Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
spy kids


__ADS_3

Beberapa bulan sebelum ini.


Di tengah suasana musim panas yang cerah dan hangat di Amsterdam, terdapat sebuah kemah yang didirikan di pinggiran kota. Kemah musim panas ini berada di tepi danau yang indah, dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rimbun. Pemandangan alam yang menakjubkan membuat suasana kemah menjadi menyenangkan dan segar.


Kemah tersebut terdiri dari beberapa tenda yang disusun rapi. Tenda utama berukuran besar dan memiliki lantai kayu untuk memberikan kenyamanan bagi para penghuninya. Tenda-tenda lainnya tersebar di sekitar tenda utama, masing-masing berfungsi sebagai tempat tidur bagi para peserta kemah.


Di depan tenda utama, terdapat area berkumpul yang dilengkapi dengan meja dan bangku kayu. Di tempat inilah para peserta berkumpul untuk berdiskusi, bermain permainan, atau menikmati waktu bersantai di bawah naungan payung besar.


Pembina kemah musim panas berjalan dengan antusiasme menuju kantor kemah. Kantor tersebut terletak di sebuah bangunan kayu yang sederhana namun nyaman. Di depan kantor, ada sebuah papan bertuliskan "Selamat Datang di Kemah Musim Panas Amsterdam" yang disambut hangat oleh para peserta.


Tiba-tiba, dua sosok kembar yang wajahnya akrab dengan Carlos dan Charlie muncul dari belakang. Mereka mengikuti pembina kemah tersebut dengan langkah ceria.


Pembina kemah musim panas, mengenakan seragam kemah yang rapi, berdiri di depan pintu kantor. Dengan senyum hangat, dia mengetuk pintu kayu kantor yang berada di dekat area berkumpul.


Suara dari dalam kantor segera terdengar, "Silakan masuk!"


Pembina ini tidak masuk tapi justru meninggalkan Carlos dan Charlie untuk masuk ke dalam.


Ruangan kantor terasa hangat dan menyambut, dengan dekorasi yang sederhana dan ramah. Di dinding, tergantung sebuah bendera Belanda yang menjulang dengan bangga.


Kantor ini berukuran cukup luas, dengan meja kayu besar di tengah ruangan yang dipenuhi dengan berkas-berkas dan peralatan administrasi kemah. Di sekitar meja, ada beberapa kursi kayu yang nyaman dan tumpukan buku yang berguna untuk kegiatan kemah.


Kursi-kursi tersebut teratur rapi, menunjukkan bahwa ruangan ini sering digunakan untuk pertemuan dan diskusi bersama para peserta kemah. Di sudut kantor, ada juga rak kecil dengan buku-buku dan majalah yang berhubungan dengan alam dan petualangan.


Di sisi lain, terdapat papan pengumuman yang dipenuhi dengan jadwal kegiatan dan informasi penting lainnya. Ada juga foto-foto kegiatan kemah musim panas dari tahun-tahun sebelumnya, menampilkan momen-momen bahagia dan kenangan indah para peserta.


Madam Elisa menunjukkan Carlos dan Charlie tempat duduk mereka, "Silakan duduk, anak-anak.


Madam Elisa mengambil sebuah dokumen dari tumpukan berkas di atas meja kayu. Dengan cermat, dia mendorongnya ke arah Carlos dan Charlie yang duduk di depannya. Dokumen itu tampak penting jika di lihat dengan cara dia mendorong nya tadi.


Carlos dan Charlie mengambil dokumen tersebut dengan hati-hati. Mereka tampak serius dan fokus saat membacanya. Wajah mereka menunjukkan ekspresi penuh perhatian, menyerap setiap kata dan detail yang terdapat di dalamnya.


Sementara mereka membaca, suasana di ruangan menjadi tenang. Hanya terdengar suara gemerisik kertas saat halaman dokumen dibalik. madam Elisa tersenyum melihat betapa seriusnya mereka berdua memerhatikan informasi yang diberikan.


Beberapa menit berlalu, dan akhirnya Carlos dan Charlie selesai membaca dokumen tersebut. Mereka meletakkan kertas-kertas itu dengan hati-hati di atas meja lagi. Wajah mereka menunjukkan ekspresi penuh pemahaman dan siap untuk bertanya jika ada hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut.

__ADS_1


"Apakah semuanya jelas?" tanya madam Elisa dengan ramah.


Carlos mengangguk, "Ya, madam. Semuanya sudah jelas bagi kami."


Charlie juga setuju, "Kami siap untuk mengikuti peraturan dan ikut serta dalam semua kegiatan yang telah direncanakan."


Madam Elisa tersenyum puas, "Bagus sekali. Saya yakin kalian berdua akan menikmati petualangan kali ini.Jika ada pertanyaan atau bantuan apapun, jangan ragu untuk bertanya kepada saya atau para pembina lainnya."


"Oke Carlos ...


Madam Elisa mendorong koper kecil yang terletak di atas meja. Koper itu terlihat biasa saja, tapi Carlos dan Charlie tahu betapa berharganya isi dari koper tersebut. Madam Elisa mulai membuka koper dan mengeluarkan berbagai peralatan yang mengejutkan.


