Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
sepakat


__ADS_3

Di dalam aula pernikahan,tempat keluarga Ridho duduk dengan penuh kekhawatiran dan rasa bersalah. Wajah-wajah mereka mencerminkan penyesalan dan kegelisahan karena telah membuat Stefani menikah dengan cara yang tidak diinginkannya.


Ayah, Ibu Ridho dan kakak Ridho duduk berdampingan. Merenungkan tindakan mereka dan memikirkan bagaimana mereka dapat memperbaikinya. Ada keheningan yang tegang di antara mereka, dipecah oleh ucapan Ibu Ridho yang penuh penyesalan.


"Pah ,apa yang telah kita lakukan kepada Stefani adalah kesalahan besar. Kita seharusnya tidak memaksanya untuk menikah dengan cara ini"


Papa ridho menggenggam tangan istrinya dengan penuh penyesalan." Mah, kita semua bertanggung jawab atas keputusan ini. papa sangat menyesal telah terlibat dalam rencana ini. Stefani seharusnya mendapatkan pernikahan yang diinginkannya, bukan seperti ini"


Mereka terdiam sejenak, merenungkan kata-kata yang telah mereka ucapkan. Rasa bersalah dan penyesalan terus menghantui mereka.


Mereka merasa takut dan gugup, namun mereka juga bertekad untuk mengubah kesalahan mereka dan memperbaiki hubungan dengan Stefani dan keluarga Jonathan.


Mereka melihat Stefani duduk di depan pengantin wanita dengan ekspresi campuran antara kesedihan dan kekuatan yang terpancar di matanya. Mereka mendekati Stefani dengan langkah ragu.


"Stefani, kami minta maaf. Kami sangat menyesal atas apa yang telah ridho lakukan. kita tahu itu tidak adil bagimu tapi bisakah kau menganggap kalian tidak berjodoh?"


"Mama, Tante tidak tahu harus berkata apa tapi Tante tidak ingin masalah ini dipersulit dan ... Huf..tante harap kamu mengerti Stefani"


Wajahnya tua dalam semalam, sejak berkenalan dengan Stefani dia sering menyebut dirinya dengan mamah pada gadis ini. Tapi sekarang lidahnya terasa pahit karena harus menyebut dirinya sebagai tante. Perubahan gelar yang hanya terjadi dalam satu malam.


Dan itu semua karena putranya sendiri.


Kebetulan tidak ada tamu yang datang hanya beberapa guru yang masih berada di lokasi untuk memberikan semangat bagi Stefani.


Ada juga kepala sekolah yang turut prihatin dengan kejadian hari ini.

__ADS_1


Berhubung dengan Sari yang tidak lagi berada di tempat kali ini Jonathan benar-benar mengambil alih kejadian secara langsung.


"di sini sebagai suami dari Stefani, Saya ingin keluarga Anda berjanji djika perlu saya akan membuatkan perjanjian yang memiliki kekuatan hukum. Saya ingin kalian berjanji tidak membocorkan masalah pernikahan Stefani ini pada pihak lain. jika ada situasi di luar maka saya akan menganggap kalian lah pelakunya"


"Dan saya juga memohon dengan amat sangat bagi kepala sekolah dan guru-guru yang mengetahui masalah ini. Stephanie masih muda dan jalannya masih panjang. Walaupun kami menikah hari ini ,saya tidak berjanji akan selalu menjadi suaminya. Tentu sebagai orang yang sudah melihat Stefani lahir dan tumbuh besar. Saya berharap dia akan bertemu dengan jodohnya yang sejati"


Implikasinya dia mengharap pernikahan hari ini akan menjadi rahasia dan akan selalu menjadi rahasia sampai kapanpun.


"Tuan Jonathan jangan khawatir tentang masalah ini. Pernikahan hanya di atas kertas dan Stefani masihlah seorang gadis yang belum menikah di mata kami"kata kepala sekolah yang penuh pengertian, begitu juga dengan para guru yang hadir.


