Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
lampu hijau dari ibu mertua


__ADS_3

Pagi itu, langit cerah dan hangat saat sinar matahari menyinari lorong-lorong sekolah. Stephanie melangkah dengan langkah ringan menuju kelasnya, raut wajahnya yang ceria terpancar begitu jelas. Dengan ransel di pundaknya, dia memasuki kelas dengan penuh semangat, menempatkan tasnya dengan cermat di sudut meja yang biasa ia tempati.


Dengan senyum mengembang di bibirnya, Stephanie tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyapa teman-teman sekelasnya.


"Halo semuanya, selamat pagi"kata Stefani dengan riang.


"Eh Ani,ceria amat, dapat pacar baru ya?"kata ana tertawa dingin.


"Pacar? pacar apa? yang kemarin traumanya belum hilang tahu"kata Stefani.


"Ahh Ani, pacaran sih biasalah putus nyambung. tapi jangan sampai trauma juga kali, masih banyak ikan di laut hahaha contohnya gue nih"kata Alex bercanda.


"Oi forguso,sadar diri, ke kantin aja ngutang mau pacaran sama anak orang"kata Stefani lagi.


Teman-teman sekelas yang duduk di sekitarnya merespons dengan senyuman dan tawa.


Tidak lama kemudian,Carlie memasuki kelas dengan langkah mantap, tangannya menenteng tasnya yang terlihat berat. Dia duduk dengan tenang di kursinya yang biasa, memandangi buku-buku yang tersusun rapi di atas mejanya. Carlie mengenakan seragam sekolah standar, yaitu kemeja putih berlengan panjang dengan celana panjang abu-abu gelap. Rambutnya yang hitam rapi tersisir rapi, membuat ketampanan nya tidak di ragukan lagi.


Setelah beberapa saat, Stephanie mendekati Carlie dengan senyuman hangat di wajahnya. "Hai, Carlie! Gimana kabar nya hari ini, udah sarapan tadi?" tanyanya dengan penuh antusiasme.


Carlie menjawab dengan santai, "Hai juga, bibi , udah sarapan juga dengan roti bakar dan telor mata sapi ,dia butir"


Bukannya dia ingin melaporkan tapi nanti juga Stefani akan bertanya. Jadi kabarin aja sekalian.


Stephanie melanjutkan, "Eh, ngomong-ngomong, bagaimana kabar Carlos? Sudahkah dia memberi tahumu tentang keadaannya,dia hidup ke mati kek gitu?"


Carlie mengangkat bahunya acuh tak acuh, "Oh, dia baik-baik saja. Dia hanya butuh sedikit waktu untuk sendirian."


Wajah Stephanie sedikit terlihat bingung, "Tapi, Carlie, apakah dia tidak khawatir tentang papanya? Tuan Jhonatan pasti sangat cemas lho nah dia enteng enteng aja gitu, ckckck."

__ADS_1


Carlie menjawab dengan tenang, "Carlos bisa merawat dirinya sendiri, bibi ,Dia tahu apa yang dia lakukan."


Namun, Stephanie tampak tidak sepenuhnya puas dengan jawaban itu. "Tapi rasanya Carlos terlalu mementingkan dirinya sendiri. Dia sepertinya tidak memikirkan perasaan papanya yang khawatir di rumah."


Seperti yang dikatakan oleh Stefani, Jhonatan memang sedang kepikiran tentang Charlos yang tidak kunjung menghubungi nya sama sekali.


Saat ini,Jonathan sedang berdiri di dalam kantornya dengan pandangan yang hampa, tatapan matanya tumpul dan terfokus ke arah luar melalui dinding kaca.


Setiap detik terasa panjang, dan dalam diamnya kantor, Jonathan merenung tentang betapa sulitnya berjuang sebagai orang tua yang merasa tidak memiliki kendali atas keberadaan anaknya.


Tapi pada saat yang sama, dalam kerumitan perasaannya, Jonathan juga mungkin merasa perlu memberi Carlos ruang dan waktu. Dia ingin memahami putranya, bahkan jika itu berarti merasakan kecemasan yang memilukan di dalam hatinya sendiri.


Tiba-tiba kesunyian itu terpecah oleh suara gemerincing telepon genggam Jonathan. Jhonatan segera mengambil ponselnya dan membukanya, rupanya ada pesan yang masuk dari Stefani. Wajahnya yang tegang perlahan-lahan berubah menjadi senyuman hangat ketika membaca pesan itu.


