
Stephanie melangkah dengan langkah penuh percaya diri, berusaha menutupi rasa takut di balik ekspresi wajahnya. Carlos dan Tommy memimpin jalan, dan dia mengikutinya seakan akan dia berani melakukan itu.
Sesampainya di dalam ruangan yang tertutup, suasana semakin kacau dengan suara tertawa dan percakapan dari beberapa pria yang berkumpul di sana. Bahasa yang diucapkan mereka terdengar asing di telinga Stefani, membuatnya semakin merasa canggung dan terisolasi.
"Charlos,ini kah teman teman mu?ku pikir mereka bukan orang baik baik deh.Charlos ayo pulang"kata Stefani .
Charlos risih sebenarnya , tapi misinya tidak bisa di tinggal.Jadi dia menepis tangan Stefani dan berkata."Mereka adalah teman teman ku, aku sudah menyuruh mu pulang kan tadi.bibi aja yang ngeyel mau ikut "
"Tapi Charlos...
Sementara ia mencoba berdiri tegak, tangannya tidak sengaja mencengkeram ujung baju Carlos, mencari sesuatu yang familiar dalam keadaan yang asing ini.
Charlos acuh tak acuh,dia mencari tempat duduk yang kosong di sebelah Tommy.
Dengan cepat , Stefani juga duduk di samping Carlos.Tapi tatapan pria-pria di sekitarnya tidak melewatkan dirinya. Ada mata yang memandangnya dengan pandangan yang tidak baik, mengirimkan getaran yang tidak menyenangkan ke arahnya.
Meskipun Stephani mencoba untuk tidak mempedulikan mereka, kehadiran dan perhatian mereka mengganggu dan membuatnya merasa rentan.
"Charlos , ini pacar mu?"tanya seseorang dengan dialek asing.
"no just friend "
"Oh ,halo honey, welcome to the klub yeh hahaha"Pria itu mengangkat gelas yang tentunya berisik kan minuman beralkohol.
Stefani diam saja,tapi Charlos menyadari ketidaknyamanan Stefani, tapi dia pura pura tidak tau.
Sementara Carlos dan Tommy berbicara dengan beberapa pria di ruangan itu, Stefani tetap duduk di samping Carlos.
Awalnya baik baik saja tapi kemudian...
Musik berubah dengan nada yang lebih lembut.Tidak lama kemudian, tiga orang berpakaian pelaut tiba dengan gaya jalan bak peragawati di atas panggung.
"Huuuuu yes, baby, show my more hu, hahaha "
Beberapa bersiul ke arah mereka dan parah nya , Charlos juga berperilaku sama seperti mereka.
Stefani mulai tidak enak badan, ketika salah satu wanita bergerak membuka kancing bajunya satu persatu dengan pelan seraya mengedip kan matanya.Sialnya lagi, Tommy pindah ke sebelah Stefani .
__ADS_1
"Charlos, pulang yuk"katanya.
Sekarang Stefani sudah berkeringat, dia tidak pernah pergi ke klub malam.Tapi dia tahu perilaku apa yang dilakukan oleh gadis-gadis di atas panggung.
"Pulang aja sendiri kan, orang lagi enak nih"Kata Charlos dengan meneguk minuman nya.
Jelas saja dia sudah mengatur agar minumannya tidak berbahaya untuk tubuh nya sendiri.Tapi Stefani tidak tahu,dia menarik tangan Charlos dan gelasnya jatuh ke lantai.
Brak...
Seharusnya ini akan mengejutkan orang orang kan tapi tidak ada yang peduli dengan gelas pecah, Ketika seorang wanita sudah menanggal kan pakaian yang sekarang hanya tinggal pakaian dalam saja.
Dua tiang besi di gunakan agar mereka nyaman menggosok kan ************ nya di situ atau sekedar berputar putar dengan cara seronok.
Tommy menggeser posisi dan menangkap tangan Stefani,dia menjepitkan tangan Stefani ke atas pahanya sendiri.
Terang saja Stefani marah, jadi dia menampar Tommy.Hanya saja Tommy sudah di bawah pengaruh alkohol , dengan itu dia menangkap tangan Stefani dan menindihnya di sofa.
Demi misi, Charlos diam saja tapi hati nya menggelegak melihat Stefani di tindih oleh Tommy.Jadi dia bangkit dan meraih kerah baju Tommy dan mendorong nya sehingga jatuh ke lantai.
