Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
tiba di Indonesia


__ADS_3

Jonathan duduk dengan tegang di salah satu bangku di bandara internasional di Jakarta. Matanya terus memandang ke arah pintu kedatangan, menantikan kedatangan dua putra kembar yang akan tiba dari Amsterdam.


Bandara internasional ini terlihat ramai dengan aktivitas. Penumpang yang tiba dan berangkat, serta petugas bandara yang sibuk menjalankan tugas mereka. Suara pengumuman kedatangan dan keberangkatan terdengar di seluruh area, menciptakan suasana yang hidup dan penuh antusiasme.


Jonathan melihat ke sekelilingnya, memperhatikan orang-orang yang sibuk berlalu lalang dengan koper mereka. Lampu-lampu terang di langit-langit memberikan cahaya yang terang dan memancar kemewahan bandara internasional ini. Ada aroma kopi dan makanan yang tercium dari berbagai gerai dan restoran di sekitar.


Sementara itu, Jonathan merasa detak jantungnya semakin cepat seiring dengan waktu yang berlalu. Dia merasakan campuran antara kegembiraan dan kecemasan yang tak terelakkan. Setelah begitu lama bersama-sama dalam jarak yang jauh, Jonathan tak sabar untuk bertemu dengan putra-putranya.


Sementara itu Putra kembar Jhonatan, Charly dan Carlos, berdiri tegak di dekat pintu kedatangan bandara internasional di Jakarta. Keduanya terlihat segar dan bugar setelah perjalanan panjang dari Amsterdam.


Charly, yang berada di sebelah kiri, mengenakan setelan celana panjang hitam dengan kemeja putih yang rapi terlipat. Dia memadukannya dengan jaket kulit hitam yang memberikan sentuhan gaya yang modern. Di tangannya, dia memegang tas jinjing berwarna cokelat tua yang terlihat elegan.


Sementara itu, Carlos, yang berdiri di sebelah kanan, mengenakan celana jeans yang dipadukan dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru dan putih. Dia melengkapi penampilannya dengan jaket denim yang memancarkan kesan santai namun tetap modis. Tas punggung hitam yang ia kenakan di punggungnya menunjukkan kepraktisan dan kenyamanan dalam perjalanan.


Kedua putra kembar tersebut memancarkan aura kepercayaan diri yang khas. Mata mereka berdua berkeliling, mencari sosok Jonathan di antara kerumunan penumpang yang keluar dari pintu kedatangan. Wajah mereka penuh dengan antusiasme dan harap-harap cemas saat mereka menunggu untuk melihat ayah mereka yang sudah lama tidak mereka temui.


"Apakah kamu melihat Papa Jo, Carlos?"


Carlos yang di tanya hanya menggelengkan kepala."Belum, Charly. Kita harus tetap mencari dan menunggu."


Mata mereka terus memindai setiap gerakan di sekitar, mencari kehadiran Jonathan yang sangat mereka nantikan. Dalam hati, mereka merasa campur aduk antara kegembiraan dan sedikit kecemasan. Namun, semangat mereka tidak pudar, dan mereka siap untuk melompat ke pelukan ayah mereka begitu mereka melihatnya.


Di sisi lain Mata Jonathan langsung menangkap kehadiran mereka dan dia segera berlari mendekati mereka dengan senyuman bahagia di wajahnya.


"Carlos, Charly! Selamat datang di Jakarta! papa sangat bahagia bisa bertemu kalian."

__ADS_1


"Halo, Papa jo! Kami juga sangat senang bisa bertemu denganmu."kata Carlos yang langsung memeluk Jonathan. Di sini dia tidak pernah canggung memeluk Jonathan meskipun mereka hanya bertemu beberapa kali saja.


"Halo, Papa jo! Kami merindukanmu."ucap Charlie juga memeluk Jonathan dengan ringan.


Jonathan mengambil keduanya dalam pelukan hangat. Rasa bahagia mengisi hatinya saat dia merasakan kehadiran kedua putra kembar yang dicintainya begitu lama.


Jonathan, Charly dan Carlos berjalan bersama di area parkir bandara, menuju mobil Jonathan yang terparkir tidak jauh dari sana. Udara segar dan hangat menyambut kedatangan mereka setelah perjalanan panjang. Jonathan dengan penuh kehangatan menceritakan kepada putra kembar itu tentang rencana mereka untuk bermalam di rumah nenek dan kakek sebelum pindah ke apartemen mereka sendiri.


