Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
Sari drop


__ADS_3

sebenarnya pihak laki-laki masih bersikeras untuk memohon kerjasamanya dengan Sari namun begitu Sari tidak pernah mengatakan apapun karena dia tidak kuasa menanggung penderitaan ini sendirian.


melihat itu Jonathan langsung mengambil alih situasi dan mengatakan, pihak Sari masih harus berpikir lagi tapi mereka dipersilakan pulang terlebih dahulu.


"tidak Pak Jonathan kami akan siap menunggu di sini dan mendengar langsung keputusan dari Stefani. Entah dia bersedia menjadi istri kedua ataupun dia rela menikah dengan Putra kami ,itu terserah dia. Tapi masalahnya kami tidak ingin masalah ini diperpanjang dan dibawa ke meja hijau"kata papa ridho.


Lagi-lagi dia harus menundukkan kepalanya dengan hormat kepada semua orang yang hadir, agar masalah ini tidak diperlebar dan disebarluaskan.


Dia mengatakan ini adalah masalah anak-anak tapi juga adalah masalah keluarga yang merasa bersalah tapi juga tidak ingin memperburuk persoalan.


awalnya Jonathan ingin menjawab beberapa kata lagi tapi segera saja dia diinstruksi oleh ibu guru Yanti yang buru-buru datang.


"ibu Sari bapak Jonathan saya sudah berbicara dengan Stephanie tapi sekarang dia meminta waktu untuk berbicara dengan kalian berdua secara pribadi"kata yang ibu Yanti tanpa menyembunyikan masalah ini di depan papanya ridho.


Meskipun dia mengerti masalah yang dipikul oleh orang tua Redho ini .Tapi dia juga berpikir ini tidak pantas dan tidak cocok untuk Sari.


Sari jelas ada korban tapi dipaksa menikah dengan cara ini ,bukankah dia hanya akan menjadi lebih menderita lagi.


berhubung Jonathan tidak ingin berbicara dengan orang tua yang mau menang sendiri ini dia langsung membantu Sari untuk masuk ke dalam kamar pengantin di mana Stefani saat ini berada.


Sungguh keindahan hotel yang di bayar demi resepsi ini benar-benar berbanding terbalik dengan yang terjadi sekarang.


Dari dari awal Sari tidak berbicara sama sekali tapi wajahnya semakin mengkhawatirkan saja.


Sementara itu dokter belum juga tiba di sini.


"sabar Sari semuanya akan baik-baik saja aku akan selalu ada di sisimu oke"kata Jonathan sebelum mereka masuk ke kamar pengantin di mana pintu ditutup.

__ADS_1


begitu pintu dibuka jelas terlihat bagaimana kondisi kamar pengantin Stefani.Kamar yang seharusnya menjadi tempat yang indah dan teratur, kini berantakan dan penuh dengan kekacauan. Perhiasan dan aksesori pengantin yang sebelumnya rapi tergeletak di berbagai sudut kamar. Bunga-bunga yang awalnya tersusun indah sekarang berjatuhan dan terinjak-injak. Helaian kain dari gaun pengantin tergantung di atas kursi, terlihat kusut dan tidak teratur.


Di tengah kekacauan itu, Stephanie duduk di tepi ranjang pengantin dengan gaun pengantin yang semula indah kini tampak belepotan dan berantakan. Wajahnya yang sebelumnya bersemangat dan bahagia tertutupi oleh air mata yang mengalir deras. Riasan di wajahnya terhapus, dan dia terlihat lelah dan terpukul.


Rambutnya yang sebelumnya diatur dengan rapi kini terurai dan kusut. Dia menarik-narik helai rambutnya dengan frustrasi, meninggalkan jejak kelelahan yang jelas pada penampilannya. Air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, membuat riasan yang tersisa tampak semakin luntur.


Begitu Stephanie menangis, ia tidak lagi memperhatikan penampilannya atau kekacauan di sekitarnya. Setiap gerakan dan napasnya dipenuhi dengan rasa sedih dan kekecewaan yang mendalam. Dia merasa hancur, merasakan bahwa harapannya untuk pernikahan yang bahagia telah sirna. Semua harapan dan impian yang dia bangun sejak lama kini hancur berantakan di hadapannya.