Keluarga ridho yang mendengar ini juga merasa nyaman. Ridho tidak akan dipermasalahkan lagi ke meja hijau. Hanya saja mereka harus tutup mulut serapat-rapatnya jika tidak ingin masalah ini berlanjut.


Mereka dengan cepat mengangguk kepala dan berjanji untuk serius dengan perjanjian ini.


"Ya Om Ani tahu "


"Nah Om ingin Stefani tahu, walaupun kita menikah. Om itu nganggap kamu itu sebagai keponakan Om yang baik. tapi sekarang Om itu punya kewajiban untuk menjaga Stefani. Mulai sekarang segala keperluan Stefani itu om yang handle. hanya saja kita akan tetap berada pada jalur seperti sebelum menikah"


"Misalkan Sari akan tetap menjadi asistennya Om dan kamu akan tetap tinggal sama mama kamu di rumah seperti biasanya, sekolah dan menjalani hidup kamu seperti biasanya. cuman Om itu minta kamu kalau ada apa-apa harus laporan dulu sama Om"


"misalkan kamu itu jatuh cinta , Om itu perlu tahu apakah orang ini cocok untuk kamu atau enggak. Mengerti kamu Stefani?" kata Jonathan panjang lebar.


Stephanie yang akrab dipanggil Ani ini mana gandakan matanya dan terkejut sebentar. Namun kemudian matanya kembali berbinar-binar dan dia tersenyum lagi dengan ceria.


"maksud Om itu Ani bisa hidup seperti biasanya tanpa khawatir dengan pacaran eh dengan uang begitu kan Om? Ani tinggal di rumah mama bareng mamah biar seperti biasanya dan om tinggal di rumah om seperti biasanya, gitukan?"

__ADS_1


Jonathan menganggukkan kepalanya lagi agar Ani mengerti apa yang dia maksudkan. Meski begitu Jonathan mengatakan dia tidak akan menceraikan Ani sampai Ani sendiri yang memintanya.


Di sini para guru juga diminta pengertiannya berikut dengan keluarga ridho yang harus tutup mulut jika tidak ingin dipenjara.


Jonathan memiliki uang dan uang bisa memperlancar masalah ridho yang akan meringkuk di dalam penjara nantinya.


Tapi belum sempat keluar dari ridho menarik nafas lega tiba-tiba kepala sekolah berkata."papanya ridho maaf kalau kami menginstruksi kebahagiaan kalian satu keluarga. Tapi menurut hemat saya sepertinya ridho harus kami keluarkan dengan cara yang tidak terhormat. ini karena apa yang sudah dia lakukan benar-benar mencoreng nama SMA kami. Jadi harap papa dan mamanya ridho mengerti dengan posisi kami di sekolah"


Mendengar ini wajah papa dan Mama ridho seketika memucat. Namun begitu mereka sebenarnya sudah berpikir ke arah itu.


Dengan terpaksa mereka harus menerima keputusan dari pihak sekolah. Artinya kehidupan sekolah ridho berhenti sampai di sini.


"Ya kami mengerti pak kepala sekolah dan kami memohon maaf karena sudah merepotkan. Kalau begitu Stefani Pak Jonathan dan para guru izinkan kami untuk kembali ke rumah terlebih dahulu. sekali lagi kami mohon maaf ya dari pihak ridho"kata papa ridho yang berbicara dengan wajah malu.


Tidak ada yang mencoba menahan keluarga ini untuk pulang jadi keluarga ini pergi dengan rasa frustasi tapi sekaligus lega.


Stephanie memang menikah hari ini tapi itu hanyalah status. Paling tidak Stefani tidak akan merasa dirugikan.


Setelah itu para guru menyelami Stefani dan berharap dia baik-baik saja setelah ini. Masih ada waktu 2 Minggu liburan sekolah jadi Stefani masih memiliki waktu untuk melupakan segala sesuatunya.


Sementara itu Jonathan langsung menghandle masalah biaya pernikahan tanpa diminta.


Hari ini adalah hari pernikahan Jonathan tapi bukan pernikahan yang pertama.


Ini adalah pernikahan Jonathan yang ketiga.

__ADS_1


__ADS_2