Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
Negosiasi


__ADS_3

Dengan kondisi sehari-hari ini dia tidak bisa membuat keputusan Tapi waktu semakin dekat saja sehingga masalah ini menjadi begitu khawatirkan.


Merasa Sari tidak lagi bisa membuat keputusan sendiri pada akhirnya Jonathan meminta para guru untuk pergi mengabarkan masalah ini langsung kepada Stefani.


Adapun mengenai tawaran dari pihak laki-laki juga harus diberitahukan kepada gadis itu.


Jika Stefani setuju maka pernikahan akan dilanjutkan tapi jika tidak masalah ini akan langsung ke meja hijau.


Ini adalah masalah harga diri dari seorang Stefani dan Jonathan sebagai saksi tentu tidak tega melihat kejadian tersebut.


Perlu diketahui Stephanie besar di depan mata Jonathan sendiri, usia gadis itu hanya terpaut 4 tahun dari usia si kembar.


Dengan begitu ada sedikit ikatan di hati Jonathan untuk gadis tersebut. Karenanya masalah ini juga perlu diantisipasi oleh Jonathan sendiri.


"ibu Yanti tolong kabari masalah ini langsung dengan Stephanie saya laki-laki tentu tidak cocok untuk membicarakannya. harap ibu yang tidak lain membujuk Stefani dan menanyakan isi pikirannya"kata Jonathan pada ibu guru Yanti.


"baik Tuan Jonathan kami tahu, ibu Sari harap perhatikan kesehatanmu oke. biarlah masalah ini akan diputuskan oleh yang punya diri"kata ibu Yanti kepada sari-sari masih saja lemah dan dia tidak berdaya.


Wajahnya sudah pucat sehingga Jonathan langsung memanggil dokter pribadi nya langsung ke tempat ini.


Masalah belum kelar jadi Sari belum bisa dibawa ke rumah sakit. Karena itu lebih baik memanggil dokter pribadi Jonathan langsung ke tempat.


Sementara itu beberapa guru langsung pergi ke kamar pengantin di mana Stefani sedang duduk dengan perasaan berbunga-bunga.


Senyum di bibirnya tidak luntur sama sekali,di tambah lagi ketika beberapa guru yang dia kenal juga datang untuk memberikan selamat baginya.


"ibu Yanti, ibu Ani terima kasih karena udah mau datang"sapanya dengan semua guru yang masuk ke dalam kamar pengantinnya tanpa terkecuali.

__ADS_1


Biasanya jika pengantin mengucapkan hal ini. Tentu yang mendengarnya sumringah dan tersenyum dengan lebar dan mereka dengan ikhlas memberikan kata-kata yang baik.


Tapi sekarang wajah seperti itu tidak bisa dilihat dari para guru yang ikut masuk.


Melihat reaksi semua orang yang hadir tiba-tiba saja Stefani merasa tidak nyaman dan dia berdiri dari tempat dia duduk.


"Mbak bolehkan tinggalkan kami dulu Mbak, ada sedikit urusan antara guru dan murid "kata ibu guru Yanti pada penata riasnya.


Penata riasnya masih begitu muda tapi memiliki kemampuan dan keahlian yang cukup untuk menanggung profesi ini. Dia juga sudah memiliki begitu banyak pengalaman dalam hal-hal pernikahan.


Melihat ada kejanggalan dari wajah para tamu. Dia mengerti ada situasi yang tidak baik di sini. Karena itulah dia mengangguk dan langsung pergi keluar.


Sementara itu Jonathan masih setia duduk bersama Sari menunggu kehadiran dokter pribadinya.


Tapi alih-alih dokter pribadi yang tiba, tidak lama kemudian ada sekelompok orang yang hadir. Dilihat dari pakaian yang dikenakan mereka adalah dari pihak laki-laki sendiri.


Jonathan tidak tahu sebenarnya mereka begitu gugup ketika Jonathan mengancam akan membawa masalah ini ke meja hijau.


Karena kondisinya mendesak mereka buru-buru datang tanpa membuat keputusan di dalam keluarga.