Kehancuran kamar pengantin dan penampilan Stephanie yang berantakan mencerminkan keadaan hatinya yang terluka. Semua yang dia persiapkan dengan cermat dan penuh cinta sekarang menjadi simbol dari kegagalan dan kehancuran yang dia alami.


"Ani.."ini adalah suara pertama sari setelah dia mendapatkan kabar buruk. jelas aja suaranya menjadi parau dan tidak kedengaran bagus.


Stefani memandang asal suara dan tiba-tiba saja dia menangis lagi.


"Mama huhuhu Mama Ani..hiks..


Hanya itu yang bisa dikeluarkan sehari dari mulutnya. Kepalanya semakin pusing dan berkunang-kunang saja. Jelas dia merasa tidak nyaman dan tentu tahu jika sekarang darah tingginya sedang kumat.


Tapi di dunia ini hanya ada mereka berdua saja. Jadi sari berusaha menguatkan hatinya agar bisa membujuk putrinya yang sekarang sedang hancur.


Apa ada akhirnya ibu dan anak ini menangis berdua dan saling berpelukan di sana.


"Mama ,papa..om Tara bilang..hiks.. Om Tara bilang Abang Roni mau jadi pengantin pengganti untuk Ani kan.huf..huf..


Tentu saja kabar ini diberitahukan oleh para guru yang tadi memberitahu Stefani tentang kondisi terakhir.


Tapi Stefani ogah ingin menikah dengan pengantin pengganti seperti yang dikatakan oleh papanya ridho.

__ADS_1


Sebelum ini Stefani sudah akrab dengan mereka dan memanggil papanya ridho sebagai papa. Tapi sekarang dia tidak ingin menyebutnya itu lagi malah mengganti sebutannya dengan perkataan Om Tara saja.


Hal ini menjelaskan jika dia tidak ingin melakukan pernikahan itu meskipun dengan penggantin pengganti.


"Sayang ini hidup kamu nak. om tahu ini berat tapi jangan dipaksakan. tidak ada yang mengetahui pernikahan ini kan. kamu itu masih muda masih ada banyak jalan yang menunggumu di depan. menurut Om sih, biarkan saja waktu berlalu dan semua orang akan lupa dengan hari ini"kata Jonathan yang memberikan masukan untuk gadis itu.


jadi secantik ini harus terpaksa menikah hanya berdasarkan rasa malu.Ah malu mana hari ini jika dibandingkan dengan beberapa tahun lagi.


Menikah dengan seseorang yang awalnya sudah dianggap sebagai calon kakak ipar.ahh Apa dikira Ini adalah sebuah kisah dari novel, is a real oke.


"Tapi Om gimana dengan Mama...


Kata Stephanie yang masih menangis dengan suara cecegukan.


"Apa masalahnya dengan mamamu. kalau nggak gini aja, Om akan beri kamu tiket untuk pergi ke luar negeri selama beberapa minggu dan itu akan dibiayai sepenuhnya oleh om. Om janji deh setelah ini kamu pasti akan lupa hari ini dan akan menemukan pasangan yang cocok untuk kamu di masa depan. orang ini pasti akan lebih baik dari daripada calonmu itu ,Hem siapa namanya, ohh ridho kan" kata Jhonatan ringan.


"Ya sayang, menjadi istri kedua juga bukan jalan yang baik sayang kamu masih muda Mama setuju dengan Pak Jonathan. Ayo sayang ayo kita pulang nak "kata sari dengan lemah.


Tiba-tiba saja Sari sudah tidak bisa lagi menahan tubuhnya yang lemah. Dia langsung ambruk pada ranjang pengantin putrinya sendiri.


Hal ini tentu saja membuat Jonathan jadi khawatir dan dia buru-buru membaringkan Sari dengan baik dan menelpon dokter pribadinya.


Untung saja dokter pribadi sudah pun masuk ke Aula pernikahan dan dia tinggal naik saja ke atas.


Stefani yang melihat mamanya menjadi seperti itu merasa bersalah dan tidak kuasa untuk menangis lagi.


"Huhuhu mama...

__ADS_1


__ADS_2