
Begitu kedua kembar ini keluar dari toilet, selain dari pakaian dan gelang semua orang tidak pernah berpikir jika mereka berdua sudah berganti posisi.
Bukan saja berganti posisi keduanya juga sangat lihai mengganti karakter mereka masing-masing.
Carlos sekarang memainkan karakter Charlie yang mudah marah dan sedikit arogan serta menarik kembarannya untuk pulang lebih awal.
Tapi karakter Charlos yang dimainkan oleh Charlie tentu saja tidak mau pulang.Karena ingin menikmati malam bersama dengan indahnya surga dunia.
"Hei Charlie kenapa kau tidak pulang saja sendiri .kau hanya merusak pemandangan di sini. kalian itu memang kembar tapi bedanya sangat jauh seperti bumi dan langit"kata Sarah kesal.
Gimana Sarah tidak dibikin kesel jelas dia melihat jika "Charlie" memandang dirinya seperti memandang sampah yang sangat menjijikkan sekali.
Hei gini-gini dia adalah gadis cantik yang jadi rebutan banyak pria kan.Dam itu masih termasuk dengan" Carlos".
Mata Sarah yang menatap "Carlos" segera melembut seperti menatap bulan yang indah.
"Carlos" tidak mau kalah, dia dengan nakal meremas bokong Sarah sehingga Sarah terkejut sekaligus senang.
"Uhh murid sudah melampaui guru rupanya hehe" bisik Sarah pada "Carlos".
"Hem siapa dulu muridnya kan hehehe"
Mata Carlos yang asli, segera berputar cepat.Dia jijik dengan wanita bekas seperti Sarah dan Rachel.Tapi ini sudah resiko yang harus dia pukul.
Untung saja ada Charlie yang tidak begitu jijik dengan wanita sekelas mereka berdua.
"Carlos ,aku pulang, terserah kau mau di sini sampai kapanpun. Tapi ingat jangan sampai kena penyakit Hem?" kata Charlie berteriak dengan keras.
Dia benar-benar tidak bisa menahan rasa mualnya melihat adegan itu. Jika tidak karena...
Pria yang di kira Carlos tidak menjawab karena dia sudah sibuk dengan sarah dengan perang lidah nya.
Charlie tidak menunggu lama,dia langsung kabur meninggalkan "Carlos" dengan aktivitas nyeleneh nya.
Charlie yang masih ber akting sebagai Carlos ,tidak peduli sama sekali melihat saudara kembarnya pulang.
__ADS_1
Dia sudah memperhatikan gerak salah dan neraca beberapa hari ini namun belum gilirannya untuk mengacau.
Sekarang dia harus melampiaskan nya hari ini,kata orang kalau sudah rezeki itu tidak akan pernah kemana mana.
Sarah dibuat heran dengan perubahan Carlos.Dia awalnya perlu didorong terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.
Tapi Carlos yang di depannya sekarang, benar-benar lihai dan begitu ahli dalam memanjakan wanita. Sudah tidak bisa dilihat jika sosoknya masih pemuda yang di bawah umur.
Ahh orang luar negeri memang beda.
"Carlos ..ahh kau Hem...
Sarah dibuat tidak berkutik dengan Carlos yang nakal meremas sesuatu di balik pakaian.
"Guru.. ajari aku"bisik "Carlos" di telinga nya.
Telinga Sarah bisa dikatakan sebagai bagian sensitifnya.Carlos bahkan tahu di mana dia bisa menjerit kesenangan.
Sementara "Carlos" palsu sedang bersenang-senang, Carlos yang asli sebenarnya sudah kembali ke apartemennya.
Di dalam kamar, Carlos berjalan lurus ke kolong tempat tidur dan membungkuk untuk mengambil sesuatu. Ia meraih sebuah tas berwarna hitam yang terlihat biasa, namun sebenarnya sangat istimewa.
Tas ini memiliki layar kecil yang terintegrasi, memungkinkannya untuk mengakses dan mengontrol puluhan kamera mini yang sebelumnya telah dia sembunyikan di berbagai lokasi di pesta tertutup tadi.
