Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
kambuh


__ADS_3

Jonathan bergegas keluar dari ruangan pertemuan dengan langkah cepat dan agak terburu-buru. Ekspresi wajahnya memperlihatkan ketidaknyamanan dan matanya mencari-cari jalan keluar. Begitu dia berdiri di luar ruangan, perasaan gatal mulai menjalar di telapak tangannya dan dia merasakan sensasi kesemutan yang mengganggu.


Ketika dua wanita yang mengaku sebagai asisten Tuan Iskandar mencoba untuk mendekatinya, wajah Jonathan sedikit terlipat dalam ketidaknyamanan.


"Tuan Jho, Tuhan harap berhenti sebentar Dan tolong pikirkan lagi Ini adalah sebuah kerjasama yang berarti untuk perusahaan kami"


"Tuan Jho, jika ada sesuatu yang tidak sesuai ,tolong katakan agar kami mengerti Tuan Jho .Jangan meninggalkan kesepakatan tanpa pembicaraan ,tolong Tuan, please"


Mungkin jika ini hanya kata-kata kosong, Jonathan akan berpikir kondisi perusahaan itu benar-benar memerlukan uluran tangannya. Tapi sayang sekali ,dua wanita ini berbicara sambil memegang tangannya dan mencoba mendekatkan dada mereka terbuka di lengannya.


Dia merasa jijik dan gelisah ,karena reaksi alerginya semakin memburuk akibat kontak dengan wanita-wanita tersebut. Meskipun mereka mencoba menariknya dengan gaya genit dan berbicara dengan nada manis, Jonathan hanya semakin terganggu.


"maaf Nona nona, kami berbicara masalah bisnis bukan masalah membeli pelacur .tolong maafkan saya. Saya harus segera keluar," kata Jonathan dengan suara cobaan, mencoba menahan reaksi alerginya sambil menghindari kontak fisik lebih lanjut.


Dia berjalan dengan lebih cepat menuju pintu keluar, mencari udara segar untuk meredakan gejala yang semakin parah.


Kedua wanita itu saling pandang satu diantara yang lain. Jelas kata-kata itu adalah kata-kata penghinaan untuk mereka berdua.


Namunkedua wanita tersebut tidak menyerah begitu saja. Mereka terus mengejar Jonathan, berusaha untuk menarik perhatiannya dengan rayuan dan permohonan.


Suara mereka yang mencoba memujuk dan meyakinkan semakin memicu reaksi alergi Jonathan, membuatnya semakin ingin segera pergi dari situ.


Tanpa mempedulikan permintaan mereka, Jonathan berjalan lebih cepat menuju area parkir. Dia merasa semakin sesak dan gatal dan tidak ingin mengambil risiko lebih lanjut dengan tetap berada di dekat wanita-wanita itu. Begitu dia tiba di mobilnya, Jonathan langsung membuka pintu dan masuk dengan cepat. Dia merasa sesak napas, dan perasaan panik mulai merayap.

__ADS_1


"Langsung ke dokter Khans!" perintahnya kepada sopir dengan suara agak terengah-engah. Kedua wanita itu masih berusaha mendekat, tetapi Jonathan tidak lagi memedulikan mereka. Dia merasa sangat tidak nyaman, dan prioritasnya adalah untuk segera menjauh dari situ.


Sopir mengikuti perintahnya dengan segera, dan mobil melaju meninggalkan area parkir dengan cepat. Jonathan duduk di kursi belakang, mencoba menenangkan dirinya sendiri dan meredakan reaksi alerginya.


Dia merasa lega ketika jarak antara mereka dan wanita-wanita itu semakin menjauh.


Tapi itu hanya kelegaan sementara karena saat ini reaksi alerginya mulai menjadi-jadi. bukan saja dia gatal mana Di mana-mana tapi juga memiliki rasa panas yang tidak tertahankan.


Kulitnya yang semula putih sekarang terkesan bentol akibat digaruk oleh Jhonatan.


Dengan jantung yang berdebar berikut dengan beberapa gejala alergi lainnya mulai membuat Jhonatan tidak nyaman.


tiba-tiba saja Jonathan ingat reaksi alerginya berkurang ketika dia melihat video Stefani tadi.


kata orang di dalam kesulitan seseorang akan meraih apapun untuk menjadi penyelamat.


dengan cepat Jonathan mengambil telepon genggam dan memutar kembali video yang dikirim oleh Stefani.


