
Area dewasa.
________***________
Dira membuka pengait bra dan melepaskannya begitu saja. Dira kembali meraup bibir tebal Darren sembari menggerakkan pinggulnya yang masih mengenakan celana segitiganya hanya untuk menggoda yang di bawah perut Darren yang memang sudah tegak meminta keadilan untuk di hukum.
Darren berusaha menahan hasratnya yang menggebu dan membiarkan Dira bermain di atas tubuhnya.
Dirasa cukup puas, Dira segera menanggalkan celana segitiganya dan memulai apa yang diinginkannya sejak tadi.
"Aahh... Ra...." desah Darren saat Dira menarik turunkan pinggulnya. Darren meraup dada Dira yang ikut bergerak. Di mainkannya dada Dira dengan bibirnya dan memberi tanda merah di sekitarnya.
Dira memejamkan matanya saat puncak kenikmatannya datang dan membuat Dira lebih cepat menggerakkan pinggulnya.
"Aahhh...." Erang Dira dengan nafasnya naik turun. Dira menghentikan gerakan pinggulnya dan kali ini Darren yang akan memegang kendalinya.
"Yang... gaya ***** *****," pinta Darren.
Dira langsung melakukan apa yang di suruh Darren. Gaya ini adalah salah satu gaya yang di sukai keduanya saat sedang ber cinta.
Si burung kisut langsung menerobos masuk dan membuat Dira memejamkan matanya. Darren bergerak, kali ini Darren melakukannya dengan sangat hati-hati takut menyakiti sang buah hatinya.
"Ra...." suara berat Darren terus men desah seraya terus memompa Dira dari belakang.
Darren terus dan terus membuat Dira lupa daratan dan tersesat di dalam jurang kenikmatan yang sedang keduanya raih bersama sampai dimana gelombang kenikmatan itu tiba.
"Yang... sekarang terlentang," pinta Darren dan Dira langsung melentangkan tubuhnya dan membuka kedua pahanya.
Darren langsung menerobos kembali dan mengajak Dira sampai puncak tertingginya dalam ber cinta.
Keringat terus mengucur di barengi dengan suara erotis keduanya yang saling bersahutan juga suara kulit mereka yang beradu cepat.
"Aku ... mau... sampai... aahh....." desah Dira yang semakin bergelinjang di bawah Kungkungannya Darren.
"Barengan sayang...." timpal Darren yang kini semakin mempercepat pergerakan pinggulnya dan berakhir dengan suara era Ngan panjang dari keduanya, menyisakan rasa indah yang begitu memabukkan.
__ADS_1
"Aku mau lagi," pinta Dira.
"Hah...!!"
Dira kembali bangun dan kembali mendorong tubuh Darren sampai terjatuh ke kasur dan kembali menyatukan tubuhnya dan membawanya terbang melayang Ke puncak nirwana.
Entah kenapa, malam ini seorang Dira begitu ber hasrat dalam ber cinta dan membuat Darren semakin di landa gelisah saat Dira kembali mengajaknya berpetualang indahnya ber cinta.
***
Keesokan paginya, Darren bersiap-siap dengan pakaian kantor. Hari ini Darren memutuskan bekerja di perusahaan tuan Bagaskara, setelah perbincangannya dengan tuan Bagaskara kemarin dan meminta Darren mulai bekerja di perusahaan.
"Ra, tolong pasangkan dasinya," pinta Darren seraya mengulurkan dasinya kepada Dira.
"Aku nggak bisa masanginya," Kata Dira sembari mengambil dasi dari tangan Darren.
"Lihat dulu tutorialnya di you tube," imbuh Darren sembari mengambil handphonenya.
"Coba ikuti caranya," ujar Darren seraya mengarahkan layar handphonenya ke hadapan Dira.
Dira mengikuti cara memasang dasi. Dira sangat serius mengikuti caranya sampai akhirnya dirinya berhasil memasang dasi dengan benar.
"Anak pintar," seloroh Darren sembari mencubit hidung Dira gemas.
Dira langsung memakaikan Darren jas, setelah itu Dira merapikan rambut Darren.
"Ayo kita turun, pasti mami sama papi sudah menunggu kita," ajak Darren.
"Tunggu."
"Kenapa?" tanya Darren bingung.
"Cium," pinta Dira.
Darren langsung mencium bibir ranum Dira sebentar.
__ADS_1
"Kok sebentar," protes Dira seraya mengerucutkan bibirnya.
"Kalau lama-lama nanti yang ada bisa berakhir di atas ranjang," sahut Darren.
Dira semakin mencebikan bibirnya dan melangkah ke arah ranjang. Darren tersenyum melihat Dira yang merajuk karena tidak menuruti keinginannya.
Darren mendekati Dira yang duduk di tepi ranjang. Darren berlutut di hadapan Dira dan melingkarkan tangannya di pinggang Dira.
"Jangan marah dong, sayang," rayu Darren tapi Dira melengoskan wajahnya.
"Baiklah, sini...." sambung Darren dan menarik tengkuk Dira.
Dira langsung menutupi bibirnya dan menggelengkan kepalanya, membuat Darren heran.
"Tadi katanya minta cium," pungkas Darren bingung.
"Angkat kepalanya," perintah Dira.
Darren mengikuti saja apa yang dikatakan Dira. Dira mencium leher Darren dan memberi tanda kepemilikannya sebagai tanda kalau seorang Darren sudah ada yang memilikinya. Dira memberi lebih dari satu tanda cintanya di leher Darren.
"Sudah."
"Semalam kan sudah di beri tanda cinta dari kamu, kenapa sekarang di tambah lagi?" tukas Darren.
"Agar nggak ada perempuan yang melirik kamu dan menggoda kamu, makannya aku tambahin. Satu lagi...."
"Apa?!"
"Jangan ganjen, jangan goda cewek-cewek di kantor, jangan tebar pesona. Jika kamu ketahuan kalau kamu menggoda perempuan lain, aku pastikan burung kamu aku potong dan aku cincang, setelah itu aku kasih burung kamu ke ikan piranha."
Darren meringis mendengar ucapan Dira seraya memegang si burung kisutnya yang tak akan berani mengepakkan sayapnya ke sembarang lawan jenisnya.
_________***________
Jangan lupa tinggalkan jejak like ππ
__ADS_1
Visual Darren Alviansyah.