Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
gagal nikah


__ADS_3

Jonathan yang merasa khawatir melihat Sari yang terlihat pucat dan lemas. Dia duduk di samping Sari yang bersandar pada kursi di ruang tunggu. Jonathan mencoba membantunya untuk lebih rileks dengan memberikan segelas air dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.


Jonathan dengan suara lembut berkata "Sari, tenanglah. Minumlah air ini dan tarik nafas dalam-dalam. Mungkin kamu hanya mengalami tekanan darah tinggi atau stres. Aku di sini bersamamu, dan semuanya akan baik-baik saja"


Sari mengangguk lemah dan meminum air yang diberikan Jonathan. Dia mencoba untuk mengatur napasnya, tetapi wajahnya masih mencerminkan ketidaknyamanan dan ketakutan.


Tiba-tiba Bu Yanti datang mendekati mereka dengan raut wajah yang serius.


"Pak Jonathan, mohon maaf mengganggu. Tetapi saya perlu memberi tahu Anda sesuatu"


"Tentu, Bu Yanti. Apa yang ingin Anda sampaikan?"kata Jonathan dengan dahi yang berkerut.


"Ibu Sari kemungkinan tidak hanya mengalami tekanan darah tinggi. Tadi dia sempat melihatnya menonton sebuah video di ponselnya"


Tentu saja Jonathan terkejut mendengar informasi ini.


"Video apa yang Sari tonton? Dan apa kaitannya dengan kondisinya sekarang?"


Ibu Yanti tidak berbicara Tapi mengulurkan hp tersebut dan membiarkan Jonathan melihat isi dari video yang dimaksudkan olehnya.


Setelah melihat video itu baru kemudian Jonatan mengerti kenapa asisten yang sudah tua ini menjadi begitu tegang dan hampir pingsan.


Jonathan beralih pandang ke Sari, yang matanya mengandung kesedihan dan khawatir yang mendalam. Meskipun dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, raut wajahnya telah mengungkapkan perasaan yang tak terucapkan.


"apa ibu memiliki nomor telepon dari keluarga itu?" kata Jonatan pada nya.


Tentu saja sebagai seorang guru Dia memiliki nomor yang aktif dari wali muridnya. Dengan cepat ibu Yanti memberikan nomor tersebut dan melihat apa yang ingin dilakukan oleh Pak Jonathan terhadap kejadian ini.


Dia menekan nomornya dan menunggu panggilan diangkat.

__ADS_1


Untung saja telepon diangkat pada dering pertama. seseorang yang menyangkut telepon itu sepertinya adalah seorang laki-laki.


" Halo, siapa ini?"


"Halo, Saya Jonathan, Ada sesuatu yang perlu saya klarifikasi dengan Anda"


" Oh, halo Jonathan. Ada apa?"jelas aja orang di seberang terkejut dan tidak mengenal siapa itu Jonathan tapi dia mencoba untuk mendengar apa yang di inginkan oleh lawan bicaranya.


"Saya baru saja melihat video penangkapan putra Anda yang menikah tadi malam secara dadakan. Yang ingin saya pertanyakan di sini kenapa anda tidak memberitahukan kejadian ini langsung kepada ibu Sari tadi malam saja. Alih-alih membiarkan dia sendirian dalam kondisi tidak tahu tentang kejadian dan masih menunggu kedatangan kalian di lokasi pernikahan? apakah kalian berniat untuk membuat malu bagi keluarga kami?"


Kata Jonathan yang langsung mengatakan "kami" di sini. Yang artinya dia berbicara sebagai pihak yang dirugikan.


orang yang seberang sepertinya terkejut tapi terindikasi dia sudah siap dengan pertanyaan seperti itu.


"bapak Jonathan kami juga tidak pernah berpikir akan ada kejadian seperti ini. Tapi mengenai kenapa kami terlambat mengabarinya, ini karena kami sedang berembuk dan membuat rencana agar semua kondisi ini teratasi"


"Kenapa Anda tidak memberitahu kami segera? Kenapa harus ada penundaan dan membuat Sari menderita akibat penemuan video itu?"bentak Jonathan yang lagi-lagi bingung dengan apa yang dipikirkan oleh orang ini.


