Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
perkenalan


__ADS_3

Ketika murid-murid SMA sedang berbincang-bincang di dalam kelas, sambil saling bertukar gosip dan cerita. Tawa riuh dan suara berbisik terdengar di seluruh ruangan. Namun, ketika mereka mendengar suara langkah kaki guru mendekat, keheningan tiba-tiba menyergap mereka. Mereka bergegas mencari bangku dan duduk dengan patuh, siap untuk memulai pelajaran.


"Selamat pagi, semua. Mari kita mulai pelajaran kita hari ini."


Meskipun awalnya mereka terlibat dalam gosip-gosip dan cerita-cerita, murid-murid tersebut dengan cepat mengubah sikap mereka ketika guru masuk ke dalam kelas.


"Saya punya kabar baik untuk kalian. Hari ini kita kedatangan dua murid pindahan dari Amsterdam." kata guru yang segera membuat heboh di dalam kelas.


Mereka tahu memang ada murid pindahan ,tapi tidak tahu jika murid pindahan itu akan masuk ke kelas mereka. Yang lebih tidak tahu adalah ke asal mereka yang sebenarnya berasal dari Amsterdam.


"Serius, guru? Dari Amsterdam? Itu jauh sekali!"


"Ya, sangat jauh. Namun mereka berdua memiliki kemampuan yang luar biasa sehingga bisa lompat kelas."


"Lompat kelas? Benarkah?"beberapa murid bahkan berdiri mendengarnya. Jarang sekali bisa melihat seorang murid yang mampu lompat kelas seperti itu. Ini juga menunjukkan jika usia mereka masih cukup muda.


"Ya, dia memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk melompati kelas. Usianya hanya 14 tahun, tetapi mereka sudah siap untuk belajar di tingkat yang lebih tinggi."


Pak guru berdiri sambil menunggu kedatangan Carlos Aldelis dan Charlie Aldelis.


"Baiklah, Carlos dan Charlie. Silakan masuk ke dalam kelas."


Carlos dan Charlie, dua kembar identik yang baru saja pindah ke sekolah ini, masuk ke dalam kelas dengan wajah penuh antusiasme. Mereka berjalan dengan langkah mantap, menarik perhatian teman-teman sekelas yang penasaran dengan kehadiran mereka.


"Hai, Carlos dan Charlie. Ini adalah teman-teman sekelas kalian. Mereka sangat bersemangat untuk berkenalan dengan kalian."


"Halo semuanya, senang bertemu dengan kalian semua." kata Carlos yang melambaikan tangan ke arah semua orang.

__ADS_1


Begitu dengan Charlie yang melambaikan tangannya juga untuk memperkenalkan diri."Hai, teman-teman. Kami berharap bisa menjadi bagian dari kelas ini dan belajar bersama-sama."


Carlos dan Charlie, dua kembar identik yang tampan dan mempesona, berdiri dengan percaya diri di depan teman-teman sekelas mereka. Mereka memiliki penampilan yang menarik, dengan wajah simetris, mata yang tajam, dan senyum yang ramah. Rambut mereka dibiarkan panjang, dengan gaya yang rapi dan teratur.


Mereka mengenakan seragam sekolah dengan sempurna, menjadikan mereka terlihat lebih menonjol di antara murid-murid lainnya. Sikap mereka menunjukkan ketenangan dan keyakinan diri yang menarik perhatian orang di sekitar mereka.


Saat mereka tersenyum ramah kepada teman-teman sekelas, mereka tidak menyadari betapa mereka menarik perhatian beberapa gadis di dalam kelas.


Beberapa gadis tampak terpesona, terpaku pada kecantikan dan ketampanan kembar identik tersebut. Ada yang melihat mereka seperti sosok tampan dari dunia lain, yang membuat mereka terpana dan tidak ingin melewatkan satu detik pun dari pandangan mereka.


Meskipun ada beberapa gadis yang menunjukkan ketertarikan, Carlos dan Charlie tetap berperilaku ramah dan tidak sombong.