Jonathan sambil membuka pintu mobil berkata "Kalian berdua akan senang melihat nenek dan kakek di rumah. Mereka sangat menantikan kedatangan kalian."


Charly tidak mempermasalahkan itu dia berkata sambil tersenyum."Kami juga sangat antusias untuk bertemu dengan nenek dan kakek, Papa jo. Kami sudah lama tidak bertemu mereka."


Carlos mengangguk setuju "Iya, Papa Jo. Aku juga kangen dengan mereka. Apakah mereka tahu bahwa kita akan bermalam di sana malam ini?"


Jonathan memandang putra kembar itu dengan penuh kasih sayang. Meski mereka baru saja bertemu setelah sekian lama terpisah, kebersamaan keluarga begitu berarti bagi Jonathan. Ia merasa beruntung memiliki anak-anak yang begitu mengerti dan fleksibel dalam menghadapi perubahan.


"Kalian berdua sangat hebat dan papa bangga memiliki kalian sebagai putra ku. Kita akan membuat kenangan indah bersama-sama di rumah nenek dan kakek."


"Kami juga bangga memiliki Papa seperti kamu, Papa jo. Kami siap untuk bertemu nenek dan kakek ya kan Carlos!"


" hahahaha Ayo, Papa jo! Mari kita pergi ke rumah nenek dan kakek!"


Jonathan tersenyum bahagia melihat semangat dan antusiasme anak-anaknya. Mereka membawa keceriaan dan kebahagiaan dalam hidupnya, dan Jonathan tidak sabar untuk melihat bagaimana hubungan mereka dengan nenek dan kakek akan tumbuh dalam waktu yang singkat.


"Baiklah, anak-anak. Mari kita mulai perjalanan menuju rumah nenek dan kakek"

__ADS_1


Jonathan, Charly, dan Carlos naik ke dalam mobil dengan penuh semangat. Mereka bergerak menuju rumah nenek dan kakek, dengan hati yang penuh kebahagiaan dan harapan untuk masa depan yang cerah bersama.


Beberapa jam kemudian,Jonathan dan kedua anaknya, Charly dan Carlos, turun dari mobil dan memandang ke arah rumah besar yang menjulang di depan mereka. Kediaman Aldelis ini adalah sebuah vila megah yang terletak di lingkungan elit di kawasan perumahan ibukota.


Rumah ini terdiri dari dua lantai yang luas dan elegan. Fasadnya yang indah terbuat dari batu alam yang dipadukan dengan sentuhan arsitektur modern.


Pintu masuk utama berukuran besar dengan detail ukiran yang menghiasi permukaannya. Di sekeliling rumah terdapat pekarangan yang luas, diisi dengan taman indah yang dipenuhi dengan beragam tanaman hias yang tertata rapi.


Kaca-kaca besar yang menghiasi rumah memberikan kesan modern dan memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan, memberikan suasana yang terang dan nyaman.


Di halaman depan, terdapat kolam renang yang indah dengan air yang jernih, mengundang untuk berenang dan bersantai di tengah kebisingan kota.


Rumah ini mencerminkan keberhasilan keluarga Aldelis sebagai seorang pengusaha sukses. Keindahan dan kemewahan rumah tersebut mencerminkan kehidupan yang ia bangun bersama keluarganya. Dari luar, rumah terlihat seperti sebuah tempat di mana kehangatan keluarga terpancar dan kebahagiaan menjadi pijakan utama.


Jonathan memandang rumah itu dengan bangga, merasa bersyukur atas keberhasilannya dan dapat memberikan kehidupan yang nyaman bagi kedua anaknya.


"Kita sudah sampai di rumah, anak-anak. Mari kita temui kakek dan nenek bersama , Oke."


Jonathan membuka pintu masuk utama rumah dengan bangga, mengundang anak-anaknya untuk memasuki keindahan yang ada di dalam.


Di depan pintu, seorang wanita yang memakai hijab lengkap disertai pria tua berdiri di depan pintu jelas itu adalah kakek dan nenek dari Carlos dan Charlie.


Ada sinar kegembiraan yang samar di wajah mereka berdua, ketika melihat dua jagoan kembar itu masuk ke pekarangan rumah.


Oh cucu nenek...

__ADS_1


__ADS_2