Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
Stephanie ,di mana kau


__ADS_3

Beberapa orang mencurigai pelaku di balik penculikan adalah Ridho, mantan tunangan Stefani yang ditinggalkan saat dia menikah.


Ridho, yang sekarang terlalu obsesif untuk memiliki Stefani, telah memutuskan untuk melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Saat ini, dia bukanlah orang kaya dan 100 juta adalah jumlah yang sangat besar baginya. Dia adalah seorang suami yang harus berhemat demi persiapan kelahiran anak pertamanya bersama istrinya.


Namun, karena obsesinya, Ridho mulai mencari cara untuk mendapatkan uang lebih banyak. Dia bekerja sebagai pelayan di restoran bintang lima di Jakarta, tetapi penghasilannya terbatas. Beberapa waktu yang lalu, Ridho berkenalan dengan seseorang yang menawarkan peluang untuk menjual narkoba kepada pelanggan baru. Inilah awal mula Ridho terlibat dalam dunia narkoba.


Dengan mengirimkan beberapa ons narkoba, dia bisa mendapatkan keuntungan bersih yang sama dengan gajinya selama sebulan di restoran. Awalnya, dia merasa khawatir dan tidak nyaman, tetapi setiap kali dia melakukannya, ketidaknyamanan itu semakin berkurang, bahkan hingga dia merasa ketagihan.


Ridho mulai hidup dalam lingkungan yang berbeda, berteman dengan orang-orang yang terlibat dalam dunia narkoba, dan bahkan terlibat dalam perdagangan manusia, termasuk penculikan.


Dari sinilah ide penculikan itu berasal.


sebelum gelap sebenarnya sosok yang sudah dia pesan menelpon dengan nomor yang tidak bisa diajak.


sebagai pelaku, Ridho mengetahui kerahasiaan mereka dan dia langsung mengangkat telepon dengan cepat.


"halo"kata Ridho dengan nada yang gugup jujur ini baru kali pertama dia berhubungan dengan orang yang berspesialis dalam penculikan dan penjualan manusia.


Pria bule di seberang berkata dengan nada acuh."Barang sudah di eksekusi, dan kau harus siapkan uang 100 jutax


Ridho sedikit terkejut dengan pergerakan mereka yang baginya begitu cepat. tapi ini sesuai dengan harganya juga ."Kalian bekerja terlalu cepat. Berikan aku waktu 3 hari untuk menyisihkan uangnya"


Pria bule terkekeh kekek."pada saat pemesanan seharusnya kau sudah menyiapkan uangnya terlebih dahulu h hehehe Oke, aku akan memberimu waktu 3 hari lagi. Tapi ingat, jika lewat waktu 3 hari, gadis ini akan dijual ke pihak ketiga"


mereka adalah orang-orang keluar masuk Indonesia untuk melakukan pekerjaan semacam ini mudah untuk Mereka menjual Stefani dan mengirimnya ke luar negeri agar tidak bisa dilacak. Tapi jika cara ini dilakukan itu artinya Stefani tidak lagi berharga 100 juta tapi mungkin beberapa kalipatannya.


Pada saat itu Stephanie tidak akan bisa dicari lagi dengan mudah meskipun dia memiliki 100 juta di tangan.


Ridho juga sudah menyadari konsekuensinya."Oke, aku janji dalam 3 hari aku akan membayar"


"good boy, tiga hari lagi kabarkanlah, jika tidak sama tinggal hahaha " kata pria boleh itu yang langsung menutup teleponnya.


Ridho yang sudah menutup telepon jadi bingung lagi dan dia tidak tahu harus ke mana mencari 100 juta dalam waktu 3 hari.


Dalam hatinya, Ridho berpikir, "Kemarin aku masih memiliki uang sebanyak itu setelah mengumpulkannya dalam 2 bulan ini. Kupikir mereka akan menyelesaikannya dalam satu bulan, tapi siapa tahu ini hanya hitungan hari, pekerjaan mereka begitu cepat dan aku tidak siap."


Akhir-akhir ini, dia sering bertengkar dengan istri yang sudah dia nikahi. Agar rumahnya lebih adem, dia mengirimkan sejumlah uang kepadanya, dan tidak disadari bahwa wanita yang dia nikahi sebenarnya matre.


Tanpa izin, dia mengecek barang-barang milik Ridho dan mengeluarkan beberapa juta rupiah yang sudah dia tabung untuk membiayai rencana penculikan ini.


