
Merasa jika dirinya memiliki tugas yang tidak kecil dengan begitu Stefani merasa termotivasi untuk meluangkan sedikit waktunya demi memperhatikan karakter dari Carlos dan Charlie.
Tugas pertama stefani di sini adalah memenuhi permintaan dua kembar identik itu atas keperluan apartemen mereka.
Tidak seperti teman-teman yang lain, Dia menghabiskan sedikit waktu untuk berbelanja di online shop. Alamat pengirimannya adalah apartemen Carlos.
Stephanie duduk dengan ponselnya, berpikir keras tentang produk apa yang bisa dia beli untuk Carlos dan Charlie. Dia ingin memilih sesuatu yang menarik dan cocok dengan selera mereka, terutama karena mereka tidak akrab dengan produk dari Indonesia. Stephanie membuka aplikasi online shop dan memasuki kategori makanan instan.
Wajah Stephanie terlihat serius saat dia memeriksa satu per satu produk yang tersedia. Dia menyelidiki setiap deskripsi produk dengan seksama, mencari yang memiliki rasa yang menarik dan sesuai dengan preferensi remaja. Tangan Stephanie dengan hati-hati menggulir layar, mengevaluasi setiap pilihan dengan mempertimbangkan usia dan selera Carlos dan Charlie.
Ketika Stephanie menemukan beberapa produk yang menarik, wajahnya berubah menjadi gembira. Dia tersenyum kecil dan mengangguk puas. Tangannya dengan cermat memilih dan menyeleksi barang-barang yang ingin dia beli, kadang-kadang membandingkan opsi dan mempertimbangkan variasi rasa yang ditawarkan.
Beberapa produk yang muncul dalam pikiran Stephanie adalah:
Mi Instan Rasa Ayam Bawang "Delicious Flavor": Mi instan dengan rasa ayam bawang yang kaya dan nikmat, cocok untuk dinikmati oleh remaja seperti Carlos dan Charlie.
Keripik Kentang Rasa Barbecue "Crispy Crunch" .Keripik kentang dengan rasa barbecue yang gurih dan renyah, pilihan yang menyenangkan untuk cemilan remaja.
Nugget Ayam "Golden Bites" jenis Nugget ayam yang lezat dan praktis, cocok sebagai makanan ringan atau lauk pendamping untuk remaja yang aktif.
Cokelat Batangan Rasa Cookies & Cream "Sweet Delight".
Masih ada beberapa produk lagi yang dipesannya yang bisa disimpan di dalam kulkas dalam waktu berapa hari.
Mereka adalah dua anak remaja yang tidak mungkin sempat memasak di rumah jadi ada baiknya mempersiapkan segala sesuatu yang siap makan di dalamnya.
Tinggal panaskan saja di dalam microwave dan siap santap setelah beberapa saat.
Setelah memilih beberapa produk yang cocok, Stephanie melanjutkan proses pembayaran dengan penuh kegembiraan. Dia berharap bahwa pilihan-pilihan ini akan menyenangkan Carlos dan Charlie, dan memberikan mereka kesempatan untuk mencoba rasa makanan instan dari Indonesia.
Dengan senyum di wajahnya, Stephanie merasa senang telah menemukan beberapa produk yang mungkin disukai oleh Carlos dan Charlie. Dia berharap bahwa mereka akan menikmati kejutan makanan instan ini dan merasa lebih dekat dengan budaya Indonesia melalui rasa makanan yang mereka nikmati bersama.
Setelah puas berbelanja online shop susu pada akhirnya Stefani tidak lupa "melaporkan" pekerjaannya hari ini kepada bos besar yaitu Jonathan.
__ADS_1
Tidak perlu banyak pekerjaan dia hanya melampirkan screenshot dan tangan data barang-barang yang dia beli tadi langsung kepada pemiliknya.
Setelah pengiriman selesai Stefani menganggap tugasnya hari ini sudah selesai.
Ups tapi dia lupa jika masih ada satu pekerjaan lagi yaitu mengatakan kepada Carlos untuk siap menerima barang setelah barang dikirim nantinya.
Tidak perlu bersinggungan ,langsung dia hanya mengirimkan pesan dan ketika pesan sudah ceklis 2 itu tandanya tugasnya selesai.
Baru kemudian Stefani bisa tidur dengan senang hati.
"sebaiknya aku tidur lebih awal besok masih ada pekerjaan untuk memperhatikan gerak-gerik Carlos dan Charlie"pikir Stefani.
sementara itu pesan yang dikirim Stefani masih terbiar begitu saja di dalam telepon genggam Jonathan.
Hanya ketika Jonatan pulang ke apartemennya dia baru tahu ada pesan dari Stefani.
Membuka pesan tersebut Jonathan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum dengan tipis.
Sama seperti Stefani, Jonathan juga mempersiapkan diri untuk tidur.
