
Stefani dan Jonathan berjalan melalui lorong-lorong yang ramai di mal. Stefani terlihat begitu antusias dengan gaya khas remaja yang ceria, dia melongok masuk-masuk toko, melihat-lihat barang dan kadang-kadang tertawa riang.
Melihat itu , Jhonatan jadi lupa dengan masalah nya sekarang Jhonatan jadi pria yang memegang tas belanjaan untuk Stefani.
Di setiap toko, Stefani berhenti sejenak untuk melihat-lihat pakaian dan aksesori yang ditawarkan, meskipun akhirnya tidak membeli apa-apa. Wajahnya bersinar saat dia mengeksplorasi toko-toko yang berbeda, menunjukkan kegembiraan murni dalam momen tersebut.
Tiba-tiba, Jonathan menyentuh bahunya dengan lembut, menarik perhatiannya ke toko pakaian yang lebih eksklusif.
"Ayo ke sana"katanya
Stefani mengangguk dan mengikuti, menemani Jonathan masuk ke dalam.
"Bagaimana kalau kita mencari beberapa pakaian yang baru untukmu? Aku ingin membelikanmu sesuatu."
"Oh, tidak usah repot-repot, Tuan Jonathan. Ani bisa kok beli sendiri.Kartu kredit nya aman sama ani mah hahaha "
"Tidak apa-apa, ini sebagai tanda terima kasihku atas semua yang kamu lakukan. Pilihlah apa pun yang kamu suka." kata Jhonatan yang tidak mau di tolak oleh Stefani.
Meskipun pada awalnya Stefani menolak, tetapi setelah melihat pakaian-pakaian yang dipilih oleh Jonathan, dia tidak bisa menahan senyuman dan akhirnya luluh.
"Baiklah, jika itu benar-benar diinginkan. Terima kasih, tuan Jonathan."
Saat Stefani dan Jonathan berada di toko memilih pakaian,beberapa gadis teman sekelas Stefani melihatnya dan segera menghampiri dengan antusias. Mereka menyapa Stefani dengan suara bersemangat.
" Ani, pakaian yang kamu coba cantik banget! Ini merk mahal.lho,ah aku iri,kapan aku bisa beli pakaian di toko seperti ini?"
Stefani memutar kepalanya dan terkejut melihat siapa yang datang menyapa.Ini adalah teman-teman sekelas Stefani ada juga yang tidak sekelas tapi sudah akrab dengan Stefani.
Stefani sama saya tidak menyangka jika Sebenarnya dia akan bertemu mereka hari ini.
Pasti besok dia akan menjadi bintang gosip lagi deh di sekolah
Menyebalkan.
"Dan hei, lihat siapa yang menemanimu, tampan juga ni, kenalun dong ni?" bisik Maya lagi.
"Shut,dia bego,ini papa nya chaktlz dan charlie,bos Ani tahu "kata Ani yang juga berbisik-bisik.
"Benar, kah? Tidak terlihat kalau dia sudah tua. Malah tampan dan Hem tipe aku banget ,ani."
Dara juga berbisik di telinga Stefani "Ya ampun, bisa jadi ibu tiri Charlie dan Carlos juga enak tuh. Kalau lihat uangnya, pasti nyaman banget."
Sementara teman-temannya berbicara dengan antusias, Stefani memunculkan cemberut kecil dan menggelengkan kepala.
"Kalian ini bawel banget deh, sih."
__ADS_1
Namun, seiring dengan serangkaian komentar kocak teman-temannya, Stefani tidak bisa menahan tawa kecilnya.
Teman-teman sekelas Stefani semakin bersemangat dan satu per satu maju untuk memperkenalkan diri pada Jonathan, seolah-olah dia adalah seorang bintang idola yang sulit ditemui.
"Hai, aku Lisa! Tuan Jhonatan tampan pake banget deh, lisa suka hehehe "
"Aku Maya, senang bertemu dengan om! Beneran deh Om, kamu ganteng abis.Charlie aja kalah telak nih!"
"Hai om aku Rani, senang sekali bisa kenalan dengan Om. Eh ngomong ngomong minta nomor nya dong Om hehe "
Sementara Jonathan dengan sopan dan senyuman pada mereka , tapi dia tidak bermaksud untuk mengulur kan tangannya .Tapi dasar orang tampan plus tajir, jadi semua nya termaafkan begitu saja.
Sementara itu Stefani hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum malu.
Jonathan menyimpan ketidaknyamanannya karena tidak bisa menyambut uluran tangan para gadis. Sebagai kompensasi dengan rasa bersalah itu, dia berkata "Bagaimana kalau kali ini, aku yang memberi kalian kesempatan untuk berbelanja. Pilihlah pakaian yang kalian suka."
"Benarkah? Serius, Om ?" teriak Maya yang tidak percaya dengan pendengarannya.
Dia sedang ditraktir orang tajir woi...
"Oh wow, terima kasih sekali om!"
"Ini benar-benar luar biasa, makasih Om, kami tidak akan lagi dan tidak akan suka.hahaja, Ayo Ani, mumpung ada yang bayar!"
"Om toko ini boleh ya?"kata Maya tanpa malu.
