siapa?" Tanya Darren.
" Mau telpon mami, takut baby Rendi rewel."
"Nggak usah telpon. Aku yakin anak kita saat ini tengah anteng di asuh sama mami dan papi."
"Tapi...."
"Percaya sama aku," jawab Darren meyakinkan Dira.
Akhirnya Dira tidak jadi menelpon mami Yuli dan menyimpan kembali handphonenya di dalam tasnya.
"Ayo, kita lanjut ke tempat yang satu lagi." Ajak Darren seraya mengulurkan tangannya dan tangan Dira menyambar tangan Darren yang terulur.
***
Dira mendengus, saat tempat yang dituju dan tempat spesial selanjutnya adalah di kamar hotel dengan pasilitas super mewah.
"Aku pikir tempat spesialnya kayak apa? Tahu-tahunya sebuah kamar hotel," sungut Dira.
" Kenapa memangnya? Lagian hotel yang sekarang aku pesan lebih spesial dari hotel yang pernah kita datangi dulu. Apa kamu nggak lihat ranjangnya bertaburan bunga mawar," ucap Darren seraya memeluk Dira dari belakang.
"Aku sengaja mengajak kamu kesini, demi menghabiskan malam pertama kita setelah kamu melahirkan," lanjut Darren.
Dira segera menatap wajah Darren, dan Dira teringat sesuatu kalau dirinya belum KB. Akan tetapi Darren malah mendaratkan ciumannya ke bibir Dira.
"Tu- tung- gu," Perkataan Dira tersendat-sendat karena Darren tak mau berhenti menciuminya dan kini Darren menggiring tubuh Dira ke atas ranjang.
Gimana ini ... Darren juga susah sekali di berhentikan, sekarang malah semakin buas ciumannya. Batin Dira.
__ADS_1
Dira sudah berusaha melepaskan diri dari buasnya ciuman Darren, tapi Darren tidak membiarkan Dira lepas darinya. Darren semakin memperdalam ciumannya, sedangkan tangannya sudah bergerilya ke dada Dira.
Pada akhirnya Dira pasrah dan membiarkan Darren menguasai tubuhnya setelah lama berpuasa. Ya... Malam ini Darren ingin menghabiskan waktunya bersama Dira dan pastinya saling berbagi kehangatan lewat sentuhan tubuh dan juga saling berbagi kenikmatan dalam bercinta.
Darren terus memanjakan tubuh Dira dengan sentuhan tangan dan juga bibirnya, Dira semakin mend esah saat Darren terus mencumbuinya, sampai dimana gelombang kenikmatan itu datang menyerang kedua insan yang saling memadu cinta.
Eraa ngan dan desa han mengisi kamar hotel tersebut, sebagai akhir dari proses percintaan panas yang sudah Meraka lakukan.
Setelah semuanya berakhir dengan sempurna, Darren menarik tubuh polos Dira agar bisa memeluk sang pujaan hatinya.
"Aku mau mengatakan sesuatu sama kamu," seloroh Dira menatap Darren.
"Mau mengatakan apa?" Tanya Darren sembari membelai pipi Dira.
"Aku belum KB," cetus Dira.
"Belum KB?"
"Iya...." Angguk Dira.
"Kenapa nggak bilang sejak tadi."
Dira mendelik menatap Darren. "Dari awal juga aku sudah meminta kamu berhenti, tapi kamunya semakin buas menciumiku," sungut Dira.
"Bagaimana kalau aku sampai hamil lagi, sedangkan baby Rendi masih sangat kecil," sambung Dira.
Darren menghela nafas. "Ya sudah mau bagaimana lagi... Sudah terlanjur. Semoga saja benihku tidak tumbuh subur di rahim kamu, sayang."
"Semoga saja," jawab Dira.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Jangan lupa tinggalkan jejak like ππ
To be continued....
__ADS_1