Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
menyesal punya ibu tiri cantik


__ADS_3

Tatapan Tomi menusuk Stephanie dengan intensitas yang menggigit. Matanya berbinar seperti orang yang kelaparan menatap daging segar. Stephanie merasa kedinginan mengalir di tulang belulangnya saat dia merasa takut akan niat gelap yang mungkin ada di balik tatapan itu.


Tanpa ragu, Stephanie mundur dengan cepat dan berlindung di belakang tubuh Carlos yang saat itu masih sedikit goyah karena pengaruh narkoba. Dia merasa lebih aman dengan Charlos di antara dirinya dan Tomi.


Sementara itu, Tomi menatap mereka dengan senyuman penuh kepuasan, seperti merasa senang atas ketidaknyamanan yang dia ciptakan.


"Ternyata Charlos dan Stefani memiliki hubungan yang lebih dekat daripada yang kubayangkan. Bagaimana rasanya, Stefani, berada di bawah perlindungan Charlos yang tidak sepenuhnya sadar?"


Suara tawanya bergema di udara, menyiratkan keinginan gelap yang mungkin tengah bermain di balik kata-katanya.


Charlos dengan suara yang masih samar karena pengaruh narkoba, berbisik"Stefani... dia... dia adalah bibi ku dia ..papa itu Hem..oh bibi? kenapa aku memanggil bibi ya?"


Tomi hanya menangkap sedikit isi pembicaraan Charlos,di menggelengkan kepala dengan nada mengejek "Oh, sungguh? Tapi bagaimana mungkin bibi seperti dia bisa sangat cantik? Tidak masuk akal."


Tomi tertawa dengan sinis dan berkata,"hei teman teman, malam ini pesta akan semakin meriah karena kita mendapat gadis yang baru,ini fresh dan masih segel hahaha"


Stephanie merasa wajahnya memanas dan hatinya terasa hancur mendengar perkataan Tomi. Sesal atas keputusannya mengikuti Tomi tadi.


"Ya Allah gimana ini?"pikir nya ketakutan.


Tiba-tiba, tubuhnya yang menggigil merasakan kehangatan ketika Charlos mendekapnya dalam pelukan. Charlos sengaja memeluk Stefani agar stephani merasa sedikit nyaman paling tidak hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini.


Tapi ya, ini juga rezeki kan.


Kapan lagi bisa memeluk ibu tiri yang bahenol plus cantik dan muda.


Carlos sudah menekan gelangnya dan memberi kabar kepada Charlie tentang keberadaan Stefani.


tapi begitu dia memeluk Stefani tiba-tiba Dia memiliki pikiran yang sedikit nakal.


Ya dikit doang kan boleh.


"Oke, aku setuju. Stefani, kamu bisa menghibur semua orang malam ini."


"A..apa? Charlos?kau..kau sialan "pekik Stefani geram.Bisa-bisanya Carlos membuat keputusan untuk dia.


Tomi ya mendengar jawaban dari Carlos tiba-tiba saja tertawa dengan riang dan berbalik berbicara dengan pria lain yang berada di sekitarnya, "Kalian tahu, malam ini kita punya mangsa baru yang segar. Tidak seperti yang lainnya."

__ADS_1


Pria-pria di sekitarnya tertawa gembira mendengar perkataannya, dan suasana semakin terasa gelap dan mencekam.


Saat mereka tertawa, Stephanie merasa bagai diseret ke dalam situasi yang tak bisa dia kendalikan. Tawa-tawa itu seolah-olah menciptakan jarak yang lebih besar antara dirinya dan realitas yang dulu ia kenal.


Seorang pria yang tidak dikenal dengan tegas maju dan berkata, "Jika benar bahwa gadis ini adalah saudara dari Charlos, biarkan malam ini menjadi giliran Charlos untuk bersenang-senang."


Semua orang di sekitarnya mengangguk setuju dengan ekspresi yang penuh antusiasme. Pandangan mereka tertuju pada Charlos, yang juga mengangkat tangannya sebagai tanda persetujuannya.


"Oke siapa takut hehehe" ah kalau sudah rezeki nggak akan ke mana.


"Tunggu sebentar, aku tidak... aku tidak tahu apa-apa tentang ini, tolong lepaskan aku aku tidak ingin tinggal di sini"Stephanie sudah akan menangis melihat perilaku bejat orang-orang.


Rasa kagum dan bangganya dengan Carlos, tiba-tiba hilang dan pudar entah kemana berganti dengan rasa jijik dan benci yang teramat sangat.


Berkali-kali Stefani mundur dan mengelak seraya memohon pada semua orang agar melepaskan dirinya.


Namun, kata-katanya seperti hilang di dalam kegaduhan pesta. Tidak ada yang tampaknya peduli dengan pendapatnya atau bahkan bertanya tentang kondisinya.


Terutama Carlos yang acuh tidak acuh dan terkesan menyukai ide mereka.