"Tentu saja, masuk saja ke sana. Pilih pakaian yang kalian sukai dan coba sepuasnya. Aku akan menunggu di luar toko."
Artinya Jonathan tidak ikut masuk tapi menunggu di sebuah cafe terdekat. Ini demi memberikan para gadis kenyamanan untuk berbelanja.
Tentu saja pembayaran akan dilakukan dengan kartu kredit unlimited nya Stefani.
"Hei, ini toko favorit aku lho! Ada dengar ada koleksi pakaian terbaru yang sangat bagus."
"Ani,liat deh,aku mau mencoba dress ini, kayaknya cocok banget!"
"Dan aku akan mencoba jumpsuit ini. Wah, seru sekali!"
Beberapa dari mereka memilih dress elegan dengan potongan modern, sementara yang lain mencari jumpsuit yang lebih santai namun tetap modis. Mereka dengan bersemangat berdiskusi tentang pilihan pakaian mereka dan saling memberikan saran.
Sambil menunggu di luar toko, Jonathan melihat mereka dengan senyum. Ia senang melihat betapa antusias dan bahagianya teman-teman Stefani memilih pakaian.
Yang lebih penting wajah senang Ani yang jelas kentara.
Stefani dan teman-temannya akhirnya keluar dari toko pakaian dengan penuh semangat, membawa tas-tas berisi pakaian baru mereka. Mereka berjalan menuju cafe di mana Jonathan sudah menunggu dengan senyum lembut di wajahnya.
__ADS_1
"Tuan Jho ! Maaf kami agak lama, abis semua nya pada norak gitu"
"Tidak masalah,ani. Yang penting kalian senang. Mari, ayo duduk dan pesan makanan."
Stefani duduk di samping Jonathan, dan tanpa disadari, mereka beberapa kali melakukan sentuhan yang tidak sengaja ketika meraih menu atau membicarakan pilihan makanan.
Wajah Jonathan yang tiba-tiba memerah menunjukkan bagaimana dia merasa agak canggung tapi juga senang dengan keadaan itu.
Setelah memesan makanan, Jonathan tiba-tiba berinisiatif untuk mengambil peran sebagai tuan rumah dan memutuskan untuk mentraktir teman-teman Stefani untuk makan.
Teman-teman sekelas Stefani, yang masih penuh semangat dari berbelanja, tidak ragu memesan berbagai makanan yang mereka sukai di dalam cafe. Mereka tertawa-tawa dan berbicara dengan riang sambil menikmati hidangan mereka. Tidak lama setelah itu, mereka tampak memiliki rencana lain yang tidak kalah memalukan.
"Hey, om, kami punya ide nih. Bagaimana kalau kita semua nonton bioskop bareng? tapi Om yang traktir lagi ya!"
Segera jhonathan tertawa kecil "Kalian sungguh tahu bagaimana caranya membuat penawaran yang sulit untuk ditolak. Tapi tentu saja, om setuju!" kata Jhonatan.
Jhonatan sudah beberapa tahun tidak masuk ke gedung bioskop dan dia juga sudah lupa bagaimana rasanya menonton film.
Berhubung kondisi hatinya sedang baik jadi Jonathan setuju dengan ide tersebut.
Setelah selesai makan, mereka bergegas menuju bioskop yang tidak jauh dari cafe tersebut. Saat tiba di bioskop, mereka melihat daftar film yang sedang diputar dan sepakat untuk menonton film dengan genre romantis.
"Baiklah, film apa yang mau kita tonton? Bagaimana dengan yang romantis saja?"
"Iya, sepertinya cocok untuk suasana hari ini." kata Maya yang melirik ke arah Jhonatan.
Nonton film ditemani pria tampan plus tajir,ini seperti hidup di surga guys hehehe.
Judul film romantis yang mereka pilih adalah "Love in the City". Film ini mengisahkan tentang dua orang yang bertemu di tengah hiruk-pikuk kota besar, terjebak dalam kehidupan yang sibuk dan kemudian menemukan cinta yang tumbuh di antara mereka. Film ini penuh dengan momen-momen manis dan romantis, dari pertemuan pertama hingga akhir yang penuh haru.
Stefani sengaja mengatur tempat duduk di samping Jonathan di dalam bioskop. Dia menikmati film romantis ini dengan wajah terfokus, tersenyum dalam momen-momen yang manis, dan tertawa dalam adegan-adegan lucu.
Sementara itu Jonathan yang duduk di sampingnya, memperhatikan reaksi Stefani dengan senyuman ringan, merasa bahagia melihat bagaimana dia terlibat dalam cerita film.
Di tengah suasana romantis dalam film, ada momen-momen di mana mereka secara tidak sengaja bersentuhan atau berbagi senyuman.
Pada saat itu lah jhonathan harus mengakui satu hal yang pasti.Sebuah perasaan yang harus di akui oleh nya sendiri.
Jhonatan suka dengan Stefani.
Dia menyukai bagaimana caranya Stefani tersenyum, menyukai bagaimana cara Stefani berbicara blak blakan dan Jonathan juga menyukai bagaimana caranya Stefani khawatirkan dirinya.
Singkatnya Jonathan menyukai segala sesuatunya yang terkait dengan Stefani.
Inikah artinya cinta.
__ADS_1