
Di apartemen mewah,suasana sudah mulai gelap karena malam hari. Carlos sedang berdiri di depan cermin, memperbaiki rambutnya dan mengenakan pakaian yang terlihat keren untuk pergi ke klub malam. Dia bersemangat untuk menghabiskan malam itu dengan teman-teman barunya, termasuk Tommy dan gengnya.
Sementara itu Charlie duduk di sofa, terlihat agak ragu-ragu dan cemas. Dia mencoba untuk tidak menunjukkan ekspresi khawatirnya, tetapi hal itu tampak jelas dari tatapannya yang cemas.
"Carlos ,apa sebaiknya kamu membatalkan rencanamu untuk pergi ke klub malam? Atau kita pergi kerumah nenek saja Hem mx
"Relaks, Charlie, ini kesempatan langka untuk bersenang-senang di klub malam, dan aku ingin ikut serta."
"Tapi Carl ..
"Jangan khawatir, aku bisa mengurus diriku sendiri. Lagipula, itu hanya lah klub malam "
Tiba-tiba, Jack muncul dari ruang tamu dan mendengar percakapan mereka. Dia tampak menghela napas dan tersenyum sinis.
Dia datang untuk menjemput Carlos dan juga Charlie. terhubung Charlie tidak mau pergi jadi hanya Carlos saja yang mengikutinya malam ini.
"Kalian berdua selalu punya pendapat yang berbeda ya? Carlos, aku tahu kamu suka tantangan dan petualangan, seperti diriku. Tapi Charlie, Ckckck Cemen men "
"Tenang saja Charlie, kamu juga tak perlu khawatir. Aku bisa mengurus diriku sendiri."
"Tapi..."
" Charlie stop oke, tidak perlu lagi membahas ini. Aku sudah mengambil keputusan, dan aku ingin pergi."
Charlie terlihat frustrasi dan cemas karena dia tidak bisa membujuk kakaknya untuk tidak pergi. Dia hanya bisa merasa tidak nyaman dengan pilihan Carlos.
tidak mau saudara kembarnya ini salah jalan pada akhirnya Charlie dengan berat hati bersiap-siap untuk pergi bersamanya.
Sementara itu, Jack tetap tenang dan mencoba untuk mengalihkan perhatian dengan mencolek Charlie.
" Mari kita nikmati malam ini dengan santai. Ada acara menarik di klub malam yang mungkin menarik perhatianmu, Charlie."
Charlie mencoba tersenyum dan mengalihkan perhatian dari perasaannya yang khawatir. Mereka kemudian bersama-sama menuju klub malam, tetapi Charlie tetap merasa cemas dan berharap semuanya akan berjalan dengan baik.
Tapi rupanya mobil yang di kemudi kan oleh Jack tidak mengarah ke klub malam. Tapi langsung pergi ke sebuah area yang belum pernah dikunjungi oleh Carlos dan juga Charlie.
"Jack?"
__ADS_1
"is fine bro, sesekali tukar tempat lah hehehe"kata Jack tertawa.
walaupun sedikit ragu kalau dan Charly tetap mengikuti Jack untuk masuk ke tempat itu.
Ini sebenarnya adalah private party.
Pesta tertutup yang berlangsung di sebuah ruangan yang luas dan indah. Di dalamnya terdapat ornamen-ornamen berkilauan yang dipercantik dengan cahaya lampu yang redup, menciptakan suasana yang misterius dan memikat. Musik berdentum keras mengiringi langkah-langkah para tamu yang bersemangat.
"Hai carlos hai Charlie?" seseorang menyapanya dan itu adalah sarah.
Sarah dan Rachel seperti biasa, tampil dengan pakaian yang seksi dan menarik perhatian.
Sarah mengenakan gaun hitam berkilau yang dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna serasi. Gaun itu memiliki belahan tinggi yang menambah kesan anggun dan sensual. Rambutnya diikat dengan kuncir tinggi, menyorot leher rampingnya. Dia tampak percaya diri dan menawan saat bergerak menari di tengah kerumunan.
Sementara itu, Rachel mengenakan rok mini berwarna merah menyala yang dipadukan dengan atasan berenda yang transparan. Rok mini itu menampilkan lekuk tubuhnya yang indah dan menambah kesan seksinya. Rambutnya yang panjang digerai bebas, menambah kesan liar dan bebas. Dia terlihat menawan dan menggoda saat berdansa di tengah kerumunan.
melihat Carlos dan Charlie juga datang ke pesta tertutup ini. keduanya yang sedang menari segera berlari untuk menemui Carlos dan Charlie.
