
Dapur dipenuhi dengan aroma harum bumbu-bumbu yang sedang dimasak. Stephanie, mengenakan apron berwarna cerah yang kontras dengan wajahnya yang ceria, sibuk memotong-motong sayuran dengan cekatan. Di sisi lain, Jonathan, juga mengenakan apron dengan penuh antusiasme, sibuk mengaduk adonan di mangkuk besar.
"Ini udah siap adonan nya,ni"
"Ya Tuan, pinggirin sebentar ya, Ani lagi sibuk "kata Stefani yang tidak melihat ke arah Jhonatan.
Stephanie dengan lincah mengayunkan pisau di atas papan sayuran, setiap gerakan tajamnya menghasilkan potongan sayuran yang rapi dan seragam. Dia tampak begitu terampil dan percaya diri dalam mengolah bahan-bahan tersebut.
Jonathan tidak melakukan apapun selain dari mengaduk adonan tepung. Dia sesekali melihat ke arah Stephanie dengan senyum penuh kagum, menyaksikan keahlian memasak Stefani .
"Eh Tuan,tuh nasi nya udah kering, coba pindahin ke magic com ya, biarkan matang sempurna"Kata Stefanie lagi.
Jonathan tergagap sebentar dan pergi ke samping Stefani untuk memindahkan panci dan memasukkannya kembali ke dalam magic com.
Menurut Stephanie perlu waktu 40 menit Jika menggunakan magic com seperti biasanya tapi biar lebih cepat dia meletakkannya langsung di atas kompor. Dan hanya perlu memindahkannya setelah kering.
Dan itu hanya perlu 10 menit sebelum nasi siap dimakan.
Tapi..
"aah...
Jonathan lupa jika panci itu masih panas, jadi ujung jarinya terbakar sedikit. Stephanie melihat itu Dan buru-buru menyentuh jari Jonathan dan menariknya ke bawah keran air.
"Tuan Ani kan bilang ani bisa sendiri, kan udah terbakar Hem,sakit ya Tuan?" kata Ani dengan polosnya.
Sekarang bukan jari Jonathan yang memerah tapi wajahnya yang seperti udang direbus.
Tidak ada reaksi alergi yang ditimbulkan akibat sentuhan dari Gadis itu tapi, Kenapa ada rasa panas yang tidak biasa di wajahnya sekarang.
Untung saja Stefani tidak melihat reaksi berlebihan dari Jonathan ini.
"Tuan duduk aja di sudut lihat Stefani masa oke, ah Tuan tahu lihat Stefani aja perut bisa kenyang loh hahaha" katanya bercanda.
Jonathan tidak menjawab tapi dia menurut dan duduk di kursi yang tidak jauh dari kompor.
__ADS_1
Dengan cepat Stefani memindahkan panci tadi ke dalam magic com dan membiarkan nasi matang secara alami.
Jhonatan tidak bisa memandang kompor tapi memandang wajah Stefani yang begitu ,ah..
Tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan ini. Yang jelas Jonathan tidak berkedip ketika melihat Stefani yang sibuk di dapurnya.
Stephanie memindahkan sayuran yang telah dipotong ke dalam adonan tepung tambah kan udang di dalam nya
Setelah wajan dipanaskan dengan minyak,dengan hati-hati, dia mencelupkan adonan tadi dengan udang di dalamnya. Segera semua adonan dicelupkan ke dalam minyak panas.Pergerakan tangannya yang terampil dan lincah terlihat begitu alami, seolah-olah dia telah terbiasa melakukan ini selama bertahun-tahun.
Menunggu waktu bakwan udang ya jadi dia segera memblender cabai dan juga bawang.
"Tuan makan terong nggak, enak loh terong balado, mau ya?" kata Stefani pada jhonathan
"Oke"
"Hem tadi Ani lihat ada sosis juga, nanti Ani goreng sekalian nya Tuan,Ani suka sosis goreng pakai saos cabai ,pasti maknyus hehehe "
Jonathan tidak fokus dengan apa yang dibicarakan pada Stefani dia sekarang fokus dengan wajah Stefani dan mulutnya yang cuap-cuap.
Bibir kecil itu seolah-olah memancing naluri ke laki-lakinya yang sebelumnya tidak pernah muncul.
