Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
lapor ,tuan Jhonatan


__ADS_3

Keluar dari area btaman, Stefani menarik si kembar ke kantin sekolah.Sekarang Stephanie duduk di meja dengan Carlos dan Charlie, wajah nya tampak serius dan marah.


"aku tidak bisa mempercayai kalian berdua! Sudah berulang kali aku katakan bahwa Tommy dan gengnya tidak baik, tapi kalian malah nekat bergaul dengan mereka.Lihat kan sekarang akibatnya?tuh wajah jadi lebam begitu "


"kalian tuh ada rasa udara seharusnya kalian tidak saling berantem seperti itu saudara itu adanya saling melindungi satu dengan yang lain. jika aku tidak peduli pada kalian maka aku sudah melaporkan hal ini terlebih dahulu pada Papa kalian terlepas dari ancaman yang sudah kau lakukan padaku kemarin Carlos!"


"dan kau Charlie, jika marah jangan main tonjok. bicara dari hati ke hati dan bujuk lagi dengan tegas, mengerti?"kata Stefani geram.


Seumur-umur baru sekarang Stefani bisa berbicara panjang lebar tanpa ada jeda sama sekali. ketika dia kesal dan marah dengan kejadian ridho sebelum pernikahan ,dia juga tidak pernah marah seperti ini. Mungkin karena targetnya tidak ada di depan mata kali ya.


Charlie yang mendengar itu segeramengangguk-anggukkan kepala. bukannya dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Stephanie tapi malahan malu yang sangat luar biasa.


Kau tahu, mereka bertengkar juga karena sudah merencanakan ini lebih awal agar Carlos bisa lebih dekat lagi dengan Tommy dan gengnya.


Tapi mana tahu Stefani masuk campur dan mereka dilabrak habis-habisan seperti sekarang dan di nasehati seperti anak-anak.


Masalahnya stephani marah Ini masih disaksikan dengan begitu banyak mata di kantin.Ahh Mama Yana aja nggak pernah marah seperti ini.


Ibu tiri memang akan selalu jadi ibu tiri kan


" Maaf, bibi... tapi kami sekarang tahu apa yang harus kami lakukan...


Carlos tidak memiliki pemikiran yang sama dengan Charlie, entah kenapa dia sekarang memandang Stefani dengan pandangan yang tiba-tiba berubah.


Apa hanya perasaan tapi memang Stefani yang tiba-tiba aura kecantikannya keluar sehingga carlos jadi terpesona gini.


Ahh nggak mungkin lah itu kan ibu tiri, istri papa Jho kan, ckckck.


" Baiklah, saya harap kalian benar-benar mengambil ini serius. Kalian harus belajar memilih teman dengan bijaksana"


Saat itu, pelayan datang dengan membawa hidangan yang dipesan oleh Stefani. Di atas meja terdapat beberapa menu makanan yang sehat dan lezat, seperti salad sayuran segar dengan bumbu kacang alias pecel sayur, sandwich dengan roti gandum dan air mineral.


" Ayo, makanlah dengan baik. Jangan sampai kalian mengalami masalah perut karena telat makan siang"


Carlos dan Charlie akhirnya mengikuti nasihat Stefani dan memulai makan. Sementara mereka makan, pandangan Carlos terus tertuju pada Stefani. Suaranya yang memarahi dan menasehati tadi seolah-olah berubah menjadi alunan musik yang menyenangkan di telinganya.


Bibir Stefani yang berbicara tadi seperti lukisan yang indah, membuatnya semakin terpesona dengan keberadaannya.

__ADS_1


"cantik sih cantik tapi kan istrinya papa Jho kan, Ohh aku sudah belajar bagaimana memanage mental, masak bisa kalah sama ibu tiri sih "pikir Carlos dalam hati.


Carlos sebagai seorang mata-mata yang bekerja untuk kepolisian internasional, telah diajari untuk menjaga keseimbangan mental dan emosionalnya dalam menjalankan tugasnya.


Dalam banyak segi dia belajar agar tidak mudah tergoda dengan hal-hal seperti wanita, narkoba atau hal-hal yang bisa mengganggu fokusnya dapat mengancam keselamatan dan keberhasilan misi.


Di kamp musim panas di Amsterdam, dia menerima pelatihan khusus tentang bagaimana menjaga mentalnya agar tetap tajam dan tidak terpengaruh oleh godaan-godaan yang bisa merusak profesionalisme dan integritasnya sebagai mata-mata.


Ada pertanyaan di mana,dia terpaksa bergabung dengan semua anggota pelatihan yang berlainan jenis dalam kondisi tanpa pakaian.


Itu pun sedang layar lebar dengan film biru.


Perlu di ketahui, tidak banyak yang lolos dalam pelatihan itu,dan Charlie termasuk dari sekian banyak orang yang gagal total.


Ini adalah hal yang memungkinkan Carlos untuk terintegrasi dalam kelompok mafia dan sebagai nya.Dia juga tidak akan cangung dan jijik ketika bergaul dengan Sarah dan Rachel kemarin.


Ini semua karena mental kuat Carlos yang sudah di setel ulang dengan beberapa pemikiran logis.


Salah satu cara Carlos menjaga mentalnya adalah dengan selalu fokus pada tujuan dan misi yang harus dijalankannya. Dia selalu mengingatkan dirinya sendiri tentang dampak dari setiap tindakannya terhadap keberhasilan tugas dan resikonya.