Apa yang harus dilakukan oleh Sari seandainya tidak ada pria yang akan melangsungkan pernikahan hari ini.


Benar-benar jahat itu orang.


"Pak Jonathan, saya benar-benar minta maaf atas penundaan tersebut. Saya tidak bermaksud membuat Sari menderita atau merasa malu. Itu adalah kesalahan saya dan saya sungguh menyesalinya"


"Maaf tidak akan menghapus apa yang telah terjadi. Kejadian ini sangat merugikan bagi Sari dan membuatnya mengalami stres yang tidak perlu. Saya tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Saya akan membuat laporan tentang insiden ini ke kantor polisi"


Orang di seberang langsung terkejut dan mungkin dia juga langsung naik darah mendengarnya. Di sini dia pikir masalah tidak perlu sampai ke kantor polisi.


Mereka satu keluarga sedang mencari solusi terbaik untuk kejadian hari ini. Rencananya mereka akan mencari pengantin pengganti untuk Stefani agar kejadian hari ini tidak membuatnya malu di depan para undangan.

__ADS_1


"pak Jonathan, harap berikan kesempatan kepada kami untuk menjelaskan dan memperbaiki kesalahan ini"


Di sini orang di seberang mulai menceritakan bagaimana cara menanggulangi kejadian tersebut agar meminimalisir kerugian.


Calon mempelai masih memiliki Kakak laki-laki di atasnya, usianya baik-baik saja dan dia juga memiliki pekerjaan hanya saja memang belum menemukan jodoh.


Tapi mereka sedang berpikir bagaimana cara membuat cari setuju dengan pernikahan ini. Inilah kenapa mereka datang terlambat untuk menunggu detik-detik waktu terbaik untuk mengatakannya agar permintaan yang tidak ditolak.


Sebenarnya ini adalah sebuah pemaksaan terselubung.


"Saya tidak memiliki wewenang dalam memutuskan hal ini nanti masalah ini akan saya sampaikan langsung kepada Sari. Tapi perlu diingat, tindakan yang sudah dilakukan tidak bisa diubah. Saya tetap akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang dan meminta pertanggungjawaban yang sesuai"


Dalam keadaan emosi yang tegang, Jonathan menutup panggilan tersebut. Dia tahu bahwa ini adalah langkah yang tidak mudah, tetapi dia merasa perlu untuk melindungi Sari dan mengambil tindakan yang sesuai terhadap pelanggaran privasi dan kehormatan mereka.


Beberapa guru yang mendengar isi berbicara itu saling pandang dan berpikir ini adalah hal yang tidak bagus untuk Stefani secara pribadi.


Dia adalah korban di sini tapi dia akan menikah dengan seseorang yang tidak dia sukai bahkan lebih buruknya lagi ini adalah calon kakak ipar.


Stephanie masih begitu muda lebih baik untuk dirinya tidak menikah saja alih-alih dipaksa dengan cara dadakan seperti sekarang.


"Sari kau dengan sendiri kan apa yang dikatakan oleh calon besan itu? mereka tidak bisa menikahkan Putra mereka yang sudah menikah tadi malam. tapi sebagai kompensasi mereka akan mengganti calonnya agar pernikahan ini tetap berjalan. Aku tidak tahu tentang keputusanmu tapi itu terserah kau"kata Jonathan pada hari yang masih saja memiliki wajah sepucat kertas.


Sari tidak begitu mendengar apa yang dikatakan oleh para guru-guru mengenai isi perbincangan telepon antara Jonathan dan calon besannya tadi.


tapi yang jelas di sini Sari bukan saja bingung tapi dia lebih dikatakan sakit hati.


pihak laki-laki sudah membuat kesalahan besar dan apa yang mereka lakukan hanyalah ingin menutupi kesalahan yang sudah dibuat oleh putranya itu.


Tapi kenapa dalam hal ini Putri tersayangnya yang akan menjadi korban.

__ADS_1


Tidak lebih baik tidak menikah daripada menikah dengan keluarga semacam itu. Sari bukanlah wanita yang lemah dan lebih memandang tentang kehormatan.


Tidak, orang seperti itu bukanlah Sari.


__ADS_2