
Walaupun sedikit kesal tapi kejadian sepulang sekolah tidak di laporkan oleh Stefani.
Dia hanya tidak ingin mereka berdua terlibat dalam pergaulan yang salah.Tapi jika itu terjadi,dia tidak salah di sini.Toh dia sudah memperingatkan mereka terlebih dulu.Jika tidak mau mendengar kan,ya sudah lah.Lagian kan stefani cewek yang nggak mungkin mengikuti mereka ke manapun dan kapan saja .
Stefani juga butuh quality time untuk dirinya sendiri, contoh nya sekarang.Di mana Stefani sedang membantu Mama nya sepulang sekolah.
Yang lebih membahagiakan lagi, mamanya sudah mulai memperlihatkan kesembuhan nya , meskipun tidak bisa pergi ke kantor.
Untungnya mama Stefani hanya terkena stroke ringan jika tidak...Ckckck.
Karena kondisi mama sudah mulai pulih, perawat pulang ketika Stefani sudah kembali dari sekolah.
Jadi mereka hanya berdua sekembalinya Stefani ke rumah.Begitu tiba Stefani tidak masuk ke kamar nya tapi langsung melihat Mama nya yang duduk di ruang tengah.Dia menonton berita ekonomi di televisi ,satu hal yang terkait dengan perkerjaan sendiri.
Sebelum pergi, perawat sudah membantu mamanya untuk duduk di sana alih alih pergi ke kamar.Mungkin mama Stefani ini sudah bosan seharian di kamar terus.
Stephanie memasuki dapur dengan hati penuh semangat untuk memasak makanan yang lezat dan sehat bagi ibunya yang sedang dalam pemulihan dari stroke ringan. Dapur terasa nyaman, dengan langit-langit yang bersih dan cahaya alami yang menyinari ruangan.
Stephanie mulai mencari bahan-bahan yang dibutuhkan di lemari es dan rak-rak dapur. Dia memilih beberapa sayuran segar, seperti brokoli dan wortel, serta bahan protein seperti daging ayam yang lembut. Stephanie memilih menu yang cocok untuk mama nya yang sedang dalam proses pemulihan, yaitu tumis sayuran dengan daging ayam dan nasi merah.
Setelah mencuci dan memotong bahan-bahan dengan hati-hati, Stephanie mulai memanaskan wajan dengan minyak zaitun. Dia menumis potongan daging ayam hingga berwarna kecokelatan dan matang sempurna. Kemudian, dia menambahkan potongan sayuran dan memasaknya hingga lembut namun tetap renyah.
Sambil mengaduk dan memastikan masakan tidak terlalu lama dimasak, Stephanie juga mempersiapkan nasi merah yang dimasak dengan air dan sedikit garam. Setelah masakan selesai, Stephanie dengan hati-hati menyajikannya di atas piring dengan tatanan yang menarik.
Tidak lama kemudian Stephanie membawa hidangan tumis sayuran dengan daging ayam dan nasi merah ke meja makan. Ia menaruh piring di depan mamanya dengan penuh perhatian. mama Stephanie tersenyum bahagia melihat upaya putrinya.
"Ohh putri mama udah dewasa ya, Hem?"puji sari melihat Stefani dengan piring di tangannya m
" Ini tumis sayuran dengan daging ayam dan nasi merah, Ma. Aku memasaknya dengan cinta agar kamu mendapatkan nutrisi yang baik untuk pemulihanmu. Semoga kamu suka!"kata Stefani dengan bercanda
"Terima kasih, Sayang. Aku sangat menghargai usahamu. Makananmu selalu lezat dan menyehatkan. Aku bangga memiliki anak sepertimu"mata Sari berkaca-kaca melihat Stefani dengan seperti ini.
Bagaimana mungkin dia lupa dengan hari itu, di mana putrinya hampir dipermalukan.
Stefani putriku yang malang.
__ADS_1
Stephanie tidak tahu apa yang dipikirkan oleh mamanya ini tapi dia tersenyum bangga mendengar pujian dari mamanya. Mereka berdua menikmati makanan yang di masak oleh Stephanie dengan perasaan yang penuh kasih sayang dan harapan untuk pemulihan yang lebih baik.
" Mama , tadi , waktu mau pulang ke dari sekolah Carlos itu mau ngikutin si Tomi .Mama tahu kan si Tommy, dia itu bukan anak yang baik-baik . Mungkin Charlos itu sudah akrab dengan kehidupan malam tapi kan di sini dia tanggung jawab kita kan mah?"kata Stefani di sela-sela makannya.
Stefani mulai mengadu kesehariannya dalam memantau Carlos dan Charlie.Sari hanya mendengarkan dan sesekali mengutarakan pendapatnya.
"Ani Kamu juga jangan terlalu mengekang mereka. Mereka juga bukan anak kecil lagi"kata Sari.
"Betul mah, Ani juga tidak akan peduli dengan mereka seandainya tidak diberi tanggung jawab oleh Pak Jonathan.Tapi mama kartu kredit itu adalah beban buat Ani. Jadi Ani tidak boleh makan gaji buta kan?"kata Stefani.
Nggak perlu lama mereka juga sudah menyelesaikan makannya dan Stefani juga sibuk membersihkan meja lagi. Tapi di sebelah sana itu mereka masih berbicara tentang banyak hal.
Inilah kehidupan mereka berdua sebagai ibu dan anak.
Setelah membantu mamanya masuk ke kamar kembali, Stephanie juga masuk ke kamarnya sendiri. Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi sebelum menggunakan piyama tidurnya dengan gambar hello Kitty.
