
Setiap harinya, Stefani memiliki rutinitas yang hampir selalu sama. Ketika akan berangkat sekolah, dia selalu melapor kepada Jonathan melalui pesan singkat. Mereka berdua telah menjadi sahabat dekat dan Stefani merasa nyaman untuk berbagi kesehariannya dengan Jonathan. Dia juga mengirimkan video dan screenshot, terutama tentang aktivitas Carlos dan Charlie, karena Jonathan sering kali tertarik dengan kegiatan saudara kembar itu.
Sesampainya di sekolah, Stefani tetap melanjutkan kebiasaan melapor kepada Jonathan setiap kali dia berpindah ke ruang kelas berikutnya. Dia merasa senang bisa berbagi semua peristiwa kecil dan menarik yang terjadi di sekitarnya. Hal itu menjadi cara Stefani untuk tetap terhubung dengan Jonathan sepanjang hari.
Ketika istirahat makan siang di kantin, Stefani juga tak lupa mengirim pesan singkat tentang makanan apa yang dia makan atau siapa saja yang bergabung dengannya. Ia bahkan sering mengabadikan momen tersebut dengan foto atau video untuk memperlihatkan suasana kantin dan teman-temannya.
Carlos dan Charlie selalu menjadi sorotan dalam pesan-pesan Stefani. Dia merasa bahagia bisa memberitahukan Jonathan tentang kegiatan dan perkembangan mereka sepanjang hari. Melalui pesan singkat, Stefani juga berbagi kesenangan dan kadang-kadang tantangan yang dia hadapi bersama kedua saudaranya itu.
Bagi Stefani tanpa sadar berkomunikasi dengan Jonathan melalui pesan singkat, video dan screenshot . Selain itu, dia juga merasa bahwa dengan berbagi cerita tentang keseharian Carlos dan Charlie, dia juga bisa memberikan informasi berharga kepada Jonathan tentang perkembangan kedua saudaranya itu.
Keseharian Stefani yang penuh dengan kehangatan dan canda tawa terus berjalan, diwarnai dengan riang gembira ketika berhubungan dengan Jonathan melalui pesan-pesan mereka.
Tapi hari ini saat Stephanie berada di kantin.Dia secara tidak sengaja melihat Carlos dan Charlie tengah bercengkerama dengan Tommy dan gengnya. Mereka berbicara dan tertawa bersama dengan antusias.
"Carlos?ahh gawat ini?"pikir Stefani.
Stephanie begitu takut melihat kedekatan mereka dengan kelompok remaja itu. Dia tahu Tommy dan gengnya memiliki reputasi yang tidak baik di sekolah.Jelas dia khawatir jika Carlos dan Charlie akan terpengaruh oleh pergaulan mereka.
Meskipun dia takut, Stephanie juga merasa ragu untuk melaporkan hal ini kepada Jonathan. Dia tidak ingin membuat Jonathan khawatir atau marah. Tapi dia juga tidak ingin mengadu adanya masalah di antara saudara kembarnya tersebut.
"Carlos mengancam aku, Jadi Gimana dong nih,lapor nggak ya?"
"Jika lapor maka...
Stefani bingung sendiri tetapi dia juga tahu bahwa dia tidak bisa mengendalikan apa yang mereka lakukan.
"Lebih baik biar kan saja, jika ada hal yang berbahaya baru di laporkan,Hem oek begitu saja " kata Stefani yang langsung membuat keputusan untuk tidak melapor.
Walaupun demikian Stephanie masih mencoba memperhatikan lebih dekat perilaku Carlos dan Charlie. Dia melihat bahwa mereka semakin sering berada di sekitar Tommy dan gengnya, dan tampaknya mulai mengikuti gaya pergaulan mereka.
__ADS_1
Stephanie merasa khawatir bahwa mereka akan terlibat dalam hal-hal yang buruk dan mungkin melupakan prinsip-prinsip yang mereka pegang selama ini.
Dalam hati, Stephanie berdoa agar Carlos dan Charlie tetap teguh pada prinsip-prinsip yang mereka anut. Dia berharap mereka tetap mengutamakan nilai-nilai positif dan menjauhkan diri dari pergaulan yang buruk.
Meskipun dia takut dan cemas, Stephanie berusaha untuk tetap percaya pada saudara-saudaranya dan berharap yang terbaik untuk mereka.
Pas ketika jam pelajaran dimulai,Stephanie melihat Carlos izin untuk pergi ke toilet sekolah dengan alasan yang sama seperti yang dia gunakan sebelumnya.
"Mia kemana sih Carlos? perasaan ke toilet juga pas di jam segini,ahh jangan jangan mau janjian lagi sama Tommy nanti malam?"
