Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
Dua persimpangan


__ADS_3

Jonathan memasuki ruang praktek dokter Khans dengan langkah cepat, rasa gelisah terpancar dari ekspresi wajahnya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia bertatap langsung dengan dokter Khans yang duduk di balik meja kerjanya. Dokter Khans mengangkat alisnya dengan ekspresi campuran antara keheranan dan harapan, seolah berkata, "Sudah kembali lagi elergi nya?"


Dokter Khans adalah seorang pria paruh baya dengan rambut beruban yang tersusun rapi. Kacamata tebal berbingkai hitam duduk di hidungnya yang tegas. Dia mengenakan jas putih yang rapi dengan dasi gelap, mencerminkan kesan profesionalitas dan kewibawaan. Meja kerjanya terhiasi beberapa buku referensi medis dan beberapa alat tulis yang tersusun rapi.


"Selamat sore Jonathan," sapa dokter Khans dengan suara lembut, menunjukkan kehangatan dan empati dalam ucapan singkatnya. Dia melanjutkan, "Masuklah, duduklah di sini." Dokter Khans mengarahkan Jonathan ke kursi berlapis kain berwarna lembut yang terletak di dekat meja kerjanya.


Jonathan mengangguk dan duduk di kursi tersebut, tatapan mata dokter Khans seakan meresapi setiap ekspresi wajahnya. "Bagaimana keadaanmu, Jonathan? Apa yang membawa alergi mu kembali . wanita mana lagi yang mencoba menculik mu sekarang hem?" tanya dokter Khans dengan penuh perhatian.


Jonathan menggelengkan kepala, "Alergi, Dok. Kambuh lagi. Dan... obat yang biasanya saya gunakan juga sudah habis." Wajahnya terlihat pucat, dan pandangan matanya terlihat lelah akibat reaksi alerginya.


Dokter Khans mengangguk memahami, "Saya duga begitu. Mari, berbaringlah di ranjang ini." Dia menunjuk ke ranjang pemeriksaan di sudut ruangan, yang dilapisi dengan lembaran putih bersih. Jonathan mengikuti instruksi tersebut dan berbaring dengan hati-hati.


Dokter Khans mengambil alat stetoskop dan mulai memeriksa denyut jantung Jonathan, mendengarkan dengan konsentrasi penuh. "Reaksi alergi memang sangat mengganggu, Jonathan. Kita akan segera mengatasi ini, tenang dan rileks lah, Oke" kata dokter Khans sambil mencatat sesuatu dalam catatan medisnya.


"Baiklah, Jonathan. Kali ini, kita akan memberikan obat alergi yang lebih kuat. Namun, aku juga ingin kita membicarakan faktor pemicunya. Ada perubahan apa yang mungkin menyebabkan alergimu datang hari ini ?" tanya dokter Khans dengan suara penuh perhatian.


Jonathan mengangkat bahu dengan ekspresi ragu, " tadi ada pertemuan tapi mereka mengganti perwakilannya dengan wanita.Jadi alerginya kambuh"


Dokter Khans mengangguk mengerti, "Penting untuk memeriksa faktor-faktor tersebut. Kami akan mencari akar penyebabnya dan memberikan solusi yang tepat"


Jonathan merasa ragu saat akan berbicara, tapi dia memutuskan untuk tetap jujur kepada dokter Khans. "Dok, ini mungkin terdengar aneh, tapi beberapa kali reaksi alergiku... memudar, atau setidaknya tidak terasa seburuk biasanya, ketika aku melihat wajah Stefani di dalam teleponku."


Dokter Khans yang awalnya sedang mencatat di catatannya, mendongak dengan sedikit keterkejutan yang ia coba sembunyikan di balik ekspresi profesionalnya. Namun, rasa keterkejutan itu segera berubah menjadi rasa penasaran. "Stefani? Siapa dia, Jonathan?"


Jonathan sedikit tergagap, tetapi kemudian dia memutuskan untuk menceritakan sedikit tentang Stefani kepada dokter Khans. "Dia... Bla.. bla.. bla.


Dokter Khans mendengarkan dengan penuh perhatian, matanya memancarkan rasa ingin tahu yang mendalam.


Jika tidak ingat Jonathan adalah pasien mental mungkin dokter Khans, akan membelalakkan matanya dengan terkejut.

__ADS_1


Stephanie adalah istri yang baru dinikahi oleh Jonathan tapi mereka hanya berlaku seperti Tuan dan majikan.


Wow ada cerita apa ini.


"Ehem ehem,Itu adalah perkembangan yang menarik, Jonathan. Aku mendengar apa yang kau katakan.Sebenarnya tubuh kita memiliki cara untuk mengartikan rasa takut atau penolakan dari pemikiran kita sendiri. inilah yang menyebabkan kau menjadi alergi pada sebenarnya tidak terjadi hal yang sedemikian itu hanya permainan di dalam otakmu saja" kata dokter harus dengan serius dia sudah mengatakan bahwa hal ini beberapa kali kepada Jonathan tapi sampai sekarang Jonathan seperti tidak bisa menerima hal itu.