Hasilnya, sekarang dia tidak lagi memiliki simpanan, kecuali beberapa juta yang sudah dia simpan di luar rumah.

__ADS_1


"Sekarang, bagaimana caranya bisa mengumpulkan uang sebanyak itu lagi dalam waktu 3 hari?" pikir Ridho dalam hati.


Ketika dia sedang bingung, tiba-tiba pundaknya ditepuk oleh seseorang kenalannya yang berspesialis dalam penjualan narkoba.


"Hai, bro, apa yang kau bingungkan?" tanya temannya.


"Ah, biasalah, masalah uang. Istri di rumah begitu serakah. Dia menghabiskan semua tabunganku, padahal saat ini aku memerlukan 100 juta yang harus aku kumpulkan dalam 3 hari. Bayangkan saja, bagaimana mungkin aku tidak bingung. Ah, aku sudah menikahi wanita yang salah," keluh Ridho pada temannya.


Namun, bukannya ikut bingung, teman Ridho malah terkekeh dan tertawa terbahak-bahak, membuat Ridho sedikit bingung.


"Apakah kau sedang menertawakan nasibku?" tanya Ridho.


Pria itu menepuk pundak Ridho dan berkata lagi, "Sebenarnya kita ini sedang duduk di atas gudang emas. Tapi kenapa kok jadi bingung hanya karena sebutir masalah?"


Ridho yang tidak mengerti bertanya, "Maksudmu apa?"


Hari itu, Ridho mengambil izin selama tiga hari penuh dari restoran tempatnya bekerja. Namun, keluarganya sama sekali tidak tahu dan berpikir bahwa dia harus melakukan lembur di restoran sampai tidak bisa pulang.


Sebelumnya, Ridho hanya berani membawa beberapa gram narkoba di dalam tubuhnya untuk mendapatkan beberapa imbalan. Tapi kali ini, dia mencoba membawa lebih dari lima kilogram narkoba di tubuhnya. Barang tersebut sudah dibagi-bagi dalam paket-paket kecil.


Ridho meletakkannya pada barang-barang yang biasanya tidak pernah dicurigai oleh orang lain, seperti dalam topi yang di rekatkan sedemikian rupa, dalam lapisan sol sepatu, dan bahkan di dalam sekotak rokok biasa.


Barang-barang tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga mirip dengan rokok, tetapi di dalamnya bukanlah tembakau biasa, melainkan narkoba.


Ridho ragu dan bertanya pada temannya, "Apa kau yakin ini akan berhasil?"


Ridho diberi tugas untuk pergi ke Padang dengan mobil sewaan. Karena dia pemain baru dalam bisnis ini, polisi saat ini tidak mengawasinya dengan ketat. Jadi kepergiannya ke Padang terasa lebih aman daripada temannya yang harus pergi secara langsung.


"Saat kau di sana, jangan panik dan jangan menimbulkan kecurigaan. Jika kau benar-benar melakukan ini, kau tidak akan tertangkap dengan mudah," nasihat temannya.


Ridho menelan ludahnya dan berpikir apakah mobil ini akan mampu melintasi perbatasan Jakarta dan kembali lagi dalam waktu yang ditentukan.Dia sedikit khawatir jika stefani di jual ke pihak ketiga.


Sebenarnya itu hampir tidak mungkin, tetapi orang yang mempekerjakan mereka memiliki koneksi dengan kelompok yang menculik Stephanie, jadi dia bisa meminta pengunduran waktu sampai dia kembali ke Jakarta.


Saat berangkat, dia menggunakan mobil sewaan, tetapi untuk kembali dari Padang ke Jakarta, dia berencana menggunakan pesawat untuk menghemat waktu.


"Oke, kalau begitu, aku akan mencobanya," kata Ridho pada temannya dan mobil sewaan tersebut meninggalkan Jakarta.


Sopir mobil sewaan itu bahkan tidak tahu bahwa mereka sebenarnya mengangkut barang berharga.


Hanya Ridho yang harus berjuang untuk menenangkan dirinya sendiri yang penuh dengan ketegangan.

__ADS_1


"Demi Ani, aku akan melakukan ini untukmu. Setelah ini, kita akan bersama-sama dan tidak akan terpisahkan.Jangan khawatir, sayang, aku akan selalu memastikan kau merasa nyaman dan tidak akan pernah merasa miskin jika kita hidup bersama nantinya," pikir Ridho dalam hati,


Dia seakan akan sudah bisa melihat sejumlah uang dan barang berharga di sekitarnya, ditambah dengan Stefani yang mengumbar kata kata cinta yang tidak ada habisnya.


