Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
kartu kredit tanpa batas


__ADS_3

Di ruang tamu teman-teman sekelas Stefani sedang membuat keributan dan meledek Stefani. Mereka bertanya-tanya apakah Stefani bercita-cita menjadi pembantu atau sedang mengejar cinta salah satu dari dua kembar tampan itu. Tawa dan candaan terdengar di sekitar.


Namun, suasana tiba-tiba menjadi hening saat Carlos dan Charlie tiba di kelas. Mereka berdua tersenyum ramah saat melihat teman-teman sekelas Stefani. Para teman sekelas pun merasa sedikit canggung dengan kehadiran mereka berdua.


"Hai semua! Kami baru saja mendengar perdebatan seru di luar tadi. Ada yang sedang membicarakan kami?" kata Carlos dengan senyum lebar nya.


Agar semua teman-teman sekelas yang hadir mengenalinya ,dia langsung mengangkat lengan dan menunjukkan gelang yang dikenakannya saat ini. Jadi secara otomatis semuanya mengetahui jika yang sedang berbicara itu adalah Carlos.


"Apakah ada yang ingin mengutarakan pendapat tentang cita-cita atau cinta?" timpal Charlie pula dengan gayanya yang santai.


melihat kedatangan keduanya itu beberapa gadis terutama Anna segera memerah dan mereka gugup di tempat.


Ana yang paling stabil diantara semua jadi dia berkata."Oh, tidak ada yang serius kok, hanya lelucon sehari-hari."


"Kami hanya bercanda, Carlos dan Charlie. Tidak ada yang serius!" kata Yanti pula.


Carlos tersenyum dengan mengangkat alisnya diiringi senyum misterius "Tentu, tentu. Kami hanya ingin tahu apa yang sedang dibicarakan."


"Ya, kita juga tertarik mendengarnya. Apa ada yang ingin membagikan cerita atau pertanyaan?" tanya Charlie pula yang membuat suasana semakin canggung.


Stephanie mulai merasa udaranya tidak nyaman jadi dia berkata. "Ehm, tidak ada yang spesial, sebenarnya. Hanya guyonan teman-teman."


Stefani memperbaiki sikap duduk nya dan tersenyum"Ya, kami sedang berbincang-bincang ringan saja. Tidak ada yang serius."


melihat itu Carlos jadi tidak meragukan lagi namun dia langsung duduk dengan posisi di sebelah Stefani, malahan Selly memilih posisi di sebelahnya juga sehingga Stefani berada di tengah-tengah anak tirinya yang tampan.Ini yang membuat Stefani berkeringat.


Panas kan.


"Baiklah, asalkan semuanya berjalan baik. Kami senang bisa bergabung dengan kalian."

__ADS_1


"Betul, kami ingin bersahabat dengan semua orang di sini."


Suasana kemudian kembali menjadi lebih ceria dan teman-teman sekelas mulai berbincang-bincang dengan Carlos dan Charlie. Mereka terkesan dengan sikap ramah dan santai kedua kembar itu.


"Hem bibi, apa kau sudah mencari tahu apa yang kurang di apartemen ini?"tanya Carlos sambil mencolek Stefani yang berada di samping.


Stephanie masih mikir apa yang harus dijawab tapi kemudian Ana menjawab dari pihak nya.


"Um sepertinya tidak banyak yang kurang tapi kami tahu ada beberapa model pakaian yang tidak cocok dengan ketampanan kalian berdua.Hem kupikir masih ada kurang dengan lampu kamar tidur,dan sabun mandi.Ahh sabun mandi yang di dalam kamar mandi itu buihnya tidak banyak. aku tahu merk yang bagus dengan aromaterapi"


Dengan kata-kata Ana segala perhatian karena tiba-tiba beralih kepada gadis itu. Ana berusia 2 tahun di atas Carlos tapi karena Carlos memiliki tubuh yang sedikit tinggi ,Jadi sepertinya mereka tidak jauh berbeda.


"Oh kalau begitu kenapa kita tidak pergi ke supermarket saja sekarang? apa kalian punya waktu untuk menemani kami membeli barang-barang itu?"kata Carlos .