Saat ini Jonathan tidak lagi memiliki usia muda tapi dia masih menyempatkan diri untuk menjaga staminanya agar selalu fit. Walau sebanyak 6 pekerjaan Jonathan tidak pernah membiarkan dirinya bergadang.
Jadi malam itu baik Stefani maupun Jonathan sama-sama tidur tanpa bermimpi sama sekali.
Malam berlalu dengan cepat dan pagi pun datang.
Jonathan bangun pagi dengan semangat seperti biasa nya Setelah membuka mata, ia segera beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk mandi. Air yang mengalir menyegarkan tubuhnya, dan dia memanfaatkan momen tersebut untuk berwudhu dan menunaikan salat Subuh dengan khusyuk.
Setelah selesai beribadah, Jonathan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman dan sepatu lari favoritnya. Dia siap untuk melangkah keluar dan pergi jogging di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Saat berlari, dia merasa energi mengalir dalam tubuhnya, dan pikirannya menjadi jernih.
Saat jogging, Jonathan bertemu dengan beberapa orang yang juga sedang berolahraga pagi. Mereka saling menyapa dan memberi semangat satu sama lain. Beberapa dari mereka adalah tetangga Jonathan yang akrab dan sering bertemu saat pagi hari.
"hai Pak Jonathan?"
__ADS_1
"Oh hai pak Wily, kapan kembali dari dinas luar?"
"Oh tadi malam pak Jhonatan ,jadi...
Mereka mengobrol sejenak dan berbagi kabar terkini sebelum melanjutkan perjalanan mereka masing-masing.
Setelah menyelesaikan rutinitas joggingnya, Jonathan kembali ke rumah dengan wajah yang berkeringat dan tubuh yang terasa segar. Dia masuk ke kamar mandi lagi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.
Untuk pergi ke kantor Jonathan biasanya mengenakan pakaian formal yang rapi. Hari ini, dia memilih kemeja putih dengan lengan panjang dan dasi yang serasi. Dia melengkapi penampilannya dengan celana hitam dan sepatu kulit berwarna cokelat. Pakaian ini mencerminkan kesan profesional dan tampilan yang sopan, sesuai dengan posisinya di kantor.
Ini adalah gaya Jonathan yang biasa dia lakukan sehingga mirip seperti rutinitas yang tidak pernah berganti sama sekali.
Tapi belum dia keluar dari pintu apartemennya tiba-tiba saja telepon genggamnya berbunyi lagi.
Jonathan adalah seseorang yang tidak pernah meremehkan panggilan telepon seseorang jadi dia mengambilnya dan mendapati itu adalah pesan dari Stefani.
"Stephanie ngapain dia ngirim pesan?"pikir Jonathan yang sedikit ragu. tapi kemudian dia ingat tentang pesan yang dikirim oleh Stephanie tadi malam.
Merasa tergelitik dan penasaran pada akhirnya dia membukanya dan membulatkan mata ketika melihat isi yang dikirimkan oleh Stefani.
Di sini Stefani mengirimkan foto dirinya yang lengkap dengan seragam sekolah SMA yang rapi dan teratur. Pada foto tersebut, Stephanie memperlihatkan karakteristiknya yang masih terlihat muda dan ceria dengan senyumnya yang khas.
Dalam foto tersebut, Stephanie berdiri tegap dengan seragam putih dan biru yang mencerminkan identitas sekolahnya. Seragam tersebut terlihat rapi dan sempurna dipakainya. Rambutnya tergerai dengan indah, memberikan sentuhan keanggunan pada penampilannya. Senyumnya yang hangat dan cerah menggambarkan semangatnya yang membara dan kesiapannya untuk menghadapi hari yang baru.
Di bawah foto yang Stephanie kirimkan, terdapat tulisan yang ditulis dengan semangat dan keceriaan, "Aku siap untuk bertemu dengan anak bos!" Tulisan tersebut mencerminkan rasa percaya diri dan semangat Stephanie dalam menghadapi hari sekolah yang penuh dengan berbagai kegiatan dan interaksi sosial.
Foto tersebut menyampaikan pesan kepada Jonathan bahwa Stephanie siap untuk menghadapi hari di sekolah dengan penuh semangat dan dedikasi. Senyumnya yang khas dan tulisan yang ceria menunjukkan bahwa dia memiliki sikap yang positif dan optimis dalam menghadapi tantangan sehari-hari.
Jonathan menutup teleponnya dan berjalan meninggalkan apartemen dia menganggap kiriman itu begitu lucu dan memiliki ciri khas kekanak-kanakan namun yang dia tidak tahu .Sebenarnya ini adalah pertama dan juga bukan yang terakhir Stefani mengirimkan foto dengan cara seperti itu.
Secara bertahap Stefani akan melaporkan kegiatan hariannya kepada pria yang dipikirnya adalah bos.
Ini karena Stefani tidak ingin makan gaji buta.
__ADS_1