Agar tidak menggangu kegiatan nya, Charlos pergi ke arah wanita yang sedang berjungkat di atas kursi mini.
Sangking kecilnya bra itu,ini bahkan tidak bisa menutupi benda bulat milik nya.Charlos dengan nakal, malah meremas benda itu setelah menyelip kan uang di sana.
Gemes kan hehehe.
Mendapatkan uang, tentu saja kerja jadi lancar.
Tommy yang masih di atas lantai, karena pengaruh alkohol, belum bangkit.Segara wanita tadi mendekatinya dan duduk di atas benda panas, tongkat Tommy tegak menjulang karena wanita itu.
Segera dia lupa dengan kemarahan nya pada Stefanie, apalagi wanita tadi sengaja bergerak ke atas benda tumpul itu dan di soraki oleh yang lain nya termasuk lah Charlos.
"Tekan Tommy,yes wel done Tommy Hahaaha"
Adegan panas ini di skip dengan Stefani yang mencari kacamata besar nya.Dia menghentakkan kaki dan menatap Charlos dengan jijiknya.
"Charlos ,kau sudah tidak isia di selamatkan lagi,mau sudah rusak,hum"segera Stefani pergi dengan berlari.
__ADS_1
Ini benar-benar sebuah neraka baginya.
Sementara itu charlos malah senang jika Stefani pergi,dia kembali mengatur emosi nya.
Di sini dia tertawa dan berbaur bersama wanita penari telanjang tadi.Bahkan ada adegan menyiram minuman beralkohol ke atas tubuh mereka.
Yang jelas, pagi ini dia berhasil masuk dan di percaya untuk menjadi penjual benda terlarang atas rekomendasi dari Tommy.
Alasannya adalah Charlos yang bertengkar dengan papanya badan sekarang dana di blokir.Jadi dia harus mencari pemasukan lain untuk bersenang-senang seperti sekarang.
Rencana berjalan dengan mulus tapi Charlos tidak tahu jika, stefani sudah merekam kejadian tadi secara diam-diam dan mengirimnya ke pada Jhonatan dengan tulisan.
"Tuan, putramu tidak bisa lagi diselamatkan, uhh bantu dia sebelum dia benar-benar tersesat"
Di sisi lain, Jhonatan menghabiskan pagi Minggu dengan berada di rumah. dia membiasakan diri untuk tidak mengerjakan pekerjaan di hari Minggu dan juga memasak sendiri makanan sehat.
Jonathan berdiri di dapur, terfokus pada tugas sederhana yang dihadapinya. Dia memegang pisau dapur dengan hati-hati, memotong potongan-potongan buah dengan keahlian yang terlihat dari gerakan-gerakan halusnya.
Potongan-potongan buah segar tersebar di atas piring, irisan apel merah, potongan anggur ungu, irisan pisang kuning cerah dan potongan kiwi hijau menciptakan palet yang menggugah selera.
Setelah selesai dengan potongan buah, Jonathan melangkah ke lemari es dan mengambil yogurt alami untuk digunakan sebagai dressing ringan. Dia menuangkan yogurt di atas salad buah dengan hati-hati
Dengan salad buah selesai, Jonathan membawanya di atas meja makan. Di samping salad buah, dia meletakkan sepiring roti gandum panggang, menambahkan elemen tambahan untuk makan paginya.
Namun, salad buah dan roti bukanlah satu-satunya yang siap untuk dinikmati. Di atas meja, terdapat juga gelas besar berisi air putih segar dengan beberapa iris lemon di dalamnya.
Jonathan duduk di depan meja, merasa puas dengan kreasi sederhana namun lezat yang dia buat. Dia menatap salad buah di hadapannya dengan senyuman kecil, merasa siap untuk menikmati santap pagi yang segar dan menyegarkan.
Tiba-tiba saja telepon genggamnya berbunyi,dia membaca nama penelponnya dan tersenyum.
Ah tidak biasanya Stefani mengirimkan laporannya di hari Minggu. namun entah kenapa Jonathan merasa itu tidak masalah lagi pula setiap kali Stefani mengirimkan pesan ataupun video dia pasti akan menanggapinya dengan perasaan yang kompleks.
Selagi membuka pesan dari Stefani Jonatan menyeru air putih , akibat nya.
Byur...
Air yang belum sempat tertelan itu, muncrat lagi ketika dia melihat video apa yang dikirimkan oleh Stefani.
__ADS_1
Gila, jagoannya sedang memanjakan diri dengan penari strip.
Oh ya Allah.