Jujur perasaan ini tidak pernah ada ketika dia bersama Yana .Yana adalah dukungan terbesarnya, penyemangatnya dan obat nya kala sedang sakit ,tapi hanya itu saja.
Namun gadis ini, seorang gadis yang masih layak disebut remaja kecil tapi mampu membuat jantungnya deg-degan. Bahkan dia bisa membuat Jonathan lupa dengan kondisi sekitar.
Ah sebuah perasaan yang tidak dimiliki oleh Jonatan ketika dia masih muda.
"Tuan.. Tuan Jhonatan"panggil Stefani pada jhonathan yang membuat Jonathan sedikit kaget.
Stefani sudah memanggilnya beberapa kali tapi dia masih dalam kondisi tercengang.Jadi Stefani mencubit hidung Jhonatan sehingga Jhonatan gelagapan.
"Ani apa sih!"katanya tanpa sadar mencubit balik hidung Stefani.
"Tuan sih, dipanggil beberapa kali juga nggak menjawab.Lagi pikirin Charlos ya.Ah jangan dipikirin dia sudah dewasa kok.Sekarang kita makan yuk.Bantuin Ani bawa semuanya ke meja ya"kata stefani.
__ADS_1
Stephanie berpikir Jonathan masih kepikiran tentang putranya yang kabur entah ke mana. jadi dia Hanya bisa menarik nafas dan berharap agar Jonathan bisa mengalihkan perhatiannya dengan makanan yang dengan susah payah sudah dia masak.
Dengan bantuan Jhonatan, segala sesuatu di masa oleh Stefani sudah pindah ke atas meja makan.
"Nih Ani ambilin nasi makan yang banyak ya, nanti kalau nggak enak bilang aja enak hehehe"kata Stefani.
Dia sengaja mengambilkan nasi khusus untuk Jonathan. Jonathan juga tidak menolak dengan perawatan itu.
Sekarang giliran Stefani yang deg-degan untuk menunggu penilaian Jonathan tentang hasil masakannya hari ini.
Stefani sudah sering memasak di rumah tapi baru kali ini dia memasak untuk seseorang yang bukan keluarganya.
Jonathan mengambil satu bakwan udang yang masih hangat dari piring. Dengan perlahan, dia menggigitnya dan merasakan renyahnya lapisan luarnya yang diikuti dengan lezatnya isian udang di dalamnya.
"Ini enak sekali, Ani, Tekstur luar yang renyah dan udang di dalamnya juicy banget."
"Beneran Tuan, hehehe apa Ani bilang,ini pasti enak kan"
Setelah menikmati bakwan udang, Jonathan mencicipi terong balado yang merah menggoda di atas piringnya. Ketika rasa pedas dan gurih terong balado merayapi lidahnya, Jonathan mengangguk puas.
"Hmm, terong baladonya juga mantap. Pedas dan gurihnya pas banget."
Saat giliran tumis kangkung, Jonathan dan Stefani sama-sama merasakannya. Jonathan langsung menyukai rasanya yang segar dan gurih. Dia melihat ke arah Stefani yang tampak bangga dengan masakannya.
"Kangkungnya enak banget, Ani. Teksturnya segar dan bumbunya pas banget."
"Ani senang benget, kalau enak makan yang banyak tuan!" kata stefani bangga.Tanpa sadar stefani menepuk punggung tengan jhonathan yang mengisyaratkan jika dia beneran bahagia.
Jhonatan tersenyum padanya, rupanya mudah untuk Stefani bahagia.
"Oke kalau gitu,nanti kita ke mall ya,aku ingin beli kan hadiah untuk kamu yang udah capek-capek masak,mau nggak?"kata Jhonatan tiba tiba.Dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Stefani hari ini.
Sedangkan Charlos,masa bodoh, toh seperti kata stefani,dia sudah besar kan.
"Eh mau lah Tuan, tapi Ani kan udah punya kartu jadi...
__ADS_1
"Itu beda kan, ayolah , untuk Ani, tuan.u ini tidak akan jadi miskin kok"kata Jhonatan yang memotong pembicaraan Stefani.
Ani sebenarnya tidak pergi tapi dia ingat jika Jhonatan perlu di temani agar penyakit nya tidak kambuh.Jadi dia setuju dengan cepat.