
Jonathan duduk di sofa dengan ekspresi datar. Dia sedikit terkejut dengan tindakan Carlos yang nekat keluar bersama Tommy tanpa menghiraukan nasehatnya, tapi sebenarnya dia merasa lega bahwa Carlos tidak terjadi apa-apa.
Sementara itu, Stefani yang panik melihat Jonathan yang tampak agak pucat, langsung bergerak cepat. Dia memberi perintah kepada Charlie untuk mengambil segelas air hangat untuk Jonathan.
Charlie dengan sigap pergi ke dapur untuk mengambil air hangat dan Stefani duduk di samping Jonathan di sofa. Wajahnya penuh khawatir.
"Tuan jonathan, apa yang terjadi? Kamu baik-baik saja, kan?"
"Iya, aku baik-baik saja Ani. Hanya saja tadi Carlos..."
"Tuan,dia keluar bersama Tommy, meskipun aku sudah menasehatinya untuk tidak melakukannya.Tapi tuan dia sudah cukup besar dan tentu tahu apa yang baik.Tuan hanya perlu berdoa agar dia tidak salah jalan"Kata Stefani.
Bukan haknya untuk mencampuri masalah orang lain tapi dia tentu saja khawatir melihat perkembangan Carlos.
"Carlos itu kadang-kadang bisa terlalu berani . Tapi tenang saja, dia pasti akan baik-baik saja."
Jonathan mengangguk, mencoba menenangkan diri. Dia tahu bahwa Stefani selalu merasa bertanggung jawab atas Carlos dan Charlie, seperti seorang kakak perempuan yang peduli.
Atau gara gara kartu kredit unlimited nya kan.
Sambil menunggu Charlie kembali dengan segelas air hangat, Stefani mengelus pundak Jonathan dengan lembut, memberi dukungan.
Charlie kembali dengan segelas air hangat dan memberikannya kepada Jonathan. Jonathan meminumnya perlahan, merasakan hangatnya air mengalir di tenggorokannya. Dia merasa lega dan segera wajahnya kembali normal.
Jonathan yang sudah kembali rileks segera menatap Charlie di ruang tamu apartemen. Dia penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang kenapa Carlos bisa berteman dengan Tommy dan ikut terlibat dalam gaya hidup yang tidak sesuai dengan nasehatnya.
"Charlie, papa penasaran. Bagaimana ceritanya Carlos bisa berteman dengan Tommy? tidak apa-apa jika hanya berteman tapi papa khawatir, Jika Charlos jatuh lebih dalam"
Charlie tentu sudah mengetahui jika Carlos hanya bertindak sesuai misi tapi di sini dia berusaha menyembunyikan identitasnya sebagai mata mata."Ehm, jadi begini, papa Jho,Carlos sebenarnya hanya ikut-ikutan saja dan mencoba-coba. Dia ingin merasakan saja, setelah itu kurasa dia pasti akan cepat bosan"
"Hm, papa bisa mengerti kalau sebagai remaja memang ada rasa penasaran dengan hal-hal baru. Tapi papa masih khawatir . apa pandangan Mama kalian dengan papa juga kalau jadi tidak terkendali?"
__ADS_1
Stefani tidak berani campur tangan dia hanya menyibukkan diri dengan beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu.
Orang yang seharusnya dinasehati tidak ada di apartemen jadi bukankah ini waktunya mereka untuk pulang.
"jangan khawatir papah Ini hanya untuk sementara" kata charlie.
"syukurlah kalau memang hanya untuk sementara. Kalian berdua adalah anak anak papa yang berharga. Papa tidak ingin melihat kalian terlibat dalam masalah."
Charlie memeluk papanya dan menepuk pundaknya dengan lembut. Mama yana bilang papa Jho adalah pria yang kuat tapi sebenarnya memiliki mental selembut tahu.
"it's okay Papa you are the best father in the world"
"Dan kamu juga adik yang hebat. Kalian berdua adalah kebanggaanku." kata Jhonatan lagi.
Jhonatan tidak merasa nyaman meskipun Charlie mengatakan hal yang menyejukkan hatinya. apapun yang terjadi kalau saudara tanggung jawabnya di Indonesia.