Ridho yang tengah merenungkan tentang Stefani, tiba-tiba terkejut oleh getaran telepon genggamnya. Saat dia melihat nama yang muncul di layar, dia menggerutu, "Oh tidak, lagi-lagi masalah."


Sopir mobil melirik Ridho sebentar dan bertanya, "Ada masalah, Pak?"


Hanya mereka berdua saja dalam perjalanan ini jadi perlu memiliki beberapa pembicaraan agar tidak mengantuk.


Ridho mengangguk singkat, "Ini istriku, kita sedang bertengkar."


Sopir ini juga seorang pria yang beristri, dengan pengalaman hidupnya sendiri,dia mencoba memberikan nasihat, "Pernikahan memang penuh dengan cobaan, tapi komunikasi yang baik sangat penting, Pak. Cobalah untuk lebih memahami istri Anda."


Sejujurnya dia terkejut mendengar jika pria yang dibawanya ini sudah memiliki istri. Tapi kemudian dia berpikir jika anak muda ini menikah mungkin karena kecelakaan khusus.


Ridho tidak tahu apa yang dipikirkan oleh sopir ini tapi dia adalah pria panas yang ingin menemukan seseorang di mana dia bisa menceritakan keluh kesah nya.


"Ini bukan pernikahan yang aku pilih, Pak. Kami menikah dalam keadaan terburu-buru. Saya memiliki tunangan yang akan saya nikahi, tapi dia mengumumkan kehamilannya secara mendadak dan pernikahan dengan tunanganku dibatalkan."


Dengan lugas mengalirlah sebab kenapa dia bisa menikahi istrinya sekarang.Sopir terkejut mendengar cerita ini, "Oh, begitu. Itu pasti situasi yang sulit."


Ridho berkata, dengan rasa penyesalan di wajahnya, "Istriku sekarang sedang hamil, dan saya tidak tahu harus bagaimana. Aku mencintai tunanganku, tapi sekarang semuanya sudah rumit."


"dia sendiri yang mengantarkan tubuhnya padaku dan mengatakan akan pernah menceritakan masalah ini bahkan tidak akan membuat masalah untuk pernikahanku bersama tunangan. tapi sebenarnya aku sudah dibodohi"


Sopir sampai mengenyitkan dahinya sedikit dan berpikir ,kenapa cara bercinta anak muda sekarang selalu melibatkan masalah nafsu.


Ckckck pantas saja banyak anak remaja yang memiliki perut besar sebelum waktunya.


Tapi Sopir ini tidak akan meremehkan Ridho tapi dia mencoba untuk menghibur, "Mungkin ini adalah ujian dari Tuhan, Pak. Siapa tahu, mungkin ada alasan di balik semuanya."


Ridho dengan penuh keyakinan mengatakan, "Saya akan kembali kepada tunanganku, Pak. dia adalah cinta sejatiku dan sampai kapanpun tetap akan seperti itu.Saya yakin itu adalah jalan yang benar."


Sopir mengangguk paham, "Semoga semuanya akan berjalan baik, Pak"


Keduanya kemudian melanjutkan pembicaraan lagi agar perjalanan ke Padang tidak begitu membosankan.


Beginilah caranya Ridho untuk tiba di Padang dalam tiga hari perjalanan.


Jonathan, Charlie, dan Carlos semakin putus asa dalam upaya mereka untuk menemukan jejak Stefani. Walaupun mereka telah membayar beberapa detektif swasta, hasilnya tetap nihil. Setelah tiga hari berlalu tanpa kabar tentang tebusan, mereka semakin bingung.

__ADS_1


Charlie telah berbicara kepada Carlos tentang masalah ini, tetapi bahkan Carlos sendiri belum mendapatkan kabar apapun mengenai sindikat penculikan yang tengah mereka selidiki. Semakin lama berlalu, semakin sulit untuk mengetahui apakah penculik Stefani memiliki niat jahat atau motif yang lebih rumit.


Kini, mereka semua berada di titik terendah, tidak tahu lagi langkah selanjutnya dalam upaya menyelamatkan Stefani. Kehilangannya membuat mereka merasa terjepit di jalan buntu yang mengkhawatirkan.


__ADS_2