Layar teleponnya memperlihatkan adegan Carlos dan Charlie sedang memasuki apartemen mereka. Namun, Jonathan tidak terlalu fokus pada latar belakang atau apa yang sedang terjadi di video itu. Matanya terus tertuju pada wajah cantik Stefani yang muncul di layar.


Wajah Stefani yang tersenyum lembut dan hangat seolah menyinari ruangan Jonathan. Dia merasa seperti ada energi positif yang terpancar dari senyum itu, dan reaksi alerginya yang biasanya mengganggu mulai mereda perlahan-lahan.


Dalam video tersebut, Stefani mengucapkan kata-kata dengan penuh semangat, "Hai tuan Jonathan! Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa semuanya baik-baik saja. Carlos dan Charlie sudah selamat tiba di apartemen mereka. Semangat, Tuan Jonathan, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja."

__ADS_1


Kata-kata itu terus terputar di benak Jonathan. Meskipun fokusnya lebih kepada wajah Stefani, suara dan perkataan gadis itu seolah mengalun dalam dirinya seperti melodi yang menenangkan. Jonathan merasa hatinya menjadi lebih tenang dan perlahan-lahan, sensasi gatal dan kesemutan yang biasanya mengikutinya mulai mereda.


Namun, kelegaan ini juga disertai dengan kebingungan. Dalam hati, Jonathan bertanya-tanya, "Kenapa reaksi alergiku mereda ketika melihat Stefani? Apa yang membuatnya berbeda? Bagaimana ini bisa terjadi?"


Dia merenung sejenak, tetapi tanpa jawaban yang pasti.


Tidak lama kemudian,jhonathan tiba di sebuah gedung putih yang terletak di tengah kawasan perkantoran. Gedung ini memiliki tampilan yang bersih dan modern, dengan jendela-jendela kaca besar yang memantulkan cahaya matahari. Di depan gedung, terdapat area parkir yang cukup luas, lengkap dengan pohon-pohon hijau yang memberikan kesan segar dan nyaman.


Bangunan tersebut memiliki dua lantai, dengan aksen-aksen kaca dan logam yang memberikan nuansa futuristik. Logo "Praktek Dokter Khans" terpampang dengan jelas di pintu masuk utama. Begitu pintu kaca itu terbuka, udara ber-AC yang sejuk menyambut kedatangan Jonathan.


Di dalam, terdapat resepsionis dengan meja pendaftaran yang rapi. Tidak ada antrian yang terlihat pada saat ini, sehingga Jonathan dapat langsung berjalan ke arah resepsionis. Seorang perawat dengan senyuman ramah menyambutnya, "Selamat datang, Pak Jonathan. Dokter Khans sedang menunggu Anda di ruangan pemeriksaan."


Jonathan berjalan melewati lorong-lorong yang terang benderang, dengan dinding putih yang dilengkapi dengan seni abstrak yang memberikan sentuhan estetik. Sesekali terdengar suara gemericik air dari air mancur di pojokan, memberikan suasana yang menenangkan.


Sesampai di depan ruangan pemeriksaan, Jonathan melihat pintu dengan nama "Dr. Khans" terpampang. Tanpa ragu, dia memutar gagang pintu dan masuk ke dalam. Ruangan itu juga dipenuhi dengan sentuhan modern, peralatan medis yang rapi, dan meja pemeriksaan berwarna putih bersih.


Dr. Khans, seorang pria paruh baya dengan rambut beruban dan senyuman hangat, sudah menunggu di dalam ruangan.


"Tuan Jhonatan?ah sudahkah kau mengerti jika kau tidak bisa berhubungan dengan wanita meskipun itu hanya salaman? Ckckck sudah beberapa tahun ini dan aku sudah bosan mengobatimu.tuan Jhonatan kau,ah sini tangan nya"dokter Khans benci biar sekaligus menggelengkan kepalanya sendiri.


Dokter Khans sudah puluhan tahun menangani masalah Jonathan dan itu dimulai sejak dia berusia 10 tahun. Sekarang dokter Khans tidak lagi bekerja di rumah sakit ,dia sekarang membuka prakteknya secara mandiri.


Namun begitu Jonathan hanya percaya pada dirinya sehingga dia tidak peduli apakah dokter Khans ini tua ataupun sudah rabun atau juga sudah pikun.

__ADS_1


Karena dia hanya percaya dengan dokter Khans.


Ini adalah sebuah penyakit yang diderita Jonathan dari segi lain. Jika dia sudah mempercayai seseorang dan itu artinya dia akan percaya sampai mati. Tapi jika dia sudah membenci seseorang maka siap-siaplah hancur.


__ADS_2