Seorang wanita yang tidak dikenali menatap Stefani dengan pandangan yang merendahkan. Dia merasa bahwa pakaian Stefani terlalu sopan untuk suasana pesta ini yang terlihat semakin liar. Tanpa ragu, wanita itu mendekati Stefani dengan ekspresi sombong, seolah-olah memiliki otoritas atas penampilan orang lain.


Stephanie berusaha untuk menolak dan melepaskan diri, tetapi dia dipegang dengan kuat oleh beberapa wanita lain yang berada di sekitarnya.


"Tidak, lepaskan aku, lepas kannnn"


Stephanie hanya dilepaskan ketika dia merasa dirinya dalam pakaian baru yang telah dipermak.


Setelah pakaian Stefani diperbarui, transformasinya menjadi lebih mencolok dan penuh dengan sentuhan seksi yang sebelumnya tidak ada. Dalam sekejap, penampilannya berubah dari yang biasa-biasa saja menjadi tampilan yang menarik dan berani.


Rok panjang yang dulu ada kini menjadi rok mini yang memperlihatkan betisnya yang ramping. Kaos oblong yang biasa ia kenakan telah diperpendek, menampilkan pinggangnya yang elegan dengan belahan dada yang lebih lebar, dengan begitu, dua bola kapas nya bisa mengintip cantik,menambahkan sentuhan keberanian pada penampilannya.


Bahkan lengan bajunya pun di potong menjadi pendek, mengekspos sedikit kulit di bagian lengan, menciptakan tampilan yang lebih segar.


Rambut Stefani yang sebelumnya tergerai kini diikat dengan gaya alami yang membuatnya lebih seksi karena leher jenjangnya terekspos.


Seluruh penampilannya kini menonjolkan kecantikan alaminya. Dia terlihat seperti bidadari yang datang dari dalam kegelapan.

__ADS_1


Tommy tersenyum puas melihat perubahan penampilan Stefani, "Lihatlah, beginilah seharusnya seorang gadis berpenampilan. Lebih sesuai dengan suasana malam ini."


Saat berbicara, Tommy tiba-tiba mencubit pinggang Stefani dengan sedikit kasar, menyebabkan gadis itu menjerit dengan kaget dan sakit.


Stefani menjerit."Aaah! Apa yang kamu lakukan?!"


Bukannya takut semua orang tertawa dengan meriah melihat ketakutan Stefani itu.


Charlos, sementara itu mengangguk setuju dengan senyum yang sedikit tulus, "Iya, bibi, kamu terlihat... berbeda."


Dia juga ikut tertawa, meskipun ekspresinya masih sedikit kabur akibat pengaruh narkoba.


Carlos sebenarnya merasa terpesona oleh perubahan penampilan Stefani yang tiba-tiba begitu mencolok di tengah suasana pesta yang semarak dengan lampu-lampu berkilauan.


Kecantikan Stefani, yang kini diperkuat dengan sentuhan seksi dan berani pada penampilannya, seperti menariknya seperti magnet.


Namun, di balik kekagumannya, Charlos merasa terjebak dalam peran yang dia main kan.Dia harus terus berpura-pura dalam kondisi di bawah pengaruh narkoba, sehingga ekspresi dan gerakannya tetap terlihat seperti seseorang yang terpengaruh, meskipun pikirannya jernih.


Charlos menyadari bahwa keberadaan Stefani di tempat ini adalah bahaya, dan dia merasa tidak rela melihatnya terjebak dalam situasi yang semakin berbahaya.


Melihat Tommy yang mulai tertarik dengan Stefani. Carlos maju duluan dan memeluk Stefani dari depan.


"hei bibi, malam ini kau milik Charlos hehehe"


"Charlos! jangan gila kau Charlos.Sial ,lepas kan aku " pekik Stefani. Tanpa ragu dia bakal menampar Carlos. Tapi sayangnya , kulit Carlos itu setebal kulit badak jadi sia-sia dia melakukan itu.


"Bibi... hehehe.."


Plak...


"Wow Charlos,dia nakal,apa perlu bantuan?"kata seseorang yang merasa adegan mereka berdua adalah adegan yang menarik.


"Hei wanita sialan berani kau menamparku?"kata Charlos yang membelai pipinya yang ditampar oleh Stefani tadi.


Di permukaan wajahnya terlihat garang , sebenarnya di dalam hati dia terus saja berdoa dan berharap jika bantuan dari Charlie akan segera tiba.


Dirinya tidak takut dengan anatomi dan orang-orang di sekeliling tapi hanya takut dengan diri sendiri.

__ADS_1


Bagaimana dia bisa menahan diri jika Stefani yang sedang dipeluknya ini, memiliki tubuh yang lembut ,aroma tubuh nya seperti aroma bunga dan bibir kecil yang merah seperti buah ceri.


Oh Kenapa ibu tiriku cantik sekali.


__ADS_2