
Setelah menghabiskan sarapannya,Carlos duduk di sofa dengan ponselnya di tangan, sambil bersiap untuk menghubungi Jonathan di Indonesia.
Carlos mengamati perbedaan waktu setempat ."Okay, sekarang pukul 10 pagi di sini. Berarti di Indonesia sekarang...
Yana tiba-tiba datang dan memotong Carlos ,"Kira-kira pukul 4 sore, Nak. Jangan lupa ada perbedaan waktu antara Belanda dan Indonesia"
Carlos mengangguk dan berbisik ."Ya, Mam. Aku akan menghubungi papa Jonathan sekarang juga"
Carlos menekan nomor telepon Jonathan, menunggu sambungan. Beberapa detik kemudian, suara Jonathan terdengar di seberang garis.
"Halo? Yana kah ini?"
"Oh Papa Jonathan! Ini Carlos, anak Anda dari Belanda!" kata Carlos tertawa.Dia memiliki usia muda tapi jiwanya sudah mengerti tentang sebuah perasaan.
Inilah terkadang membuat dia merasa kasihan dengan papanya ini, alih-alih marah.
"Carlos! Betapa menyenangkan mendengar suaramu, Nak. Bagaimana kabarmu?"
"Kami semua baik di sini, Papa jhom. Kami baru saja sarapan pagi dan aku ingin menghubungi papa Jho untuk berbicara sejenak"
"Aku senang mendengarnya. Bagaimana cuaca di Belanda?"
"Cuacanya lumayan cerah hari ini, Papa. Tapi, Papa, bagaimana dengan cuaca di Indonesia?"
"Oh, di sini sedang musim panas, jadi cukup panas dan terik. Tapi kita menikmatinya"
"Suara Papa terdengar riang, seperti di waktu yang menyenangkan di sana"kata Carlos mengejek pengantin baru .Tapi Jhonatan tidak ngeh dengan isi pembicaraan mereka.
"Iya, Nak. Aku menghabiskan waktu yang indah di sini. Aku harap kamu juga sedang menikmati waktu bersama Mam di Belanda"
__ADS_1
"Papa Jonathan? Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu"
"Tentu, katakan saja.papa mendengarkan mu nak!"
"Papa , aku mendengar papa sudah menikah lagi, oh papa jangan tanya dari manakah kami tahu oke..Jadi aku dan Charly memiliki ide untuk sekolah di Indonesia dan kami ingin masuk ke SMA yang sama dengan ibu tiriku. Kami ingin lebih mengenal karakternya dan cari tahu apakah dia cocok untuk papa atau tidak"
Jonathan segera terkejut mendengar pembicaraan ini dan dia juga malu dalam sekejap."Oh, begitu? Ide yang menarik. Tapi gimana dengan mama kalian dan papa Rudi apa mereka mengizinkan?"
"tentu saja papa Jo jika tidak kenapa aku menelponmu sekarang, tapi sepertinya papa tidak begitu senang kami datang"kata Carlos lagi
"oh sayang papa itu lebih senang daripada yang kalian pikirkan. bukan saja papa tapi kakek dan nenek juga mungkin akan lebih senang daripada papa saat ini.Hem kalau begitu kirim berkas-berkasmu nanti papa yang akan langsung mengurusnya .Mungkin dalam minggu ini kalian harus datang dan menetap bersama papa jangan bosan sama papa ya"
"Oh papa, tidak perlu papa carikan saja kami sebuah apartemen kecil yang tidak jauh dari sekolah itu sudah cukup kami tidak akan merepotkan papa Jho kok" kata Carlos.
Mereka memang ayah dan anak tapi ada kesenjangan dalam hal kepribadian dan juga cara hidup. Dengan begitu lebih nyaman jika Charles dan Charlie tidak tinggal serumah dengan papanya.
"Terima kasih, Papa. Kami berharap bisa bersekolah di SMA yang sama dengan ibu tiriku dan tinggal di Indonesia bersamamu. Oh, dan selamat atas pernikahanmu, walaupun ada perbedaan usia"
Menanggapi perkataan Charlos itu, Jonathan tidak nyaman tapi dia langsung jujur tentang kondisi pernikahannya dengan Stefani.