"Pagi ini, Charlie sudah tiba di sekolah dan dia dalam keadaan baik-baik saja," begitu bunyi pesan dari Stefani. "Dia makan 2 roti panggang dan 2 telur mata sapi pagi ini. Bagaimana dengan Anda, Tuan Jonathan? Sudahkah Tuan sarapan sebelum pergi ke kantor? Jika sudah, mohon beritahu Ani apa yang tuan makan."


Melihat pesan itu, Jonathan merasa hangat dengan perhatian Stefani. Pesan ini mengingatkannya bahwa ada seseorang yang peduli tentang kesejahteraannya dan itu membantu membawa sedikit cahaya di tengah kekhawatirannya.


Senyum di wajahnya semakin melebar, dan dia merasa lebih kuat menghadapi hari yang penuh tekanan. Meskipun ada kekhawatiran dan keresahan, pesan dari Stefani telah membawanya sedikit kedamaian dan rasa terhubung dengan dunia di luar sana.


Tapi dia tahu kesengajaan antara dia dan Stefani terlalu jauh dan rasanya ini tidak akan mungkin.


Tiba tiba saja, Jhonatan jadi kepikiran tentang sari, Sari sudah lebih baik saja sekarang tapi Jonathan sedikit khawatir dan tidak membiarkan dirinya masuk ke kantor.


Beberapa kali Jonathan berpikir untuk membuat sari mundur dari posisinya, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.


Tapi di mana dia bisa menemukan asisten pribadi yang tau kekurangan nya dan bertindak sebagai orang terdekat nya dengan tulus.


Jadi ini sulit untuk Jhonatan.

__ADS_1


Entah kenapa Jonathan memberanikan diri untuk menelpon Sari terlebih dahulu.


" Assalamualaikum Sari" mata Jhonatan pelan.


"Oh Halo, Jonathan. waalaikumsalam, Ada apa?"


"Sari, Hem sejujurnya aku merasa berat untuk mengatakannya, tapi aku tidak bisa lagi menyembunyikan rahasia ini darimu. Aku seperti nya memiliki perasaan khusus terhadap Stefani.Kau tahu aku... alergiku tidak kambuh Jika bersentuhan dengan putrimu itu, jadi ku pikir Hem...


Sari di seberang sana terkekeh kekeh,dana terkesan penuh pengertian


"Jonathan, aku sangat menghargai kejujuranmu. Tapi tahukah kamu, cinta adalah anugerah yang datang tanpa peringatan. Kita tidak bisa mengontrol perasaan kita. Dan jika kamu merasa seperti itu terhadap Stefani, maka kamu punya hak untuk mengikutinya.Apa kau lupa, jika kalian adalah suami istri yang sah di mata Allah Hem?"


"Terima kasih, Sari. Tapi kamu tahu sendiri, Ani terlalu muda dan jalannya masih panjang tapi aku...aku sudah gagal dua kali ,kau mengerti kan Sari?"kata jhonathan dengan gugup.


"Hehehe Tentu saja aku mengerti .Tapi dalam agama kita, perasaan cinta juga adalah bagian dari hidup. Cintai dia karena Allah, sisanya ini adalah kehendak Allah dan berserah lah kepada Nya."


"Sari.. Hem apa kau tidak marah,aku..aku...


"Jhonatan, jodoh ,rezeki dan maut, semuanya ditangan Allah .tidak ada satupun diantara kita yang mengetahui itu.ahh tapi sebenarnya kau mulai saat ini harus belajar memanggil aku sebagai ibu mertua hahaha"kata Sari bercanda.


Sementara itu wajah Jonathan semakin panas mendengarnya. wanita yang akrab dengan keluarga aldelis ini sebenarnya memiliki hubungan aneh dengan dirinya sekarang.


Ah ibu mertua, kedengaran.ya agak geli geli gimana gitu.


Tapi ketika Sari mengatakan hal itu ini menunjukkan jika dirinya tidak menolak pernikahan ini dan justru mendukung Jonathan untuk mengejar cinta Stefani.


Jonathan berbicara beberapa hal lagi dengan Sari ,tapi pembicaraan mereka justru bermuara pada hubungan antara dia dan Stefani.


Hanya setelah itu Jhonatan terduduk di kursi kerja nya dengan dahi berkeringat.

__ADS_1


Dia harus mengejar istri kecil nya mulai sekarang.


Tapi bisa jhonathan.


__ADS_2