Dengan tenang, Carlos membuka resleting tas dan mengeluarkan layar kecil tersebut. Wajahnya tidak berubah sedikit pun saat dia mengoperasikan layar itu dengan jari-jarinya.
Di layar kecil itu, berbagai gambar dari kamera-kamera mini yang tersebar di dalam pesta tertutup muncul. Carlos ingin melihat dan mengintai apa yang terjadi di dalam pesta tersebut, meskipun dia tidak lagi berada di sana.
Tas itu merupakan alat yang ia gunakan untuk mengumpulkan informasi secara diam-diam. Dengan menggunakan kamera mini ini, dia bisa mendapatkan informasi yang berguna untuk berbagai tujuan.
Dengan mengotak-atiknya sebentar, HP milik Carlos sudah pun terintegrasi dengan layar tersebut. jadi dia bisa menyaksikan apa yang terjadi dengan hp-nya saja.
Setelah selesai Carlos dengan hati-hati menyimpan kembali layar dan tas itu ke tempat semula di bawah kolong tempat tidur.
Carlos berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Namun, di balik wajahnya yang tenang, ia terus memantau informasi yang berhasil dia kumpulkan melalui HP yang sudah di modifikasi.
__ADS_1
Dalam layar hp dia bisa melihat segalanya . Ketika layar menampilkan adegan tidak senonoh Charlie, dengan keras dia menekan gelangnya.
Di saat yang sama, Charlie yang di kira sebagai Carlos sedang di "ajari" oleh Sarah dan Rachel sekaligus.
Dia sedang asik berlama-lama di bukit kembar Rachel dengan mulut tapi tangannya terus meremas sesuatu di balik pakaian Sarah.
Tiba-tiba saja dia merasakan sengatan listrik kecil di pergelangan tangannya.
Zzxxxt.
"Carlos,ada apa sayang Hem?"kata Sarah yang sudah tidak bisa berpikir.Dadanya turun naik seperti orang yang baru saja selesai berlari maraton.Dia sempat sekarat dan meminta lebih dari ini.Sarah segera lupa jika lawan yang diajaknya bercinta sebenarnya adalah anak-anak di bawah umur.
Tapi sebuah kenikmatan tetap saja kenikmatan meskipun dihadirkan oleh seseorang yang tidak layak.
Biarpun masih kecil tapi nyatanya kalau bisa membuat dirinya meram melek.
"Ohh Bu guru,murid hanya gerah di sini, Hem apa ada kamar khusus?"Bisik Charlie yang di kira sebagai Carlos.Dia mengibaskan lengannya sedikit tapi di dalam hati,dia sedang mengumpat Carlos yang usil.
Sarah senang dengan tawaran itu ,dia sudah ***** sekali.
Ini bukan kali pertama Sarah mendatangi tempat yang tinggi jadi dia begitu hafal dengan lokasinya.
Dengan cepat Sarah menarik kalau untuk pergi ke sebuah kamar yang sudah dia kenal.
Mungkin karena nafsu yang sudah sampai di ubun-ubun, Sarah dan Rachel tidak melihat .Jika di setiap lorong yang mereka lalui sebenarnya Charlie yang berakting menjadi Carlos ini, sedang menempelkan beberapa kamera mini lainnya.
Kamera itu begitu kecil, mungkin tidak lebih kecil daripada seekor nyamuk. mana ada orang yang tahu jika titik kecil di dinding sebenarnya ada sebuah kamera.
Cukup melemparkannya secara acak, kamera mini ini bahkan bisa melekat pada dinding di kamar yang di lewati olehnya.
Tidak lama kemudian, Sarah sudah tiba di kamar yang dia maksudkan.
Segera saja dia melompat dalam pelukan Charlie yang di kira sebagai Carlos ini.
Tentu saja Charlie tidak menolak,dia suka ini .
__ADS_1
Hehehe.