
Apakah anak tiri boleh menikahi ibu tiri? Tulis Charlos pada mesin pencari google.
Charlie berkata Dia tidak boleh mengganggu papanya dan harus berpegang pada agama.Mama Yana juga pernah mengatakan jika hidup berpegang teguh pada agama maka kau akan selamat.
Jadi mereka berdua sedang khusus meneliti informasi, apakah
Tidak lama kemudian di Google terlihat sebuah beberapa jawaban yang saling bertolak belakang namun salah satunya membuat matanya berlebar dan memiliki harapan.
Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani hukum menikahi anak tiri ada 2; Pertama, haram bila suami (ayah tiri) sudah pernah berhubungan badan dengan ibu dari anak tirinya. Kedua, boleh dengan syarat, suami (ayah tiri) belum pernah berhubungan badan dengan ibu dari anak tirinya.
*****
"Ah Charlie coba baca ini, kau tahu kan, papa itu nggak pernah nyentuh dia loh.ahh sepertinya masih ada acara hahaha"
Tapi dia nggak membaca lebih jelas dengan tulisan di atas itu berkaitan dengan masalah ayah tiri yang ingin menikah dengan anak tiri nya. Ya jelas bedalah dengan permasalahan yang sedang dialaminya sekarang.
Tapi dia bahagia membacanya sehingga lupa membaca dengan lebih detail.
Tak...
Kepala Carlos ditimpuk dengan bantal sofa. Meski tidak sakit tapi jelas saja ini membuat Charlos kesal.
"apa-apaan sih kamu, nggak bisa lihat orang senang hum!"
"Hei Charlos, wanita itu banyak dan kau juga pernah merasakan apa artinya wanita kan. Tapi kenapa harus dia? cari aja yang lain yang itu tinggalin untuk papa jho oke" kasihan banget papa Jho.
Dia harus trauma dengan pernikahan bahkan memiliki alergi yang aneh terhadap wanita. Sekarang dia jelas sudah menikah dengan Stefani kenapa tidak mencoba untuk membuka hati dan melihat apakah penyakitnya bisa sembuh dengan gadis itu.
Tapi kenapa Charlos seharusnya jatuh cinta dengan Stefani, kan ini nggak masuk di akal.
"Ah kau itu masih anak-anak mana tahu apa rasanya jatuh cinta. Bodoh ah, aku mau tidur dulu males bicara dengan anak-anak"kata Charlos yang langsung kabur ke dalam kamarnya tanpa peduli dia diteriakin oleh Charlie.
"anak-anak gimana? aku ini hanya beda 5 menit dari mu,sial, dibilangin juga pada ngeyel, ntar aku kasih tahu sama Mama lo" kata Charlie
Charlos tidak ingin mendengar lagi apa yang dikatakan oleh Charlie, jadi dia menutup pintu kamar bahkan menggunakan kapas untuk menutup telinganya.
Sementara itu Charlie tidak puas dengan hasil yang dibacanya tadi jadi dia membuka kembali Google dan mencari penjelasan yang relevan dengan masalah mereka.
Setelah mencari dan mencari, pada akhirnya matanya tertuju pada satu naskah populer.
__ADS_1
****
Sebagaimana disebutkan dalam kitab kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;
زوجة الاصل : وهو الاب وان علا سواء اكان من العصبات كأب الاب ام من ذوي الارحام كأبي الام وبمجرد عقد الاب عليها عقدا صحيحا تصبح محرمة على فرعه وان لم يدخل بها لقوله تعالى : وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya:
Haram menikahi isri orang tua, yaitu ayah dan seterusnya, baik dari jalur ashabah seperti ayahnya ayah (kakek dari jalur ayah) maupun dari jalur dzawil arham seperti ayahnya ibu (kakek dari jalur ibu).
Berdasarkan hanya akadnya ayah dengan seorang perempuan, dengan akad nikah yang sah, maka perempuan tersebut menjadi mahram pada anak-anaknya, meskipun si ayah tidak pernah berhubungan badan dengan perempuan tersebut.
Ini berdasarkan firman Allah; Dan janganlah kalian menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian kecuali yang telah berlalu. Sesungguhnya hal itu sangat keji dan dibenci oleh Allah dan seburuk-buruk jalan.
****
"Ah kena aku Carlos,mampus " kata nya terkikik kikik geli. jadi dengan geramnya dia mengklik penulisan di atas dan klik beberapa penjelasan yang hampir mirip.
Langsung di printer dan dibuat dalam kata yang cukup besar kemudian ditempel di dinding-dinding agak mudah dibaca oleh Carlos nantinya.