"Tuan, tuan Jhonatan ah saya papanya Redho, Tuan Jhonatan keluarga kami benar-benar meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini. Tapi semuanya sudah terlanjur, Jonathan .Harap tuan juga mengerti kesulitan yang kami alami sekarang"


Tiba-tiba saja seorang pria setengah baya buru-buru datang dan langsung menghampiri Jonathan bukannya langsung menghadap Sari.


Ini menunjukkan mereka takut dengan ancaman dari Jonathan bukan khawatir tentang kebahagiaan sehari sebagai pihak wanita yang telah mereka lukai.


" papa Redho kan, saya pikir kalian bertanya dengan orang yang salah. ibu Sari ada di sini dan kalian bisa lihat kondisinya tidak baik-baik saja"kata Jonathan yang langsung to the point.

__ADS_1


Mendengar itu papa redo langsung gugup dan dia duduk di depan asari dan menundukkan kepalanya dengan lebih rendah.


Kenyataan ini begitu menjijikkan sekali, anak-anak yang membikin ulah. Tapi orang tua lah yang harus menanggung akibatnya.


"Ibu sari, ibu Sari juga adalah seorang tua harap ibu Sari mengerti apa yang kami alami hari ini. Memang kami yang bersalah di dalam hal ini dan kami juga akan memberikan kompensasi apapun yang akan ibu Sari inginkan. Harap jangan memperpanjang masalah ini kemeja hijau"katanya kepada Sari.


Sari masih tidak mengeluarkan suara apapun .Hanya ada air mata yang berlinang dari wajahnya yang menunjukkan jika dirinya sedang sedih.


"Papa Rhedho ,karena Sari tidak bisa menjawab jadi jelaskan apa maksud dan tujuan kalian datang ke sini jika tidak ingin melanjutkan pernikahan ini lagi?"kata Jhonatan.


Bagi seorang usahawan seperti Jonathan waktu adalah uang apa yang dilakukan oleh orang-orang ini. Sebenarnya sudah membuatkan dia rugi puluhan juta.


Tapi demi Sari Jonathan melupakan semuanya dan dia pikir uang bisa dicari kapan saja tapi jika dia pergi hari ini meninggalkan Sari dalam kondisi ini. Mungkin Sari akan menganggap hubungan mereka selama puluhan tahun ini adalah sesuatu yang sia-sia.


Walaupun hubungan mereka hanya didasarkan dari bawahan dan atasan saja.


Papa Redho bangkit lagi dan dengan serius menatap Jonathan. Hal yang dikemukakan tentu adalah hal yang sangat memalukan tapi mau bagaimana lagi masalah memang dibuat oleh pihak mereka.


"Tuan Jhonatan, tidak ada yang bisa dilakukan saat ini tapi pilihan tetap ada untuk Stefani. Pilihan pertama adalah menikahkan Stefani dengan redo sesuai dari jadwal namun Tuan Jonathan juga tahu tentang kondisi anak kami saat ini kan, jika ini diterima maka kami juga akan merendahkan kepala untuk Stefani"


Katanya dengan wajah yang juga buruk. putranya benar-benar menghancurkan harapan orang tua dan juga menghancurkan harapan Stefani dan ibunya.


Tapi di sini papa redho juga menganggap ini adalah kesalahannya juga karena dia tidak bisa membuat redho menjadi pribadi yang lebih baik.


"hahaha, kalau begitu putramu untuk banyak kan. untuk dalam satu hari saja dia akan mendapatkan dua istri sekaligus. Aku tidak tahu ini bisa disebutkan sebagai serakah atau keberuntungan" sindir seorang guru yang juga melihat mendengar perkataan papa redho ini.


Sontak saja wajah pria setengah baya itu menjadi memerah karena malu. Jika dirinya berada di pihak wanita mungkin dia juga akan berpikiran begitu tapi sayang sekarang dirinya berada di pihak laki-laki dan dia tidak memiliki pilihan lain.

__ADS_1


Namun begitu sebagai seorang papa dia juga tidak tega melihat putranya ditarik ke penjara ,hanya karena kesalahan dari pernikahan yang gagal.


Tidak bisa.


__ADS_2