Salah bagaimana otak bisa membuka dan menutup memori juga ada sebuah masalah yang masih diteliti sampai saat ini


Otak adalah salah satu hal yang paling luar biasa dan kompleks yang dimiliki oleh manusia.


"Tapi... mengapa alergiku tidak terjadi ketika bersama Stefani? Dia seorang wanita juga kan dok?"


"Pertanyaan yang baik. Ingatlah bahwa ketidakpercayaanmu terhadap wanita, akibat pengalaman masa lalu, dapat memicu reaksi alergi yang kau alami. Namun, saat kau berada di dekat Stefani, mungkin ada perasaan yang lebih mendalam, seperti keyakinan atau kenyamanan yang muncul di bawah sadarmu"


Jonathan mengernyitkan keningnya tidak percaya."Jadi... ini berarti aku mulai mempercayai Stefani?


"Tapi... jika ini benar, apa yang seharusnya aku lakukan?"yang ingin ditanyakan oleh Jonathan adalah apakah perasaan ini juga bisa diindikasikan sebagai jatuh cinta.


Tidak mungkin benar.


Dokter khans tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pasiennya. Dia langsung mengatakan hal yang dia pikirkan saat ini.


" Pertama-tama, aku ingin kau ingat bahwa perubahan ini adalah proses yang alami. Kau tidak perlu terburu-buru atau memaksa dirimu. Cobalah untuk membuka diri sedikit demi sedikit. Dan jika perlu, kita bisa menjalani sesi terapi lebih lanjut untuk membantu mengatasi ketidakpercayaanmu"


"Terima kasih, Dokter"


" Itu baik, Jonathan. Ingatlah bahwa aku di sini untuk mendukungmu dalam proses ini. Dan jika kau merasa kesulitan atau bingung, jangan ragu untuk berbicara dengan aku"


Dokter khans memberikan Jonatan suntikan agar reaksi alerginya mereda dengan cepat .Setelah itu dia juga meresepkan obat alergi tambahan agar Jonathan lebih tenang.

__ADS_1


Sebenarnya itu hanya resep obat penambah darah biasa. Tapi karena Jonathan sudah mempercayai dokter Khans ,alam bawah sadarnya bisa menyembuhkan alergi itu secara otomatis. Itulah yang disebut oleh dokter ,sebagai penyakit mentalnya sendiri.


Obat apa yang bisa diberikan kepada Jonathan jika sebenarnya dia baik-baik saja. jika Jonathan ingin lebih sehat maka dia harus mulai mempercayakan seseorang.


Secara tidak sadar ada senyum yang dipancarkan oleh laki-laki tua itu .Dia tidak pernah melihat siapa itu Stefani. Tapi dia berharap Stefani adalah obat yang paling manjur untuk Jonathan kali ini .Dan semoga saja wanita tua di rumah ,tidak lagi menjadi racun di dalam pernikahan Jonathan lagi.


Semoga saja.


Jonathan berjalan menuju mobil nya lagi.Tatapannya kosong karena dia tengah terperangkap dalam pertarungan batin yang rumit.


"Apakah ini yang disebut sebagai jatuh cinta?" batinnya.


Di sisi lain, suaranya yang beralasan muncul. "Tidak mungkin, ini hanya perasaan tertarik biasa. Dan itu hanya karena nama Stefani mirip dengan nama anak Yana"


Dalam kebimbangannya, suaranya yang kritis tak henti-hentinya memberikan argumen. "Dia masih sangat muda. Ini hanya rasa sayang karena keterlibatan dalam pengasuhan anak-anak itu. Memangnya, apa mungkin kau bisa mencintai seseorang seumur Stefani?"


Namun.ketika pikirannya melangkah lebih dalam, suara lain muncul. "Tapi mereka sudah menikah. Meskipun hanya pura-pura demi operasi, tetapi itu tetap sebuah ikatan. Apakah ada yang salah dengan memilikinya dalam hati?"


Jonathan menggosok pelipisnya, kebingungannya semakin menguat. "Apa yang sedang terjadi dengan diriku?" batinnya frustasi.


Suara-suara dalam hatinya terus berbenturan, menciptakan kekacauan yang tak terduga. "Tapi apa mungkin cinta itu punya batasan umur,, Jhonatan.Cinta tidak pernah pandang usia kau tau?"batinnya merenung.


Namun suaranya yang kritis tak pernah berhenti. "Tapi apa yang mereka katakan jika kau mengakuinya? kau akan dianggap sebagai seorang pedofil karena dia masih anak-anak. Meskipun mereka hanya anggapan semata, itu bisa menghancurkan reputasi dan apa kau tidak malu dengan anak anak,Hem?"


Jonathan terhenti di tempat ,dia merasakan perang batin yang menguras energinya. Dia merasa seperti sedang berada di persimpangan jalan, di mana setiap arah penuh dengan keraguan dan ketakutan. "Apa yang harus kulakukan?"batinnya putus asa.


Dia tahu bahwa dia perlu menghadapi pertarungan batin ini dengan jujur dan berani. Karena, di antara semua suara dalam hatinya, hanya "Dia" yang bisa menemukan keputusan yang benar-benar sesuai.


Bertanya dan pasrah kan diri pada Allah subhanahuwataala.

__ADS_1


__ADS_2