Di dalamnya terdapat puluhan kamera mini dengan berbagai ukuran dan bentuk yang berbeda. Beberapa kamera mini tersembunyi dalam bentuk jam tangan, pensil dan bahkan botol minuman. Itu adalah peralatan rahasia yang biasa digunakan oleh mata-mata untuk mengintai dan merekam tanpa terdeteksi.


Selain itu, ada juga beberapa komputer mini dengan kekuatan komputasi yang luar biasa. Perangkat ini memungkinkan Charlie untuk melakukan peretasan dan meretas sistem keamanan dengan mudah.


Koper ini di berikan kepada Carlos dengan kemampuannya mengolah teknologi mutakhir.


Madam Elisa juga menunjukkan beberapa alat lainnya yang menyangkut persenjataan seorang mata-mata. Dia menyerahkan sebuah cincin yang sebenarnya memiliki senjata rahasia di dalamnya. Juga ada jam tangan dengan fungsi peluncur panah, dan pulpen yang berfungsi sebagai pistol.


Carlos dan Charlie memperhatikan dengan seksama setiap peralatan yang ditunjukkan oleh Madam Elisa. Mereka adalah spykid yang sudah terlatih dengan baik dan mereka tahu betul betapa pentingnya memiliki peralatan rahasia seperti ini dalam misi mereka.


Charlie adalah ahli dalam teknologi dan peretasan. Dia dapat membobol sistem keamanan apapun dan mengakses data yang paling rahasia sekalipun. Sedangkan Charlos adalah ahli bela diri yang terampil.Dia menguasai berbagai teknik bela diri sekaligus dan dapat menghadapi musuh dengan cepat dan taktis.


Bahkan dia bisa melatih mentalnya sendiri agar bisa manahan nafsu dan libido nya.


Berbanding terbalik dengan Carlos yang hanya menguasai masalah teknologi dan komputer.


Intinya Carlos adalah pekerjaan di balik meja dan Charlie lebih cocok jadi pekerja di lapangan.


Kedua kembar ini telah dilatih oleh Madam Elisa sejak usia muda dan mereka telah menjadi mata-mata yang handal dan tak terlihat.


"kalian dipilih mengingat kalian memiliki hubungan dengan Indonesia.Tapi lakukan hal ini dengan rapi dan cari celah agar kalian bisa pergi ke sana dalam waktu dekat"Kata madam Elisa.


"Baik madam "kata mereka serentak.

__ADS_1


"Baik , pergilah lakukan tugas kalian, tapi ingat , misi kalian berdua hanyalah untuk mengumpulkan informasi bukan bergerak langsung ke intinya. Keselamatan kalian berdua harus menjadi sebuah prioritas" kata nya lagi.


Meskipun masih berada di bawah umur tapi Madam Elisa tidak pernah menganggap mereka seperti itu. Baginya begitu keduanya masuk ke dalam badan intelijen internasional, mereka sudah Cukup dewasa untuk memilah apa yang baik dan apa yang buruk.


Sejak muda mereka berdua sudah diajar bagaimana cara mengenal psikologi manusia. Bahkan dalam cara bergonta-ganti karakter mereka juga bisa diacungi jempol.


Misalnya , kalau yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, Sebenarnya dia juga bisa menguasai ilmu bela diri dan pekerja lapangan seperti yang dimiliki oleh Charlie.


Tapi karena minatnya jauh di bidang teknologi maka dia lebih mempelajari hal itu.


Begitu juga dengan Charlie yang juga bisa-bisa saja mempelajari teknologi tapi dia mengkhususkan diri di bidang ini karena dia memang menyukai pekerjaan lapangan.


Dia begitu mencintai film bergenre spy yang kerap kali ditontonnya di rumah.


Menurutnya orang-orang yang bekerja di lapangan itu lebih keren.


Mereka bukan saja mampu beradaptasi dengan lingkungan bahkan juga bisa berpikir cepat. Namun dasar dari teknologi juga tidak bisa dihindari itu masih harus dipelajari oleh orang-orang yang bekerja di lapangan seperti yang dia lakoni saat ini.


"Carlos bagaimana caranya kita bisa pergi ke Indonesia?"


"Hem nanti kita pikirkan, Hem apakah papa Jho bisa di bujuk nggak ya?"


Mereka berdua hanya berpikir begitu dan mencari jalan bagaimana bisa pergi ke Indonesia tapi seperti seseorang yang mengantuk dan diberikan bantal.


Mereka mendengar jika papa Jho sudah menikah dengan gadis yang lebih muda. Tentu saja ini menjadi alasan untuk mereka berdua bisa pergi ke Indonesia.


Hahaha, Jika ada yang bilang tentang kembaran ini menjadi nakal itu sebenarnya adalah zonk, hehehe.


Tapi tunggu dulu kenakalan itu memang ada, contoh nya bertukar posisi. Itu sebenarnya tidak perlu tapi karena nakal mereka ingin merasakan posisi yang berbeda.


Seperti Charlos yang tidak pernah merasakan pekerja lapangan jadi dia ingin merasakannya sebentar.


Dengan itu dia perlu pura-pura menjadi Carlos bukan, jika mereka ingin berganti posisi cukup mengganti warna gelang.


Warna gelang juga adalah pekerjaan dari Charlie sendiri dan itu hanya masalah jentikan jari.

__ADS_1


Thing.


__ADS_2