Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
pertama kali berbicara


__ADS_3

Stefani merasa bingung dan ragu dengan pemikiran yang muncul dalam benaknya. Dia sulit mempercayai bahwa Jonathan memberikan kartu kredit dengan batasan tak terbatas seperti yang diceritakannya. Sebagai seorang remaja yang masih belajar tentang keuangan dan tanggung jawab, konsep kartu kredit unlimited terdengar terlalu bagaikan mimpi.


Dalam benak Stefani, dia mempertanyakan kebenaran tentang kemampuan finansial Jonathan untuk memberikan kartu kredit semacam itu. Meskipun dia tahu Jonathan adalah seorang pengusaha sukses, namun ide memiliki kartu kredit tanpa batas terdengar tidak masuk akal baginya. Stefani memikirkan konsekuensi penggunaan kartu kredit tanpa kendali, seperti hutang yang tak terbayarkan dan masalah keuangan lainnya.


Rasa tidak percaya dan keraguan melingkupi pikiran Stefani. Dia merasa perlu untuk berbicara langsung dengan Jonathan untuk memastikan kebenaran dan memahami situasi secara lebih jelas.


Stefani duduk di sofa dan memegang ponselnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Dengan nafas yang terengah-engah, dia menekan nomor telepon Jonathan dan menunggu sambungan.


Sedangkan teman-temannya sedikit berisik dan masih membicarakan masalah untuk pergi ke supermarket.


Takut pembicaraan didengar Stefani pura-pura pergi ke dapur.0


Tidak beberapa lama kemudian,ada jawaban dari pihak Jhonatan.


"Halo Stefani,ada apa?" tanya Jhonatan di sebelah sana.


Mendengar dari suara Jonathan saja Stefani sudah menjadi gugup. Sejak pernikahan kemarin ini adalah pertama kali mereka berhubungan via telepon.


Stephanie sudah lupa tentang kejadian tersebut. Tapi entah bagaimana si kembar benar-benar mengingatkan dia dengan posisinya sekarang.


"Ehem tu..tuan, begini tuan, tadi Carlos memberi saya sebuah kartu kredit. katanya itu dari Tuan untuk saya, apa benar tuan?" tanya Stefani pelan.


Cara dia berbicara benar-benar menyerahkan Jika dia takut ketahuan oleh teman sekelas yang masih sibuk di ruang tamu.


Di sisi lain Jonathan yang di seberang sana mengerikan dahinya. Sama seperti Stefani Sebenarnya dia lupa dengan keberadaan Stefani.


Mengenai kartu kredit sebenarnya itu diberikan kepada Carlos untuk pembiayaan mereka berdua selama di Indonesia.


Dulu ketika di Amsterdam, Jonathan tidak pernah memberikan uang pernah. Dia pernah mencoba mengirimkan beberapa ,namun semuanya ditolak dengan alasan, Yana tidak kekurangan uang sama sekali.

__ADS_1


tapi sekarang posisinya berbeda, anak-anak tinggal di Indonesia bukankah itu menjadi tanggung jawabnya untuk memenuhi segala kebutuhan mereka berdua.


Itulah kenapa dia mengirimkan kartu kredit unlimited tersebut. Jika bukan dua jagoannya siapa lagi yang bisa menghabiskan uang yang dia hasilkan seumur hidup.


Tapi mengingat kalau sudah mengirimkannya kepada Stefani Jadi mungkin ini adalah niat baik kalau sendiri.


"Hem, Stephanie Sebenarnya kita ini adalah pasangan di mata Allah subhanahu wa ta'ala. Apapun alasannya itu tidak akan berubah sama sekali. Karena itu adalah hak kamu untuk mendapatkan nafkah dari saya selaku suami. Jadi Stephanie mulai sekarang sampai kamu menemukan jodoh kamu yang sebenarnya maka pakailah kartu kredit itu sesukamu. Jangan banyak pikiran dan santai saja" kata Jhonatan.


Membicarakan masalah ini saja tanpa sadar Jonathan jadi gugup. Selain daripada Yana , dia tidak pernah berbicara seintim ini dengan lawan jenis.


di sisi lain stephani mengerutkan dahi dan mencoba berpikir ulang tentang apa yang dimaksudkan oleh Jonathan tadi.


Sepertinya Pak Jonathan mulai memposisikan dirinya sebagai pria yang bertanggung jawab untuk hidup Stefani.


Apakah masalah ini bisa dibenarkan.