"Halo semuanya, nama saya Charlie Aldelis dan ini saudara kembarku, Charlos Aldelis. Kami di sini untuk memperkenalkan diri sebagai bagian dari keluarga Aldelis" kata Charly dengan wajah riang nya


" Betul! Keluarga kami menjalankan Aldelis Group, sebuah perusahaan terkenal di kota ini. Kami sangat senang bisa berada di sekolah ini dan bertemu dengan kalian semua"


Segera semua murid tercengang lagi melihatnya baru kemudian mereka menyadari jika ini adalah anak dari aldelis group.


"Oh ya, kami mendengar ada seseorang bernama Stefani di kelas ini. Kami ingin tahu apakah dia ada di sini. Kami ingin berkenalan dengannya karena dia adalah putri dari sekretaris ayah kami" kata Carlos pula.


Stephanie yang namanya disebutkan benar-benar terjebak dan tidak tahu harus berkata apa. Dia lupa dengan statusnya sekarang sebagai istri di atas kertas dari Jonathan aldelis.


Tapi sekarang dia kedatangan dengan dua anak tiri yang datang entah dari mana. Tiba-tiba saja wajahnya memanas dan dia memerah dengan cepat seolah-olah orang yang sedang terserang demam.


"mati aku.."


Sementara itu di depan Charles masih menambahkan beberapa kata lagi,"Ya, pasti akan menyenangkan memiliki Stefani sebagai teman sekelas dan rekan. Kami sudah mendengar banyak hal tentangnya, dan akan menyenangkan bisa saling mengenal di sekolah ini.

__ADS_1


"Jadi, jika ada yang mengenal Stefani atau jika Stefani sendiri ada di sini, kami harap kalian bisa memberi tahu kami. Kami sangat berharap bisa bertemu dengannya dan mengenal kalian semua juga"


Saat Charlie dan Charlos Aldelis memperkenalkan diri sebagai bagian dari keluarga Aldelis, kelas tersebut mendengarkan dengan perhatian, beberapa murid berbisik-bisik di antara mereka.


Pak guru mendengarkan penjelasan dari kembaran ini. tentu saja dia berharap Stephanie maju dan memperkenalkan diri sendiri.


Entah apa yang terjadi ,Gadis itu masih berdiam diri di belakang sampai saat ini. Jadi pak guru langsung menunjukkan Stefani dan posisinya yang masih kosong sebagai tempat duduk untuk Carlos dan Charly.


"Ani kenapa kau masih diam di belakang Ayo. Mereka adalah orang yang baru tiba di Indonesia tadi malam. Tentu saja tidak tahu dengan kebiasaan kita di Indonesia. Sekarang kau bapak tugaskan untuk memperkenalkan kondisi sekolah kita kepada mereka nantinya" Kata pak guru pada Stefani.


Stefani yang masih gugup tidak bisa menolak, dia berdiri dan mengatakan jika dia siap mengemban tugas ini.


Namun begitu dia sempat menangkap kilatan cahaya aneh di mata dua kembaran ini. Seolah-olah sedang menelitinya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Bahkan Carlos sempat berbisik kepada Charlie. Tapi tidak tahu apa yang dibisikkan yang jelas Charlie tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Oke charlos , Charlie, ada bangku kosong di belakang Stefani kamu boleh duduk di bagian itu"Kata pak guru lagi.


Dia kembar ini langsung menganggukkan kepala dan berjalan ke kursi yang dimaksudkan oleh pak guru.Ketika mereka lewat di bangku Stefanie, Gadis itu menundukkan kepala nya, jelas sedia berkeringat.


Pemandangan itu membuat keduanya tertawa terbahak-bahak yang membuat pak guru dan yang lain heran.


"Maaf pak guru, tiba-tiba saja kami mengingat ada hal yang lucu tadi" kata Carlos pada Pak guru.


"Ya sudah , duduk lah dulu "kata pak guru pelan.


Dia pikir yang ditertawakan oleh kembaran ini pastilah sesuatu yang tidak pernah mereka lihat di Amsterdam sana.

__ADS_1


Karena itu dia memaklumi dan mulai minta para siswa membuka buku pelajarannya.


Yang pak guru tidak tahu sebenarnya Stephanie di sini gugup sampai kakinya tidak bisa menyentuh lantai.


__ADS_2