Stephanie merasa khawatir dan ingin menyampaikan pesannya sebelum terlambat. Dia buru-buru mengejar Carlos, Untung saja Carlos berjalan sedikit lambat sehingga Stefani bisa mengejarnya.
"Carlos tunggu"panggil Stefani pelan. Takutnya nanti ada siswa lain yang mendengar teriakannya itu.
Carlos yang mendengar panggilan itu berhenti sesaat dan mengeryitkan dahinya ketika melihat siapa yang memanggil nya.Dia terkejut ketika melihat itu adalah Stefani.Namun demikian dia tetap diam di tempat dan menunggu Stefani datang.
Stephanie yang ngos-ngosan karena berlari langsung bmenarik Carlos ke sudut." Carlos, tolong dengarkan aku. Aku tahu kamu dekat dengan Tommy, tapi kamu harus berhati-hati dengannya. Dia bukanlah orang yang baik, dia dan gengnya bisa menyebabkan masalah besar"
Dia pikir ada masalah penting yang akan dibicarakan oleh Stefani tapi siapa tahu ini hanya masalah Tommy.
Hei Stephanie hanyalah ibu tiri yang bahkan tidak diakui oleh masyarakat. Tapi kenapa dia ingin masuk campur dengan siapa dirinya berteman.
"Aku hanya peduli padamu, Carlos. Aku takut kamu akan terjerumus ke hal-hal yang buruk dengan Tommy dan gengnya. Mereka memiliki reputasi yang tidak baik di sekolah"kata Stefani lagi dengan cara yang berbisik. Melihat dari jawaban carlos tadi.Stefani sudah tau jika Carlos ini tidak senang ketika cara bergaulnya ditanyakan.
Tapi mau bagaimana lagi dia harus memperhatikan gerak-gerik langkah dari Carlos ataupun Charlie jika tidak bagaimana mungkin dia bisa makan gaji buta.
Itu haram tau.
Tapi mana tahu niat baik dari Stefani itu malah menambah kemarahan Charlos. Entah apa yang dipikirkan oleh Charles tiba-tiba saja dia menarik kerah Stefani dan menggapai lehernya sehingga terkejut.
__ADS_1
" Kalau kau berani melaporkan masalah ini kepada Papa, aku akan membuka rahasia besarmu juga. Kamu tahu apa yang aku maksud kan bibi?"
Meskipun itu hanya gartakan tapi cengkraman Carlos di lehernya bukanlah hal yang bisa dibuat main-main. Buktinya Stefani merasa kesulitan untuk bernafas. Untung beberapa detik berlalu dan Carlos melepaskan cengkeraman itu.
" Carlos, jangan main-main dengan hal itu! Aku hanya ingin melindungimu. Jangan membuat segala-galanya menjadi lebih buruk dengan mengancamku"kata Stefani setelah merasa lehernya sedikit rileks.
"Aku serius, bibi .Aku akan menyebarkannya ke dunia maya jika kau berani melaporkan urusan pertemananku sama papa"
Stephanie berusaha untuk tetap tenang tapi bagaimana dia bisa tenang jika Carlos seperti ini." Baik, baik aku tidak akan melaporkan apa pun. Tapi harap dengarkan pesanku. Saya hanya inginmu baik-baik saja. Jika ada masalah, bicarakanlah denganku atau dengan papa mu pak Jonathan"
" Baiklah, tapi janji kau tidak akan mencampuri urusanku lagi"
" Baik, aku janji. Aku akan menghormati privasimu. Tapi, jika suatu saat kamu membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk meminta" kata Stefani yang langsung kabur ke ruangannya kembali.
Sementara itu Carlos melanjutkan minatnya ke toilet.
Stephanie yang baru kembali dengan alasan ke toilet duduk lagi di sana dengan wajah memerah dan sisa dari jantungnya yang berdetak kencang.
Stefani sama sekali tidak menyangka jika Carlos masih memiliki karakter yang tidak terduga seperti tadi. Tapi dia hanya bisa berharap bahwa pesannya bisa diterima oleh Carlos.
Stephanie tidak tahu bagaimana karakter dari mereka Tapi mamanya sangat menyukai Papa mereka yaitu Jonathan.
Bagaimana mungkin dia tega membiarkan Jonathan mengetahui jika Putra mereka sekarang sedang berada di jalur yang tidak baik.
lagi-lagi Stefani ngeri. lehernya masih merasa panas akibat genggaman dari Carlos. Padahal dia masih remaja di bawah umur tapi genggamannya juga tidak bisa dikatakan pelan.
Tapi apakah Stefani mudah diancam seperti itu.Ahh tapi...
Lapor nggak ya.
__ADS_1
Lapor nggak ya.