
Di dalam kelas, teman-teman sedang sibuk membicarakan masalah Carlos dan Charly yang memberikan kartu kredit dan kunci apartemen kepada Stefani. Stephanie, yang sedang duduk di belakang, mendengar percakapan tersebut dan merasa terkejut sekaligus malu.
"Hei Kamu tahu nggak tadi di kantin itu Carlos dan Charlie memberikan Stephanie card kredit dan kunci apartemennya lho. aneh kan?"kali ini teman sekelas bahkan tidak mengecilkan suaranya sama sekali.
Tapi semua orang mulai terpaku dan tergiur untuk membicarakan masalah yang sama.
"Kamu benar aku juga heran dan gaya-gaya pikiran mereka itu. mereka percaya begitu saja,hei kenapa sama Stephanie sih kenapa nggak sama aku aja hahaha"
"Ya sebenarnya ini keterlaluan banget sih ya kan Ani, apa mereka nggak kepikiran entah bagaimana hilang kek kartu kreditnya atau uang di dalamnya kayak habis ya nggak?" kata Lia dengan wajah jijik.
Tapi dia sebenarnya iri sih, dua pria tampan yang membuat jantungnya deg-degan ini .Sebenarnya percaya dengan seorang Ani hanya anak dari sekretaris papanya doang.
Ckckck.
Stephanie yang mendengar itu merasa malu tapi juga kepikiran tentang hal yang sama. akhir-akhir ini dia lupa tapi panggilan bibi itu mulai melekat di dalam otaknya dan dia tidak tahu harus berpikir apa.
Ah anak tirinya tampan dan sungguh menggoda imam ,coy.
Alamak
Namun begitu dia harus menjaga reputasinya sendiri dengan berkata." hai kalian tentu tahu kan mereka itu berbeda cara hidup . Juga mungkin gaya hidup mereka serba terbuka tentang semua hal. Siapa tahu apa yang mereka pikirkan kan. Mereka itu berasal dari Amsterdam bukan berasal dari Indonesia "
tiba-tiba saja Tommy berdiri dan membela Stefani.
"Ani kupikir kau ada benarnya juga tapi lebih baik kau berhati-hati Ani walau bagaimanapun mereka itu adalah laki-laki yang selalu mengembangkan kebiasaan serba terbuka.Dan terbukanya itu agak aneh sih"
Semua orang mengerti dan percaya hal yang "terbuka" mereka maksudkan itu.
Tapi semuanya jadi beku dan gerah ketika melihat Carlos dan Charly masuk ke dalam kelas.
Ketampanan mereka membuat gadis-gadis jadi menjerit di dalam hati dan saling colek mencolek.
__ADS_1
"Hai kok pada diam sih"Kata Charlos pada semua orang.
Barusan dia mendengar semua orang berisik tapi ketika masuk semuanya pada diam tentu mereka merasa sebuah ketidakwajaran.
"Ohh bibi ,kau tau kami baru sampai tadi malam tapi apartemennya sedikit kosong.Hem apa bibi mau membantu mengurus apartemen ya kira-kira berbelanja lah minimal untuk membeli beberapa produk di supermarket?"kata Charlie dengan ringan.
Mata para gadis membelalak lagi.
Semua orang yakin kekayaan dari aldelis grup itu tidak sedikit jadi untuk membeli beberapa hal mengisi apartemen sebenarnya adalah masalah kecil.
Ana yang merah karena malu tiba-tiba berseru.
"Charlie bolehkah aku datang ke apartemen mu lebih awal? soalnya aku juga ingin membantu ingin lihat apa yang kurang di dalam apartemenmu?"mata ana berkedip-kedip lucu seolah-olah sedang menarik kumbang datang ke arahnya.
Charly yang ditanyakan merasa sedikit sungkan karena saat ini Ana sedang menatap ke arah Carlos.
