Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
di terima


__ADS_3

Jhonatan berbalik di mana Stefani duduk di depannya dengan tatapan tajam dan bertekad. Ada ketegangan yang terasa di udara saat mereka bersiap untuk menghadapi percakapan yang sulit.


Jonathan mengelengkan kepalanya dan berkata dengan suara lembut.' Stefani, om mengerti bahwa kamu merasa terguncang dengan peristiwa ini. Namun om ingin kamu memahami bahwa permintaanmu untuk menikah dengan Om adalah sesuatu yang tidak bisa Om setujui"


"Stefani, pernikahan bukan lah sesuatu yang bisa kamu buat main main.Ini adalah hal yang sakral.Om melihat dengan mata kepala Om sendiri bagaimana kamu lahir dan tumbuh seperti sekarang ini, Om menganggap kamu itu seperti keponakan Om sendiri masak Om tega menikah sama keponakan sendiri kan!"kata Jhonatan panjang lebar


"Kenapa tidak, Om? justru karena itu lah Ani pilih Om.Setelah ini orang akan tahu Ani sudah menikah dan Ani akan di jaga om juga kan persis seperti keponakan Om sendiri.Secara Om nggak bisa ngapa ngapain Ani kan Om?"kata Sari yang masih nekat.


Jonathan memandang Stefani dengan penuh kekhawatiran.Anak anak sekarang kenapa cara berpikir mereka agak aneh kan.


"Stefani, Om mengerti perasaanmu, tapi ada beberapa alasan mengapa kita tidak bisa menikah. Pertama, ada perbedaan usia yang signifikan antara kita. Selain itu, namamu yang mirip dengan anak mantan istri Om menciptakan kebingungan dan konflik dalam diriku. Om tidak ingin mengulang masa lalu yang menyakitkan.


Stefani malah menatap Jonathan dengan mata yang memancarkan keberanian ,"Jadi, Om apa yang Om takut kan.Nama yang sama bukan kah ini bagus untuk pengingat jika aku keponakan bukan istri.Om Ani tahu Om, tapi tolong Om,ini hanya sekedar sebutan doang.Setelah ini Ani pikir Ani nggak mau nikah lagi.Tolong bantu Ani Om untuk jaga Ani hanya sebelum Ani ketemu dengan jodoh Ani yang sebenarnya Om, tolong Om.Apa Om tidak kasihan dengan mama "


Jhonatan geleng geleng kepala dia tidak mau berbicara lagi.Stefani terlalu keras kepala.


"Ehem ehem, tuan Jhonatan sebenarnya aku setuju dengan ide Ani.Terima saja toh kamu nggak bisa ngapa-ngapain juga di tambah Ani yang hanya ingin nama di atas kertas kan. Nanti kalau semuanya selesai ya kalian tinggal cerai aja lagi nggak perlu repot kok" kata dokter Hans yang sejak tadi mengawasi.


Dia sudah lama menjadi dokter keluarga Aldelis , jadi kenapa dia tidak mengetahui masalah yang dialami oleh Jonathan.


Sebenarnya Jonathan tidak memiliki masalah seperti yang dia pikirkan ini hanya masalah pemikirannya saja.


Memang dulu Jonathan memiliki alergi pada seorang wanita tapi tidak semua wanita yang membuat dia alergi contohnya mantan istri.


Hanya saja setelah itu Jonathan menjadi trauma dan alerginya memang hilang tapi dia berpikir dia masih alergi.


Jika Jonathan ingin menyentuh wanita lagi .Dia harus mulai membuka hatinya sendiri bukan terus-menerus terpuruk dan berpikir jika dirinya adalah seorang pria yang tidak berguna dari sisi itu.

__ADS_1


Sebagai seorang dokter yang telah mengenal baik pasiennya dokter Khans benar-benar yakin ini hanya masalah pemikirannya saja.


"Dokter kamu...


"Om alasan apalagi yang Om mau bilang? kita harus cepat Om kamu udah mulai pada datang. Ani masih berantakan dan perlu dirias ulang.Om oke kan?"tanya Ani yang merasa yakin dengan pilihannya.