Tidak ,Jonathan bahkan bertanggung jawab atas Charlos sampai ke akhirat.
Tentu saja Stefani mengerti dan mencoba menarik Jonathan agar pulang lebih awal. Dia masih harus membawa mobil , jika kesehatan yang memburuk bagaimana mungkin Stefani bisa pulang.
Di lain pihak, kalau saat itu sudah tiba di sebuah klub malam rupanya ini bukan klub malam yang sama.
Setelah mengikuti Tommy ,diketahui oleh Carlos jika tempat pertemuan mereka selalu berganti-ganti ,mungkin ini dilakukan demi menghindari pihak yang berwajib.
Sekarang dia sudah ada di dalam klub malam yang tidak begitu terkenal.
Tidak ada Rachel atau Sarah ,malam ini.Ini hanya Tommy saja sekarang.
Menurut pandangan Tommy saat ini Carlos benar-benar tidak enak hati mungkin ini efek dari dia bertengkar dengan papanya sebelum mengikutinya tadi.
Jadi Tommy berpikir dia juga memiliki andil untuk kejadian ini.
__ADS_1
Karena itu, wajar jika Tommy mentraktir Carlos.
"Tommy i feel so bad tonight, gimana kalau kita cancel aja"kata Carlos.
Tommy tertawa kecil dan menepuk pundak Carlos.
Seseorang seperti mereka yang menyukai kehidupan malam memang sering bertengkar dengan keluarga di rumah. Jadi menurut pandangan Tommy itu adalah hal yang biasa.
Orang tua tidak akan pernah marah dengan anak mereka dalam waktu yang lama.
"rileks Man, Kau tau aku juga pernah bertengkar dengan orang tuaku dan ini baik baik saja sekarang. Masa muda hanya sebentar kawan. Nikmati saja dan jangan pernah kau menyesalinya hahaha"
Tommy memesan "Long Island Iced Tea" untuk Carlos sebagai tanda menebus kesalahannya. Setelah Carlos menerima minuman tersebut, dia merasa ragu untuk meminumnya karena khawatir akan efek mabuknya. Namun, dia juga memiliki sebuah pil yang disimpan dalam sakunya.
Pil tersebut berwarna putih dengan bentuk oval kecil dan memiliki nama "Anti-Alcohol Neutralizer" (AAN). AAN adalah pil khusus yang dikembangkan oleh agen rahasia untuk digunakan dalam misi-misi tertentu. Pil ini memiliki kemampuan untuk menetralkan efek minuman keras atau racun dalam tubuh seseorang.
Cara kerjanya adalah dengan menonaktifkan enzim-enzim tertentu dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk memecah alkohol atau racun. Sehingga ketika pil tersebut diminum, tubuh tidak akan mengalami efek mabuk atau keracunan meskipun telah mengonsumsi minuman keras.
Carlos dengan cermat mengambil satu pil AAN dari sakunya dan menelannya bersama dengan segelas Long Island Iced Tea yang dipesannya. Dia merasa lega karena sekarang dia tahu bahwa dia tidak akan mabuk meskipun meminum minuman tersebut.
Tommy di sisi lain, tidak menyadari bahwa Carlos telah menggunakan pil tersebut. Mereka berdua terus berbincang dan menikmati malam itu di klub tanpa menyadari bahwa Carlos sebenarnya telah melindungi dirinya dari efek mabuk dengan menggunakan pil rahasia tersebut.
Sementara itu, charlie segera mengirim pesan singkat di handphone Carlos, Dengan mengatakan papa Jho sudah pulang.
Tommy juga membaca pesan itu tapi dia tidak pernah berpikir ada sesuatu yang rahasia di balik pesan singkat tersebut.
Charlos tidak pura-pura ketika dia mengatakan ingin pulang, ingin rasanya kalau untuk memeluk sang papa dan mengatakan maaf.
Tapi sekarang Papa sudah pulang ke apartemennya sendiri dan kalau tidak lagi memiliki beban.
Jadi mission harus di depan.
__ADS_1