Dari ujung telepon jelas Jonathan mendesah sedikit sebelum dia menjawab lagi.


"Begini ya Stefani ,saya memberikan kartu kredit itu bukan tanpa alasan. Selain daripada kamu adalah tanggung jawab saya, saya juga menitipkan anak-anak untuk dijaga sama kamu ketika di sekolah.hem maksudnya begini loh. Mereka itu kan datang dari luar negeri ,di mana cara pergaulan dan cara hidupnya itu berbeda dari kita .Jadi harap kamu memperhatikan tubuh kembangnya walaupun mereka sudah terlihat begitu dewasa , Tapi jujur mereka baru belasan tahun"Kata Jhonatan.


Jonatan sendiri tidak tahu harus memberi alasan apa atas pengiriman kartu kredit tersebut. Jadi dia pikir ini adalah alasan yang masuk akal.


Di sisi lain Stefani jadi terkejut dan mulutnya menganga dengan lebar.


Dalam pikirannya Jonathan benar-benar meminta Stefani untuk menjadi informan sekaligus penjaga untuk dua kembar itu.


"Tuan.. ini berat loh Tuan saya pikir tanggung jawab ini begitu berat jadi saya tidak bisa"kata Stefani yang langsung menolak.


"Hahaha Stephanie kenapa kamu begitu terbebankan dengan tugas yang ringan ini. kamu cukup melaporkan jika tingkah pola mereka tidak terasa contohnya ketika mereka pacaran mungkin atau berteman dengan seseorang yang tidak baik. saya itu begitu disibukkan dengan pekerjaan di perusahaan jadi tidak bisa memantau anak-anak selama 24 jam."

__ADS_1


"di samping itu ibu mereka juga jauh ini ada tugas saya sebagai seorang ayah. jadi di sini saya memohon pada Stephanie agar menerima tugas ini. tugas ini memang berat tapi sesuai dengan berat kartu unlimited-nya kan hahaha"


Tanpa sadar dalam pembicaraan ini Jonathan menjadi berbicara lebih banyak pada Stefani ,jika dibandingkan ketika dia berbicara dengan wanita lain.


Mungkin karena mereka menemukan topik yang sama dalam pembicaraan ini yaitu anak-anak.


"Jadi Tuan yakin nggak akan merasa rugi jika saya menghambur-hamburkan uang untuk diri sendiri , Tuan?"tanya Stefanie lagi.


"Hahaha Stephanie, saya lupa kamu nggak tahu gimana kayaknya saya jika kamu nggak percaya tanya aja Mama kamu. uang saya itu banyak loh bukan bermaksud untuk menyombongkan diri tapi memang itulah adanya. habiskan saja uang saya selagi kamu masih menjadi istri saya hahaha"


Walaupun terdengar menyindir tapi jawaban ini membuat Stefani lebih tenang.


setelah itu dia berkata Jika dia tidak akan lagi sungkan menghabiskan uang yang diberikan oleh Jonathan melalui kartu kredit tersebut.


Mungkin karena merasa ini adalah pekerjaan jadi Stefani mengatakan apa yang dilakukan oleh Carlos dan Charly hari ini di mana mereka membawa teman-teman sekelas ke apartemen dan berniat menghabiskan sejumlah dana ke supermarket.


Untungnya Jonathan tidak mempermasalahkan itu .Bahkan dia mengatakan pada Stefani ,itu bagus untuk Carlos dan Charlie membangun hubungan pertemanan di antara teman sekelas.


Setelah membicarakan beberapa kata lagi pada akhirnya Stefani menutup teleponnya ketika dia menelpon tadi hatinya gugup dan sedikit bingung tapi sekarang dia sudah jelas dengan apa yang harus dilakukan.


Kartu kredit sudah sah bisa dipergunakan olehnya sesuka hati tapi bersama dengan itu dia juga memiliki tanggung jawab berat untuk memperlihatkan bagaimana cara bergaul Carlos dan Charlie.


Sebenarnya dana yang diberikan dan tugas yang dikerahkan juga sama-sama berat.


Dia harus sering memperhatikan dua kembar yang tampan itu. Seperti seseorang yang duduk di meja dengan makanan yang menggiurkan tapi tidak diperbolehkan untuk menyentuh makanan itu sama sekali.


Hanya bisa ngeliatin doang dengan air liur yang menetes.


Ups, Stephanie lupa minta cerai.

__ADS_1


__ADS_2