Charlie merasa tidak nyaman tapi berbeda dengan Charles yang merasa keduanya sungguh hot dan seksi.
Sarah tertawa dan dia langsung mencium pipi Carlos.
Walaupun tidak bisa membedakan antara charlos dan juga Charlie tapi jika dia sudah berbicara seperti itu. Maka itu adalah carlos sedangkan Charlie tidak akan pernah menyapa gadis manapun dengan sebutan seksi.
"Oh Sarah, kau sudah dapat bayi yang baru dari yang lama dilupakan ya, Ckckck "kata Jack.
"Hehehe Jack, jika kau mau, Kita bisa kapan aja tapi dengan Carlos ,dia istimewa oke,ya kan beb"kata Sarah manja.
"Hei mana Tommy,dia belum datang?"
"Tommy?dia lagi haus katanya lagi minum di sudut sana"kata Sarah yang segera menunjuk ke satu arah.
Carlos dan Charlie sama-sama memandang ke arah itu. Charly segera memalingkan wajahnya lagi tapi berbeda dengan Carlos yang langsung tersenyum dan merasa tertantang untuk minum seperti Tommy.
Tommy di sana memang sedang minum ,tapi dia minum langsung dari "pabrik" nya.
Bukan saja Tommy tapi beberapa pasangan juga melakukan itu.Tidak ada rasa malu lagi "minum" di depan umum.
__ADS_1
Melihat Charly yang memalingkan wajahnya Rachel tertawa geli dan berbisik, "if you want beb,let my Hem?"
"gimana Carlos, hebat tidak tempat ini?"tanya Jack yang sudah menggosokkan lengannya sendiri.
Di sini banyak wanita cantik yang bisa dia pilih untuk menghilangkan rasa hausnya.
Tapi dia masih ingat pada tamu yang di bawanya ini.
"Jack, kau.. Carlos ini bukan tempat orang baik-baik ,Ayo kita pulang?" kata Charlie yang tiba-tiba saja tidak menyukai aroma di tempat ini.
Lihat saja Sarah seperti wanita yang sedang menarik pelanggan saja layak nya.Dengan kerah yang begitu lebar,dua barang itu tidak bisa di tutup sama sekali.Seperti buah jeruk yang memanggil orang untuk memetik nya.
Sekarang mata Carlos tertanam ke sana, bagaimana mungkin Charlie diam saja.
Tapi Charles yang dipanggilnya malah menepis tangan Charlie dan menatapnya dengan pandangannya sedikit tidak bisa dibaca.
"Ohh adikku masih terlalu kecil. Tapi tidak apa-apa hari ini kakak tertuamu akan mengajarimu bagaimana menjadi dewasa"kata Carlos.
Awalnya Carlos juga begitu tapi setelah Sarah menjadi "gurunya" dia jadi ketagihan.
Kelihaian dan kelincahan Sarah dalam menjadi guru dalam mata pelajaran itu membuat Carlos betah berlama-lama.
Charlie dengan geraham menarik kerah kerah Chalos dan hampir saja menamparnya agar dia tetap waras.
Mereka besar di Amsterdam dan bukan tidak mungkin mereka jadi begitu naif sehingga tidak pernah pergi ke klub. Ini bukanlah klub biasa tapi *** bebas.
Tapi mereka juga dibesarkan oleh mamanya dengan begitu baik sehingga memegang prinsip-prinsip kehidupan. Dari mama Yana ,mereka juga bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk . Tapi sekarang hanya kurang dari sebulan saja di Indonesia Carlos sudah jatuh begitu dalam.
Kenapa begitu cepat untuk Carlos melupakan pengajaran dari mamanya. Dan bagaimana pendapat Mama jika mengetahui Carlos menjadi seperti ini.
"Carlos, pulang kataku"
"Hei tenang bro, Charlie kalau juga memiliki privasi oke. Hormati itu jika kau tidak suka ,maka pulanglah. Ini adalah tempat di mana orang menjadi laki-laki sejati. Bukan seperti kau yang akan selalu menjadi anak mami"Kata Jack yang langsung menengahi Charlie.
Walaupun mereka kembar tapi sebenarnya Charlie tidak memiliki hak untuk membatasi dan mengajari bagaimana cara Carlos untuk berteman.
Pria macam apa yang tidak mengenal wanita.
__ADS_1