
Di bawah terik matahari, kelima lelaki itu tengah mendapatkan hukuman dari ibu hamil. Mereka semua tidak bisa menggugat keputusan Dira.
Darren, Mateo, Arga dan Very berdiri berdampingan, sedangkan Regan berdiri paling depan. Baru setengah jam, kelimanya sudah mulai bercucuran keringat, sebab semakin siang cuaca semakin terik.
Sedangkan Dira dan Anin yang menonton mereka semua, sambil asik memakan lotisan buah. Pedasnya sambel membuat Anin dan Dira sangat menikmati lotisan buah, apalagi siang-siang begini. Kelima lelaki yang tengah berdiri itu hanya bisa menelan ludah melihat Dira dan Anin tengah lahap memakan lotisan buah yang segar di tambah dengan sambal lotis yang membuat siapa saja serasa ngiler.
"Panas banget sih," gerutu very sambil menyeka keringat di dahinya.
"Masih lama nggak sih," timpal Mateo.
"Berisik! Gue aja yang dua jam nggak ngeluh tuh, nggak kayak kalian," seloroh Regan.
"Kaki gue dan leher gue sudah pegel tau! Apalagi sekarang, semakin siang semakin panas. Benar-benar dah... Dira tega menghukum kita di bawah teriknya matahari. Sudah gitu mulai silau lagi. Serasa di panggang." Very kembali menggerutu sambil menekuk satu kakinya karena pegal.
Darren hanya diam saja. Baginya percuma mengeluh, tidak akan mengurangi masa hukumannya. Sedangkan Mateo tengah sibuk menarik-narik leher kaosnya untuk mendapatkan angin.
Sekitar empat puluh menit, kelima lelaki itu kini berdirinya sudah tidak setegak tadi. Ada yang menekuk lututnya satu kaki karena sudah pegal berdiri. Ada juga yang melebarkan satu kakinya ke samping, bahkan pandangan mereka sudah tidak lagi menatap bendera merah putih karena silau dengan pancaran sinar matahari.
Mami Yuli dan Oma Ros menghampiri Dira dan Anin. Mami Yuli menautkan kedua alisnya, bingung karena Darren dan teman-temannya tengah berdiri dan hormat ke bendera.
"Mereka berlima lagi ngapain? Apa sedang mengenang masa-masa sekolah?" Tanya Mami Yuli.
"Mereka semua sedang menjalani hukuman dari Dira, karena pas malam minggu. Mereka semua pulang dalam keadaan mabuk, bahkan pergi ke club malam," tutur Dira sedikit kesal saat menceritakannya, apalagi Dira teringat saat Darren pulang dalam keadaan mabuk.
__ADS_1
"Mereka pergi ke club dan mabuk-mabukan?!" Pekik mami Yuli.
"Iya... Makanya hari ini Dira akan menghukum mereka semua dan mudah-mudahan mereka semua pada kapok," lanjut Dira.
"Bagus. Mami dukung kamu," kata mami penuh semangat.
*
Dira melihat jam di handphonenya dan ternyata sudah hampir satu jam mereka berdiri. Dira mendekati barisan Darren.
"Kalian berempat sudah selesai," ujar Dira.
" Huft... Akhirnya...." Seloroh Very dan Arga.
"Terus gue kapan, Ra? Udah pegel nih...." Keluh Regan dengan wajah merahnya karena terkena terik matahari.
"Jadi gue masih harus berdiri setengah jam lagi nih," ujar Regan nelangsa.
"Iya...."
Tubuh Regan langsung merunduk lesu.
"Teruskan perjuangan anda, bung," ucap Arga seraya menepuk pundak Regan yang sudah tidak berdiri tegak.
__ADS_1
Darren, very, Mateo dan Arga menepi ke tempat teduh. Mereka berempat langsung menyelonjorkan kaki sembari mengibasi wajahnya karena gerah.
Bik Tatik datang membawa air minum untuk mereka berempat.
"Bik, minumnya cuma air putih saja. Saya mau yang dingin-dingin," pinta Very.
"Maaf, den. Bibi hanya di suruh non Dira menyediakan air putih biasa saja."
"Sudahlah! Yang penting kita minum," tukas Mateo yang tenggorokannya sudah sangat kering.
*
Setengah jam sudah Regan berdiri. Berbagai rasa pegal Regan keluhkan, dari kaki, tengkuk, tangan dan masih ada lagi. Dulu saat mereka masih sekolah SMA dan ketahuan bolos. Mereka belum pernah mendapatkan hukuman dari guru BK seperti hormat ke bendera di tengah lapangan. Mereka hanya mendapat teguran-teguran dari guru BK dan sanksi tidak masuk sekolah selama dua hari.
Regan yang sudah selesai dengan hukumannya, kini Regan langsung merebahkan tubuhnya di atas lantai.
"Aku kasih waktu lima belas menit untuk Regan istirahat. Setelah itu hukuman buat kalian berlima masih lanjut," ucap Dira.
"Apa! Masih ada lagi hukuman buat kita?" Pekik Regan yang langsung duduk dari tidurannya.
"Iya... Tapi tenang hukuman kali ini ringan buat kalian. Mungkin kalian bakal suka dengan hukumannya."
_______***_______***______
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like ππ
To be continued....