Yana juga bilang anak-anak sudah terbuka dalam hal hubungan wanita dan pria.Jadi mereka bisa dianggap sebagai pria dewasa dalam membicarakan hal itu.
Awalnya memang memalukan sih membicarakan masalah ini dengan putranya sendiri. Tapi kemudian dia merasa nyaman karena memang putranya ini bersikap lebih dewasa daripada yang dia pikirkan.
"Ohh papa, i'm happy whit you married papa.Tapi jika ceritanya seperti itu ya sudahlah. Mungkin kalian belum jodoh, ah papa kalau begitu nanti aku akan memanggilnya Kakak bagaimana?"kata Carlos.
"Hahaha nak, itu terserah kamu. Tapi papa juga senang kalau kamu mengerti dengan posisi papa dalam pernikahan ini. Makasih ya nak"
"it's okay papa , i am you son.you free talk to me about anything. termasuk dengan hubungan papah dan istri baru hahaha. keep healthy papa Jo"kata Carlos .
__ADS_1
"You too my son" kata Jhonatan tersenyum.
Jonathan yang menutup telepon setelah berbicara dengan Carlos. Wajahnya dipenuhi dengan kebahagiaan yang tak terkatakan. Senyum lebar terpancar dari bibirnya, dan matanya berbinar penuh harapan. Jonathan merasakan kehangatan dan kebahagiaan keluarga yang lama dia idam-idamkan.
Kehangatan yang menyelimuti hatinya terasa memenuhi setiap celah. Dia merasa terhormat dan bersyukur atas keputusan Carlos dan Charly untuk menetap di Indonesia bersamanya.
Jonathan meraih telepon dan memutuskan untuk menghubungi rumah orang tuanya untuk berbagi berita gembira. Suara telepon bergema melalui ruangan, dan detik-detik terasa seperti detik-detik yang penuh harapan.
Suara mamanya terdengar di ujung telepon dan Jonathan dengan gembira mengabarkan tentang rencana Carlos dan Charly untuk tinggal bersamanya di Indonesia. Dia bisa merasakan kebahagiaan yang terpancar dari suara mamanya seiring dengan kejutan dan kegembiraan yang tak terkira.
"Ah cucu Mama mau tinggal di Indonesia sama kita nak? Jonathan kamu tidak tahu ini adalah kabar yang paling menggembirakan mama dalam 10 tahun ini. Allahu akbar Mama nggak sabar Jonathan"kata mama bertubi tubi.
"Mama tenang dulu mah Mama jangan terlalu banyak berharap. anak-anak memang masih muda tapi mereka memiliki gaya hidup yang berbeda dengan kita. jadi Charles ingin tinggal di apartemen tidak ingin tinggal bersama mama ataupun bersama aku"kata Jonathan yang langsung menyiram air ke dalam api semangat mamanya ini.
"Lho kok gitu sih sayang, Mama kan neneknya Mama itu kangen loh"kata mama Jhonatan sedih.
"Ya mah, lebih baik seperti ini jadi tidak ada yang tersinggung di masa depan.hem Mama mengerti kan apa yang Jonatan maksudkan?"
Di sisi lain, di dalam hati Mama Jonathan, ada perasaan bersalah yang berkecamuk. Dia merasa bertanggung jawab atas jarak yang tercipta antara cucunya karena perceraian yang terjadi antara Yana dan Jonathan dulu.
Namun di tengah kebahagiaan yang dirasakannya, Mama Jonathan berjanji untuk memberikan segala dukungan dan cinta kepada cucu-cucunya yang tercinta.
Mama Jonathan segera merasakan kebahagiaan yang meluap-luap dalam hatinya. Air mata kebahagiaan tak terbendung mengalir di pipinya, dan senyum lebar menghiasi wajahnya. Ia merasa bersyukur dan terharu oleh kabar baik yang dibagikan oleh Jonathan.
Kebahagiaannya mencerminkan harapannya yang tak terucapkan untuk melihat kedua cucunya bersama dalam lingkungan keluarga yang penuh cinta dan kehangatan.
Walaupun pada kenyataan mereka tidak tinggal satu rumah tapi itu sudah lebih baik daripada mereka tinggal di beda negara.
Sekarang mama Jonathan dan Jonathan sendiri sedang menunggu-nunggu waktu untuk kedatangan kembaran itu.
__ADS_1