Perlu waktu lebih dari setengah jam untuk dia melakukan itu tapi melihat hasil yang sudah ditempel pada dinding membuat dirinya puas.
Hanya setelah itu diaku kembali ke kamarnya lagi dan tidur dengan nyaman seolah-olah tidak ada yang terjadi.
Beberapa jam kemudian, Pagi datangnya dan Charlos bangkit seperti biasanya. Dia memiliki janji sekitar jam 10.00 dengan Tommy.
Masih ada beberapa waktu sebelum dia pergi.Ah kau tau, betapa senangnya kalau seketika menyadari dia bisa pacaran dengan si cantik.
Tapi implikasinya dia harus membuat papanya tidak pernah memikirkan Stefani.
Bukankah ada tanda kutip di atas penjelasannya.Kata nya boleh asalkan apa Jho tidak pernah menggaulinya sebagai seorang istri.
Gimana bisa menggaulinya, orang saja ketemuan juga jarang kan, rumah juga pada beda.
Hahaha rezeki anak soleh nggak bakalan ke mana Hahahaha.
Charlos melangkah dengan riang, menyanyikan lagu kecil yang terbentuk dari beberapa kata acak yang terlintas di benaknya. Meskipun dia tidak tahu lagu apa yang dia gumamkan, namun kegembiraan dan semangatnya terpancar dari senyuman di bibirnya. Dia membuka pintu kamarnya dengan penuh semangat, mengharapkan sebuah pagi yang menyenangkan.
"good morning Charlie"sapanya. Saat ini Charlie sedang duduk manis di sofanya.Ah tidak biasanya dia begitu santai pagi-pagi seperti ini.
__ADS_1
"Good morning Charlos"jawab charlie dengan pandangan yang tersenyum tapi senyumnya itu penuh dengan ejekan.
"i don't care you know ,i am so happy today ,brother, hahaha!"
"Oh really?"
Tentu saja Charlos harus bahagia.Namun, kegembiraan itu mendadak pudar begitu pandangannya tertuju pada selembar kertas yang tergantung di dinding kamarnya. Matanya memandang tulisan yang tercetak di atas kertas tersebut dan raut wajahnya berubah menjadi bingung dan sedikit khawatir.
Tulisan itu adalah hasil karya Charlie tadi malam yang dengan cermat mencetak dan merekatkan pesan pesan pada dinding. Huruf-huruf cetakan tampak jelas dan terbaca dengan jelas oleh charlos.Pesan itu membawa informasi penting yang membuat hati Charlos berdesir.
Dia berjalan mendekat ke dinding dan membaca pesan tersebut dengan seksama. Matanya melihat setiap kata, dan perlahan dia merenungkan maknanya. Kegembiraan awalnya telah berubah menjadi perasaan bingung dan ragu, karena isi pesan tersebut memang cukup serius.
Pandangan Charlos bergeser dari kertas ke sudut ruangan, di mana Charlie duduk dengan laptopnya. Sedangkan Charlie, yang sedang fokus bekerja di laptopnya, hanya mengangkat sebelah alisnya sebagai tanggapan atas reaksi itu.
Tapi dia menjulurkan lidahnya sebagai tanggapan.
"Rasakan,hum!"
Dalam diam, Charlos merenungkan makna dari pesan tersebut dan bagaimana hal itu mungkin mempengaruhi hari-harinya yang akan datang. Meskipun awalnya dia memiliki semangat yang tinggi, kini dia terpaksa menghadapi kenyataan yang lebih serius dan perlu dipertimbangkan.
Dengan perasaan campuran di hatinya, Charlos melangkah menuju meja tempat Charlie duduk.
"Puas kamu , puas"kata nya dengan melempar bantalan sofa ke arah Charlie.
"Belum,ahh aku ingin bernyanyi sekarang Hem ,oh begini ya ehem-ehem"
"Sakitnya tuh disini di dalam hatiku, sakitnya tuh disini pas kena hatiku, sakit. sakitnya tuh disini ,sakit sakit Hahaha"setelah menyanyikan sepenggal lagu Charlie langsung kabur ke dalam kamarnya.
Tadi dia memang sengaja untuk melihat sendiri reaksi dari Carlos ketika melihat dan membaca informasi yang sudah dia tempelkan di dinding.
Ah senangnya melihat Charlos menderita hahaha.
"Charlieeeee , awas kau ya sialan kau".pekik Charlos geram.
"Wek.sakit sakit sakit ya tuh di sini, hahaha" kata Charlie yang mengeluarkan kepalanya sedikit di pintu, tapi menutupnya lagi dengan keras.
Hanya saja suara tawanya masih terdengar di dalam kamar.
Sialan ahh charlie...
__ADS_1