Kata-kata ini disambut meriah dengan jeritan para gadis yang sangat menanti-nanti penawaran seperti itu.


Uh kapan lagi bisa di belanjain sama pria tampan, hehehe.


Berbelanja sih boleh aja tapi kalau membawa semua teman-teman sekelas bukannya berbelanja tapi malah mentraktir mereka semua.


Lihat aja satu kotak black forest yang harganya tidak murah ini ,benar-benar ludes diembat oleh mereka semua tanpa malu.


"Carlos Hem, kau baru tiba dua hari ini jadi masih ada banyak waktu untuk memikirkan beberapa hal sesuai dengan referensi mu sendiri. sekarang hari sudah sore sebaiknya kalian semua pulang saja dan biarkan mereka istirahat oke"Kata Stephanie pada Carlos tapi juga ditujukan kepada teman-temannya semua.


Ana yang awalnya senang tiba-tiba merasa Stefani adalah ibu mertua yang buruk.


Dia memandang Stephanie dan meliriknya dengan penuh kebencian.


"Ani kamu itu ya, orang mau ngajak belanja,eh dia yang sewot. lagian kan kita teman sekelas biasalah kalau belanja bersama , iya nggak carlos?"

__ADS_1


"Hehehe ana, kalau kalian pergi rame-rame kayak gini yang ada ditraktir bukannya pergi belanja tapi dibelanjain. Emangnya uang itu kertas Hem?"kata Stefani dengan santai.


Anak-anak memang seperti ini mereka hanya tahu menghabiskan uang tapi tidak tahu bagaimana mencari uang.Uh sebel deh.


"Hei Ani, apa untungnya sih kamu sewot kayak gini. Bukan uang kamu juga.Ah pembokat tuh urusannya bersih-bersih bukan ngurusin gimana majikan menghabiskan uang, tahu" kata Yanti.


Semua orang tertawa lagi mendengar apa yang dikatakan oleh Yanti. Bahkan para laki-laki yang hadir juga tertawa mendengarnya. Sejak kapan Stefani mau mengurusi masalah uang orang lain.


Ini kan lucu.


"Hei listen to me guys, sebenarnya Papa tuh udah bilang sama Stefani dia harus ngurusin kami mulai dari masalah pertemanan juga masalah keuangan loh. lihat saja kartu kredit yang dipegang Stefani sekarang itu dari papa. Jadi kalau kita pergi belanja sekarang ,itu sebenarnya adalah uang dari Papa untuk Stefani, jelas aja dia marah hahaha"


jika hanya Carlos yang berkata begitu mungkin semua orang tidak percaya tapi tiba-tiba Charlie juga mengatakan hal yang mirip.


"Hem kalian tahu gaji dari Stefani untuk mengawasi kami? pada nggak tahu kan, hehehe. kartu kartu yang dikasih bapak itu adalah kartu unlimited yang nggak ada batas nya loh, kalian tahu kan artinya?"


Penjelasan ini membuat semua orang menganga dengan lebar. Bahkan Stefani saja langsung tersedak memuntahkan lagi brownies coklat dari mulutnya.


Teman-teman Stefani juga memandang Stefani dengan pandangan yang tidak percaya.


Hei pembokat mana yang di gaji dengan kartu unlimited.Ohh ada lowongan lagi nggak.


"Ah hehehe Ani.. ckckck. jangan dengar kata-kata Yanti itu ,dia itu memang sirik.hem Ani kita sahabatan kan?"kata ana tiba-tiba memuji Stefani dengan wajah yang dibuat semanis mungkin.


"Carlos ,apa.. apa maksud kamu Papa kalian memberi aku kartu itu, itu.. Hem..


Gimana mungkin Stefani melanjutkan pertanyaan itu. Bisa-bisa rahasia besarnya kebongkar begitu saja.


"Ya sebagai "bos"Itu udah tanggung jawab papa Jho loh ngasih kamu biaya hidup ya nggak Carlos?"

__ADS_1


Carlos hanya menganggukkan kepalanya saja setuju dengan cepat. kepala Stephanie jadi pusing mendengarnya. Tapi pusing ini lebih baik atau akan lebih baik jika dia bisa pingsan.


Stephanie mau pingsan oke, please,


__ADS_2