
Airin terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Dira, termasuk juga Darren yang sejak tadi sudah dibuat cemas karena Dira terlihat sangat emosi.
"Ra...." cengang Darren yang tak nyangka kalau Dira bakal seberani itu menyiram Airin dengan sayur sop.
"Dira...!!" Airin menggeram seraya mengeraskan rahangnya. Tatapan Airin penuh dengan kobaran api, tapi Dira tetap terlihat santai menatap Airin yang semakin membara akan kemarahannya.
"Dasar wanita sialan! Berani-beraninya kamu menyiram aku dengan sayur sop!" Hardik Airin yang kini mulai mengangkat satu tangannya untuk menampar Dira. Sebelum tangannya mendarat mulus di pipi Dira, Darren dengan cepatnya menangkap tangan Airin dan mencengkram kuat tangan Airin.
"Lepaskan tanganku, Ren," bentak Airin.
"Jika kamu berani menampar istriku, akan aku balas kamu lebih dari yang kamu lakukan terhadap istriku." Ancam Darren.
Airin semakin meringis, karena Darren memperkuat mencengkram tangan Airin.
"Sekarang pergi dari sini!" Usir Darren seraya melepaskan cengkraman tangannya kasar.
"Tunggu saja pembalasanku," bengis Airin yang tak terima di perlakukan seperti itu.
Airin meninggalkan Darren dan Dira dengan sejuta kemarahan yang membelenggu hatinya.
Darren menghela nafas kasar. Darren berusaha merendam emosinya dengan cara mengatur nafasnya.
"Dira!!" Hardik Oma Ros menggelegar seantero ruang makan.
Darren dan Dira langsung menatap Oma Ros. Darren menarik Dira dan menyembunyikan Dira di balik badannya, melindungi Dira dari kemarahan Oma Ros.
Oma Ros datang bersama Airin. Ternyata Airin mengadukan semuanya kepada Oma Ros.
__ADS_1
"Berani-beraninya istri kamu menyiram Airin dengan sayur sop!" Marah Oma Ros seraya telunjuknya mengarah kepada Darren.
"Karena dia pantas mendapatkannya Oma," sahut Dira yang nggak ada takut-takutnya terhadap Oma Ros.
"Dasar wanita sialan! Sini kamu, akan aku kasih pelajaran kamu!" Hardik Oma Ros sembari melangkah mendekati Dira yang di lindungi oleh tubuh Darren.
"Cukup," bentak Darren. " Cukup Oma, jangan salahkan istriku. Yang harus Oma salahkan itu Airin bukan istriku."
"Tapi istrimu sudah sangat keterlaluan," bentak Oma Ros tak mau kalah.
"Oma, buka mata Oma. Wanita yang Oma bela itu bukan wanita baik-baik yang seperti Oma pikirkan itu," sergah Darren.
"O ya... Mana buktinya jika Airin bukan wanita baik-baik," sentak Oma Ros.
"Oma mau bukti? Akan Darren kasih buktinya ke Oma."
Sekitar setengah jam, Rizky tiba di rumah dan menyerahkan amplop coklat kepada Darren.
"Di dalam amplop ini terdapat bukti-bukti tentang wanita itu," tunjuknya menggunakan dagunya.
"Silahkan Oma buka sendiri."
Darren menyerahkan amplop coklat tersebut kepada Oma Ros. Dengan segera Oma Ros membuka amplop tersebut.
Mata Oma langsung membulat besar saat melihat isi amplop itu. Satu persatu Oma menatap foto Airin yang tengah menjajakan tubuhnya kepada lelaki hidung belang.
Airin yang sejak tadi duduk di samping Oma Ros menelan Salivanya.
__ADS_1
Dari mana Darren mendapatkan semua foto-foto ini? Ungkapnya di dalam hati.
"Satu lagi yang harus Oma tau. Bapaknya dia sering menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja dan sekarang bapaknya wanita ular itu sudah jadi tersangka." Ungkap Darren.
"Apa Oma akan membiarkan Darren memperistri wanita seperti dia, yang bahkan tubuhnya sudah sering dijemaah banyak lelaki?" Sambung Darren yang kini menatap Airin tajam.
"Pergi dari sini kamu wanita ja lang!" Usir Oma Ros seraya mengangkat satu tangannya yang mengarah ke pintu. Sungguh Oma Ros muak melihat semua foto-foto Airin yang tengah di jemaah oleh para lelaki.
"Oma nggak nyangka kalau kelakuan kamu seperti itu dan satu lagi... Jangan pernah temui Oma lagi. Sekarang pergi dari sini," desak Oma Ros kepada Airin agar secepatnya pergi dari hadapannya.
"Oma, dengerin aku. Semua foto-foto itu hanya editan! Oma percaya sama aku." Airin berusaha meyakinkan Oma Ros yang kini terlihat sangat geram, dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Jangan percaya Oma! Bahkan Darren juga punya video dia tengah bergandengan mesra saat berada di hotel," timpal Darren dan menunjukkannya kepada Oma Ros dan Airin. Dan Oma Ros bertambah emosi ke terhadap Airin.
" Pergi... Sebelum Oma memanggil satpam menyeret kamu dari sini," ancam Oma Ros.
Dengan terpaksa Airin segera pergi dan menghentakkan kakinya meninggalkan rumah tuan Bagaskara.
"Awas kalian semua. Akan aku balas semua ini. Tunggu pembalasanku." Gumam Airin emosi.
"Dengan kejadian ini, Darren harap Oma bisa menerima Dira. Apalagi Dira tengah mengandung cicit Oma," seloroh Darren penuh pengharapan.
"Ayo, Ra. Kita ke kamar," ajak Darren yang langsung membantu Dira bangun dari duduknya dan meninggalkan Oma Ros yang duduk termenung menatap hamparan foto-foto Airin di atas meja.
____***_____
Jangan lupa tinggalkan jejak like ππ
__ADS_1
To be continued....