Hei sebenarnya Ana belum hafal yang mana Carlos yang mana Charlie. Jadi Ana benar-benar menatap pada orang dengan nama yang salah.
"Hei, nona kamu salah orang i am Charlie" kata Charlie yang menepuk pundak Ana.
"it's okay pretty.Ohh by the way, kalian boleh pergi ke apartemen jika mau,kunci kan sama bibi ya nggak bibi ani?"
Deg...
"anak tiri sialan ,Untung saja tampan!"Keluh Ani yang memaksakan senyumnya.
"Hem okeh , Ani pulang dari sekolah aku ikut kamu ke apartemen mereka berdua oke.oh aku ingin melihat dan memikirkan apa yang kurang"kata Ana yang memutuskan sendiri.
Bukan saja Ana tapi beberapa gadis juga mengatakan setuju untuk pergi bersama Stefanie setelah ini.
"Hem Carlos ,gimana kalau aku menyerahkan pekerjaan ini pada mereka saja ,aku sibuk di rumah soalnya mama sedang tidak sehat"kata Stephanie yang membuat alasan.
__ADS_1
Dia menarik ujung bajunya karena merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang.
Awalnya Stefani sendiri yang mengajukan diri untuk pernikahan tersebut Tapi sekarang dirinya merasa begitu menyesal.
Jika saja dirinya tahu anak tirinya akan setampan ini ,mungkin dia akan mundur 10 langkah oh tidak dia akan lari sejauh-jauhnya dari pernikahan tersebut.
Tapi sekarang menangis darah pun Stefani ,ini tidak akan berguna lagi.Dia dan pak Jonathan sudah menikah dan mereka resmi menjadi dua anak tirinya.
Oh my god.
"Oh kalau gitu tunggu aja kalau sampai kamu punya waktu bibi. nggak perlu repot kok jika apartemennya belum selesai kami bisa tidur di rumah kakek dan nenek, ohh jika tidak kami bisa tidur di rumah Papa. kalau ada apa-apa kamu bisa pergi ke rumah Papa juga ya kan, hehehe"
Kata "Papa"di mulut Charly benar-benar menghancurkan hati seorang Stefani.
"siapapun ,tolong buat mesin waktu. aku ingin kembali ke waktu di mana aku memohon dinikahi oleh pak Jonathan huhuhu" keluh Stephanie di dalam hati.
"Ani seingatku papanya Charly kan membayar perawat untuk mengurusi mama kamu di rumah.ya izin aja lah sebentar toh mereka kan atasan dari mama kamu juga"kata Ana yang buru-buru menarik tangan Stefani.
Dia benar-benar ingin melihat kondisi apartemen dari dua kembar yang membuat hatinya panas dingin ini.
"Ya Ani, Hem mereka baru tiba di Indonesia jadi belum mengerti. Apalagi kita-kita kan juga ingin memilihkan produk terbaik untuk mereka dalam rangka memperkenalkan produk Indonesia"kata Yanti yang juga menganggukan kepalanya dengan cepat.
Siapa yang tidak ingin pergi melihat apartemen mewah.
Yanti juga ingin memilihkan satu produk sesuai dengan referensi dirinya sendiri. mungkin ketika Charlie atau Carlos melihatnya mereka akan kepikiran dan bertanya-tanya ."gadis mana kira-kira yang menemukan produk bagus itu".
"Ani please deh ni, Kita juga harus melihat menu apa yang cocok untuk dibuat pada saat perjamuan ujung minggu ini kan Hem, Ani pikirkan lagi"
Wajah Stefani memerah dengan cepat ketika melihat teman-temannya yang mendorong dia. Ditambah lagi dengan wajah Charlie dan Charles yang juga tersenyum tapi penuh dengan tanda tanya di benak mereka berdua.
Semakin dilihat ,kenapa dia anak tirinya jadi semakin tampan ya.
__ADS_1
Oh jangan-jangan Stefani ada benih selingkuh dengan anak tiri nih.
Hehehe.