"Eh lupa ckckck...
Stefani membuka telepon genggamnya dan langsung menghubungi Jhonatan. ini adalah laporan terakhir dari Stefani untuk hari ini.
Dia mengirimkan foto dirinya yang menggunakan piyama tidur dengan gambar hello Kitty tadi diiringi dengan kata kata.
Baru setelah itu Stefani bisa tidur dan merasa tanggung jawabnya hari ini sudah selesai.
Namun hal yang sama tidak berlaku pada Jonathan dia yang menerima pesan tersebut buru-buru melihatnya dan tersenyum dengan tipis.
Untuk satu hari Stefani sudah mengirimkan beberapa pesan foto juga video berikut dengan kata-kata yang tertulis dengan nada yang sedikit lucu.
Meski demikian Jonathan segera membaca lagi dari pengiriman pertama sampai pengiriman yang terakhir.
Dalam pikiran Jonathan dia ingin melihat keseruan apa yang dilakukan oleh jagoan kembarnya hari ini. berbeda dengan Stefani Carlos dan callie tidak mengirimkan pesan apapun kepadanya.
Namun sebenarnya bagi Jhonatan itu tidak masalah karena mereka adalah laki-laki .Cara laki-laki menyampaikan suatu hal berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh anak gadis.
lagi pula Carlos dan Charlie adalah anak-anak yang masuk akal mereka pasti bisa membedakan antara baik dan yang buruk.
__ADS_1
Di sini Jonathan tidak pernah meremehkan pengajaran dari Yana. hanya ada senyum di ujung bibir Jonathan ketika membaca semua pesan-pesan tersebut.
Melalui pesan ini dia merasa ikut menghabiskan waktu bersama Carlos dan Charlie. Dia bahkan benar-benar tahu malu apa yang dikonsumsi oleh putranya di sekolah, dengan Stefani keseharian yang dilakoni oleh sang putra di sekolah tidak akan pernah terlewatkan.
Namun tanpa sadar Jonathan sebenarnya juga sedang melihat keseharian Stefani.
"good night Ani, thanks for today" tulis Jhonatan dan dia mengirimkan langsung ke nomor Stefani.
Stephanie tidak bisa membacanya karena dia sudah tertidur lelap.
Tapi baik Stefani maupun Jonathan tidak mengetahui jika saat ini Carlos dan Charlie tidak tidur seperti mana mereka berdua.
Saat ini Carlos dan Charlie sedang bersiap-siap untuk menghabiskan waktu di klub malam yang telah mereka janjikan. Mereka memilih pakaian yang sesuai dengan suasana klub malam tersebut.
Carlos memilih mengenakan kemeja berwarna hitam yang dikenakan dengan beberapa kancing terbuka. Dia memadukannya dengan celana jeans gelap yang pas di tubuhnya. Untuk melengkapi penampilannya, Carlos mengenakan sepatu kulit hitam yang terlihat elegan. Rambutnya rapi dan sedikit tergerai, memberikan kesan yang keren dan modis.
Sementara itu, Charlie memilih gaya yang lebih santai tetapi tetap keren. Dia mengenakan kaos berwarna gelap dengan desain yang simpel, dipadukan dengan jaket denim yang nyaman. Charlie mengenakan celana hitam yang longgar dan nyaman untuk bergerak. Sepatu sneakers putih melengkapi penampilannya yang kasual namun stylish. Rambutnya dibiarkan rapi tetapi sedikit berantakan, memberikan kesan yang menarik.
Jhonatan memberikan sebuah mobil untuk dipakai keduanya selama di Indonesia. Sekarang dengan mobil itulah mereka bergerak menuju ke klub malam yang dikatakan oleh Tommy tadi siang.
Ketika mereka tiba di klub malam, suasana terasa semarak dan penuh dengan cahaya warna-warni yang berkilauan. Di dalam klub, terdengar alunan musik yang menggema dan orang-orang yang bergembira menikmati malam mereka. Lantai dansa dipenuhi dengan gerakan tubuh yang berirama.
"Lumayan"kata Carlos.
Dua kembar ini tidak munafik mereka di Amsterdam juga sering menghabiskan waktu di klub malam. Namun ini kali pertama mereka masuk ke klub malam di Jakarta.
Sepertinya tidak ada bedanya kok.
Klub malam ini memiliki dekorasi modern dengan perpaduan cahaya neon yang menciptakan suasana yang energik dan menggairahkan. Area bar dengan deretan minuman dan bartender yang terampil menjadi pusat perhatian. Orang-orang berkumpul di meja-meja dan sofa, menikmati minuman mereka sambil berbincang dan tertawa.
"Wah, klub malam ini benar-benar seru, Carlos! Kita pasti akan menghabiskan waktu yang luar biasa di sini. aku merasa tidak pernah pergi dari Amsterdam hahaha"
" Iya, benar sekali, Charlie! Semuanya terlihat begitu hidup dan energik. Ayo, mari kita bergabung dengan kerumunan dan berdansa malam ini!"kata Carlos pula.
Dengan semangat dan antusiasme, Carlos dan Charlie bergabung dengan kerumunan di lantai dansa, menikmati musik yang mengalun dan merasakan semangat malam yang membara di klub ini.
__ADS_1
Entah apa yang akan dipikirkan oleh Jonathan seandainya dia tahu cara si kembar menghabiskan waktu malamnya.
Apakah dia akan marah?