Dalam kamp musim panas tersebut, dia dilatih untuk menjadi lebih tahan terhadap godaan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa menghancurkan fokusnya.


"Oke ,kalian makan,aku ada sesuatu yang harus di kerjakan"Kata Stefanie.


Dia tidak menunggu jawaban dari siapapun . Sementara Charlie juga tidak peduli jika ibu tirinya ini pergi.


Stephanie keluar dari kantin dan berjalan menuju toilet. Dia masuk ke dalam salah satu kabin toilet untuk mendapatkan privasi. Setelah memastikan tidak ada yang mendengar atau melihatnya, Stephanie mengeluarkan teleponnya dari saku dan dengan cepat menekan nomor kontak Jonathan.


Di sisi lain, Jonathan sedang duduk di meja .Di depannya terdapat sepiring nasi putih dengan lauk ayam dan sayuran yang sedap.


Jonathan sedang bersiap untuk makan siang, tapi ketika teleponnya berdering dan melihat panggilan video dari Stephanie, dia segera memutuskan untuk menjawabnya.


Jonathan menaruh teleponnya di posisi datar di atas meja sehingga Stephanie bisa melihatnya dengan jelas. Layar video call terbuka dan wajah Stephanie muncul di layar dengan cerah.


Jonathan tersenyum saat melihat Stephanie dan berkata, "Hai Ani,apa kabar? Kamu sudah makan siang?"


Setelah menerima pesan pendek dan video yang dikirimkan oleh Stefani setiap hari tanpa sadar Jonathan mulai berharap dan merasa pesan itu adalah sebuah kebiasaan yang tidak bisa dia tinggalkan.

__ADS_1


Tapi hari ini Stefani malah menelponnya melalui video call, ahh sepertinya ini adalah sebuah kebiasaan yang baru


"Hai, Tuan ! Aki baik. Tidak, aku belum makan siang. Aku masih di kantin tadi, jadi belum sempat makan. tuan sedang makan apa?"


Jonathan menunjukkan piringnya yang sudah siap di depannya, "Aku sudah siap makan siang. Nasi putih dengan lauk ayam dan sayuran. Kamu pastikan makan dengan baik juga, ya?"


Stephanie mengangguk, "Iya, jangan khawatir. Aku pasti akan makan nanti. Oh ya, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan tentang Carlos dan Charlie. Mereka sedang ada masalah di sekolah, sepertinya."


Jonathan terkejut jadi dia memperhatikan ekspresi wajah Stephanie yang serius dan memperhatikan setiap kata yang dia sampaikan.


Mereka kemudian berlanjut untuk mendiskusikan permasalahan Carlos dan Charlie dengan seksama melalui video call, berusaha mencari solusi terbaik untuk membantu teman-teman mereka.


"Jadi intinya tuan-tuan itu juga harus memberikan sedikit waktu untuk anak-anak mereka masih dalam posisi labil Lo .ingat usia mereka baru belasan tahun. lagian mereka juga masih dalam pemikiran ingin tahu tentang Indonesia.Tuan, aku tahu tuan selalu sibuk tapi luangkan sedikit waktu untuk anak-anak. Jangan sampai masalah ini akan jadi penyesalan terbesar untuk tuan nantinya"kata Stefani yang sebenarnya tidak sadar juga dirinya sedang melampaui usia nya sendiri.


Jonathan juga sedikit khawatir mendengar perkembangan dari si kembar. dia tidak ingat Yana pernah mengucapkan masalah perilaku anak-anak sebelum ini.


Tapi dia juga sedikit geli ketika ingat Stefani mengatakan tentang usia si kembar ,padahal dia juga masih balasan tahun kan.


"Ani terima kasih sudah memperhatikan perkembangan anak-anak.Ohh kau kan juga masih remaja, jadi kau mungkin lebih mengerti tentang pemikiran mereka dibanding aku yang sudah tua ini.ah otakku sebenarnya sudah berkarat hahaha"


Jonathan sempat tertawa tapi juga khawatir di saat yang sama. Tapi jika Sari melihat bagaimana Jonathan hari ini tertawa mungkin dia akan menganga lebar karena tidak percaya.


Menikah dengan Yana adalah waktu terbaik di dalam hidup Jonathan tapi dia juga jarang tertawa saat itu malah lebih sering tertekan.Tapi itu mungkin terjadi karena desakan keluarganya sendiri.


Tapi sekarang Jonathan sudah bisa tertawa meskipun dia sendiri tidak sadar.


Di sisi lain Stefani malah merasa tugasnya semakin berat ketika Jonathan mengatakan hal seperti itu.


Apakah dia harus memperhatikan lebih detil lagi tentang kehidupan mereka.


di sini Stephanie berpikir kartu kredit unlimited memang sesuatu yang memerlukan tugas yang lebih berat.


Jadi dia berbicara beberapa hal lagi dengan Jonathan.


Hanya karena lonceng masuk sudah berbunyi baru kemudian dia sadar. Jika waktu berlalu begitu cepat dan dia langsung mengucapkan selamat tinggal pada Jonathan.


Di sisi lain Jonathan juga mengucapkan selamat tinggal dan berharap jika Stephanie bisa memperhatikan si kembar lebih ketat dan terus mendorong Stefani agar lebih kerap menghubunginya.

__ADS_1


Sebelum benar-benar memutuskan telepon ,Jonathan meminta Stefani untuk datang ke apartemen si kembar nanti malam. Karena dia juga akan datang ke sana untuk introgasi secara tatap muka.


__ADS_2