Tentu saja dia mengerti apa yang dimaksudkan Jonathan sebagai alasan penolakannya. Dia juga tahu Jonathan luar dan dalam karena mamanya sering menyebutkan itu.


karena inilah dia lebih memilih Jonathan ketimbang dari calon kakak ipar yang akan diubah menjadi pengantin penggantinya.


Dia tidak begitu kenal dengan sosok itu bahkan berpikir , dia pasti akan menjadi dilema seumur hidup karena dia harus terus-menerus memandang ridho sebagai adik ipar.


Lagian Jonathan juga nggak bisa ngapa-ngapain. Dia bahkan akan merasa selamat meskipun harus tidur satu ranjang dengan Jonathan nantinya.


"Kalian gila, Aku akui aku pernah gila tapi aku tidak akan segila ini dokter Khans"Kata Jhonatan geram.


Jonathan menarik nafas panjang dan dia berpikir kamar ini adalah neraka, panasnya langsung masuk ke dalam hati.


Reaksi stroke ringan yang sudah mulai terlihat pada Sari.


"Sari, Kamu juga?" kata Jonathan yang melihat arti dari pandangan mata Sari tersebut.


seri masih memegang tangan Jonathan dan menatapnya dengan penuh harapan. tidak ada kata-kata dari mulutnya hanya ada linangan air mata yang terus-menerus jatuh.


Jonathan tidak kuasa dan dia duduk di tepi ranjang, dia menatap Sari dengan waktu beberapa menit kemudian berkata.


"kamu yakin Sari? Aku ini sudah tua bahkan Stefani lebih cocok jadi putriku. Kau tahu walaupun aku ini alergi dengan wanita tapi sebenarnya aku masih laki-laki kan" Kata Jhonatan mengingat kan sari.

__ADS_1


Bukannya Jonathan mengancam tapi walaupun begini dia sudah memiliki anak dua loh.


Sari diam tapi di dalam hatinya dia juga berpikir sama seperti Stefani. Namun begitu yang dia inginkan bukanlah Jonathan yang alergi.


Dia adalah orang yang mendampingi Jonathan sudah begitu lama. bagaimana mungkin dirinya tidak tahu jika Jonathan memiliki penyakit itu.


Oh sebenarnya Jonathan sudah sembuh hanya saja Jonathan masih trauma dan berpikir pernikahan itu adalah sebuah penyakit alih-alih dirinya.


Hari ini biarkan Stefani menikah dengan Jonathan. jika mereka benar-benar ada jodoh maka insya Allah ini akan berkekalan sampai mati tapi jika tidak Sari juga akan merelakannya.


Toh Jonathan adalah pria baik bahkan terbaik yang pernah dia lihat. meski begitu tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.


jika Ani bisa menyempurnakan seorang Jonathan lalu kenapa tidak.


Jika saja Stephanie mendengar isi hati mamanya mungkin dia akan mengumpatnya dan mundur lebih awal.


Niat mereka berbeda jauh bukan.


Yang satu ingin membuat nama di atas kertas .Tapi mamanya malah berpikir lebih bagus jika putrinya menjadi istri dalam artian yang sejati untuk si bos.


Melihat isi pemikiran Sari ,Jonathan hanya bisa menarik nafas panjang dia juga melihat ke arah dokter dan dokter menganggukkan kepalanya dengan serius.


"Oke tapi Stefani harap ingat ini hanya di atas kertas. setelah pernikahan tidak ada apa-apa diantara kita dan kamu tetap menjadi kamu dan Om menjadi Om, oke"kata nya pada Stefanie lagi.


"Om makasih Om , Ani akan ingat ini. selamanya Om akan jadi Om nya Ani kok"kata Ani.


Walaupun sedih tapi dia berusaha untuk tersenyum. Pada akhirnya dia sendirilah yang keluar dari kamar itu untuk memanggil perias pengantin agar mempersiapkan dirinya lagi.

__ADS_1


Melihat Jonathan yang setuju baru kemudian Sari tersenyum walaupun matanya penuh dengan air mata.


Heh niat ingin kondangan malah kita yang jadi pengantin, pikir Jhonatan.


__ADS_2